Itinerary

Leonika “Reblood”: Tidak Semua Harus “Dikompetisikan”

Leonika adalah co-founder dari Reblood, sebuah startup yang menyediakan platform untuk membantu orang membangun gaya hidup sehat melalui donor darah. Reblood memiliki fitur-fitur seperti lokasi donor terdekat, pengingat donor, donasi online, dan banyak lagi.

Reblood berawal dari pengalaman pribadi Leo ketika teman sekampusnya membutuhkan donor darah namun persediaan di PMI sedang kosong. Leo kemudian mengetahui bahwa permasalahan seperti ini hampir terjadi setiap minggu di Surabaya dan daerah lainnya. Apalagi penduduk Indonesia selalu bertambah setiap tahunnya. Permasalahan ini mendorongnya dan tim untuk membuat Reblood.

Dalam rangka #TelusuRIHariPerempuan, TelusuRI meluncurkan beberapa pertanyaan mengenai perempuan kepada Leonika. Apa kira-kira tanggapannya, ya?

Banyak perempuan yang tidak berani berkarya karena stereotip di masyarakat. Apa, sih, yang bikin Leo berani berkarya? 

Menurut saya, stereotip seharusnya tidak menjadi halangan, dan terkadang halangan itu datang dari diri kita sendiri yang kurang percaya diri dan menjadi semakin takut dengan adanya stereotip.

Awalnya banyak orang yang tidak percaya, bahkan meremehkan, ketika [saya] pertama kali membangun Reblood. Apalagi ketika orang tahu bahwa yang bikin Reblood ini perempuan. “Emang bisa coding?” “Wah, masih mahasiswa,” dan stigma lainnya yang meragukan adanya Reblood ini.

Justru hal-hal tersebut yang menjadi motivasi bagi tim untuk membuktikan bahwa kita sedang membangun solusi nyata, dan tidak seperti yang dipikirkan oleh kebanyakan orang saat itu. Fokus dengan pekerjaan yang kita lakukan; hal itu dapat membantu pikiran kita agar tidak terlalu terpengaruh oleh apa yang dipikirkan atau diomongkan oleh orang lain.

Apa pendapatmu tentang perempuan harus bisa menjadi seorang pemimpin?

Semua orang bisa menjadi pemimpin, terlepas dia perempuan atau laki-laki. Karena seorang pemimpin tidak dilahirkan, melainkan dibentuk. Menjadi pemimpin adalah sebuah proses yang membutuhkan kegagalan dan pembelajaran yang terus-menerus.

Saya rasa semua orang berhak untuk belajar menjadi pemimpin, baik dalam skala kecil maupun skala yang besar. 

Siapakah perempuan inspirasional yang menjadi role model kamu? Kenapa?

Ibu Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya. Beliau adalah sosok pekerja keras yang bekerja demi amanah dan tulus dalam membantu orang banyak. Dari beliau, saya banyak belajar mengenai “sulit bukan hal yang tidak mungkin.” 

Apa pesan Leo untuk perempuan di luar sana yang masih saling menjatuhkan?

Saya harap kita semua bisa saling mendukung satu sama lain. Karena seharusnya kita bisa saling menguatkan satu sama lain. Karena seharusnya kita bisa saling menguatkan dan bekerja sama dalam hal-hal yang positif. Tidak semua harus “dikompetisikan,” barangkali [justru] bisa “dikolaborasikan”?

***

Dalam rangka Hari Perempuan Sedunia 8 Maret 2020, TelusuRI mempersembahkan #TelusuRIHariPerempuan, sebuah kampanye untuk menceritakan perempuan-perempuan inspiratif dari berbagai bidang yang berkarya dan memberikan inspirasi bagi masyarakat.

Related posts
#dirumahajaItinerary

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Tips Bikin Bujet Traveling ala Dayu Hatmanti

#dirumahajaItinerary

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Ngobrolin Fotografi Perjalanan bareng Ingga Suwandana

#dirumahajaItinerary

Tuliskan Perjalananmu, Mumpung Lagi di Rumah Aja

#dirumahajaItinerary

Bincang-bincang Dampak COVID-19 pada Industri Pariwisata bareng Womentourism.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *