Di Jawa Tengah, Gunung Merbabu termasuk destinasi pendakian populer, baik untuk pendaki domestik maupun mancanegara. Dari empat jalur resmi saat ini, dua di antaranya berada di wilayah Kabupaten Magelang, yaitu Suwanting (Kecamatan Banyuroto) dan Wekas (Kecamatan Pakis).
Pendakian dari Magelang memiliki karakteristik jalur dan tantangan tersendiri yang amat layak untuk dieksplorasi. Bentang alam, vegetasi, dan medan pendakian tidak kalah menarik dibandingkan rute utara via Thekelan (Kabupaten Semarang) maupun rute tenggara via Selo (Kabupaten Boyolali).
Jalur Suwanting dan Wekas tidak berada pada satu rute yang sama. Kedua jalur ini baru bertemu di Kenteng Songo, salah satu puncak tertinggi Gunung Merbabu dengan ketinggian sekitar 3.142 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sampai saat ini, pihak Taman Nasional Gunung Merbabu belum memperbolehkan lintas jalur, sehingga pendaki harus dua kali reservasi di waktu yang berbeda supaya bisa melakukan pendakian di masing-masing jalur.
Buat kamu yang ingin mencoba mendaki Merbabu via Suwanting dan Wekas, berikut informasi jalur, kondisi medan, serta estimasi jarak dan waktu tempuh yang bisa dipelajari sebelum melakukan pendakian. Angka pada ketinggian dan jarak berdasarkan catatan GPS dan informasi dari taman nasional.
Jalur pendakian Merbabu via Suwanting
Jalur Suwanting berada di sisi barat Gunung Merbabu. Jalur ini dikenal cukup terjal dan jaraknya sedikit lebih panjang daripada Wekas. Tempat camp ideal berada di Pos 3 Dampo Awang, karena berada dekat sumber air.


Basecamp Suwanting (1.350 mdpl) — Pintu Hutan (1.470 mdpl): +850 meter
- Jalan dusun berupa cor yang menanjak, kemudian melewati perkebunan sayur warga sampai menjumpai pintu hutan, yang ditandai gapura Taman Nasional Gunung Merbabu
- Estimasi: 15—20 menit dengan jalan kaki untuk pemanasan atau 5 menit dengan ojek


Pintu Hutan (1.470 mdpl) — Pos 1 Lembah Lempong (1.555 mdpl): +200 meter
- Rute pintu hutan ke Pos 1 merupakan jalur dengan jarak terpendek di Suwanting
- Vegetasi masih didominasi hutan pinus, dengan tanaman semak dan rumput di permukaan tanah
- Pos 1 hanya berupa tanah datar yang tidak terlalu luas dan tidak ada selter untuk berteduh
- Estimasi: 5 menit


Pos 1 Lembah Lempong (1.555 mdpl) — Pos 2 Bendera (2.186 mdpl): +2 kilometer
- Pendakian sesungguhnya telah dimulai, jalur cukup panjang dan mulai menanjak cukup konstan dengan sesekali bonus landai
- Trek tanah cukup liat dan akan licin serta berlumpur saat musim hujan, sedangkan musim kemarau akan sangat berdebu
- Melewati beberapa “pos bayangan” bernama Lembah Gosong (1.665 mdpl), Lembah Cemoro (1.790 mdpl), Lembah Ngrijan (1.866 mdpl), dan Lembah Mitoh (2.127 mdpl)
- Vegetasi mulai rapat dengan tanaman semak dan beberapa cemara gunung
- Pos 2 berupa tanah datar berundak dan pemandangan agak terbuka; banyak pendaki yang mendirikan tenda di sini jika fisik tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan
- Estimasi: 2—2,5 jam


Pos 2 Bendera (2.186 mdpl) — Pos Air (2.665 mdpl): +1,1 kilometer
- Perjalanan dari Pos 2 menuju pos air adalah yang terberat dan paling terjal di jalur Suwanting, karena fisik sudah mulai terkuras
- Jalur cenderung konstan menanjak di kawasan Lembah Manding, pilih jalur baru di sisi kanan yang lebih bersahabat
- Trek tanah cukup liat dan akan licin serta berlumpur saat musim hujan, sedangkan musim kemarau akan sangat berdebu
- Terdapat tali bantuan yang terikat pada batang pohon di sejumlah titik yang cukup curam
- Vegetasi tidak terlalu rapat dengan dominasi tanaman semak dan pohon mlanding (lamtoro)
- Terdapat dua buah gentong berisi air yang dialirkan melalui pipa, saat ini menjadi satu-satunya sumber air di jalur Suwanting
- Estimasi: 2,5—3 jam


Pos Air (2.665 mdpl) — Pos 3 Dampo Awang (2.740 mdpl): +200 meter
- Setelah Lembah Manding yang menguras tenaga, kerahkan sisa kekuatan untuk menjangkau Pos 3 yang tidak jauh lagi
- Pos 3 sangat luas dan mampu menampung puluhan tenda, sehingga menjadi tempat terbaik dan teraman untuk mendirikan tenda
- Vegetasi hanya rerumputan serta edelweis di Pos 3, sangat terbuka sehingga waspada dengan angin kencang
- Pemandangan yang dapat dilihat antara lain Gunung Merapi, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan kawasan permukiman di kaki gunung
- Estimasi: 15—20 menit


Pos 3 Dampo Awang (2.740 mdpl) — Puncak Suwanting (3.105 mdpl): +1,1 kilometer
- Perjalanan ke puncak Suwanting akan melewati tiga kawasan sabana, yaitu Sabana 1 (2.828 mdpl), Sabana 2 (2.915 mdpl), dan Sabana 3 (2.984 mdpl)
- Trek tanah yang konstan menanjak, tetapi tidak terasa berat karena hanya membawa perlengkapan dan bekal seperlunya
- Vegetasi dominan padang rumput terbuka, sehingga berpotensi angin kencang atau badai
- Puncak Suwanting merupakan ujung punggungan jalur Suwanting, dengan ketinggian hampir sama dengan Triangulasi dan Kenteng Songo
- Estimasi: 1—1,5 jam


Puncak Suwanting (3.105 mdpl) — Puncak Triangulasi (3.142 mdpl): +250 meter
- Kontur jalur menuju puncak Triangulasi sedikit naik-turun, tetapi relatif ringan dan jaraknya cukup dekat
- Vegetasi masih didominasi rerumputan dan terdapat beberapa pohon cantigi (manisrejo)
- Kawasan puncak Triangulasi tidak terlalu luas dan hanya ditandai dengan tugu permanen milik taman nasional
- Estimasi: 10-15 menit


Puncak Triangulasi (3.142 mdpl) — Puncak Kenteng Songo (3.142 mdpl): +150 meter
- Kontur jalur antarpuncak hanya sedikit turunan dan tanjakan, sehingga mudah terlihat satu sama lain saat cuaca cerah
- Puncak Kenteng Songo ditandai dengan tugu permanen milik taman nasional, serta beberapa situs cagar budaya berupa lumpang batu alami yang dikelilingi pagar besi untuk menghindari vandalisme
- Puncak Kenteng Songo adalah titik pertemuan jalur Suwanting dengan Selo dan jalur utara (Thekelan, Cuntel, Wekas)
- EstimasI: 5 menit
Rekomendasi basecamp:
Pak Hosea Mulyanto Nugroho alias Pak Ambon (0813-5987-6990)
* * *
Jalur pendakian Merbabu via Wekas
Wekas dikenal sebagai jalur pendakian dengan jarak tempuh paling pendek ke puncak. Sebab, titik awal pendakian sudah cukup tinggi, di atas 1.500 mdpl. Meski durasi perjalanan relatif lebih singkat, tetapi trek pendakian cenderung lebih terjal. Jalur Wekas bertemu dengan jalur Thekelan di punggungan antara puncak pemancar dan pos helipad, yang juga menjadi batas alam antara Kabupaten Semarang, Magelang, dan Boyolali.


Basecamp Wekas (1.748 mdpl) — Merbabu Pass (1.858 mdpl): +350 meter
- Jalan dusun berupa kombinasi cor dan paving block yang sempit dan menanjak cukup ekstrem, sampai menjumpai area camping bernama Merbabu Pass
- Dari Merbabu Pass, pemandangan gunung-gunung terdekat yang bisa dilihat (saat cuaca cerah) antara lain Telomoyo, Andong, Sumbing, dan Sindoro
- Merbabu Pass berada tepat di pintu hutan, menjadi batas antara wilayah konservasi taman nasional dengan lahan perkebunan warga
- Estimasi: 15—20 menit dengan jalan kaki untuk pemanasan atau 5 menit dengan ojek


Merbabu Pass (1.858 mdpl) — Pos 1 Tegal Arum (2.117 mdpl): +1,1 kilometer
- Dari pintu hutan Merbabu Pass atau patok HM 0, trek mulanya datar dan landai, tetapi kemudian perlahan menanjak sampai Pos 1 Tegal Arum
- Sepanjang jalur akan menjumpai aliran pipa air yang tersambung dari sumber air di Pos 2 Wekas sampai ke permukiman warga
- Vegetasi didominasi cemara gunung, tumbuhan perdu, dan tanaman mlanding (sejenis lamtoro)
- Kadang-kadang terlihat monyet-monyet bergelantungan mencari makan, tetapi tidak agresif sehingga jangan sampai mengusik maupun memberi makanan sembarangan kepada satwa
- Melewati dua pos bayangan, yaitu Simpang Genikan (1.956 mdpl) dan Pos Bayangan 1 (2.078 mdpl)
- Pos 1 Tegal Arum berada di antara HM 10 dan HM 11, artinya berjarak sekitar 1–1,1 km dari pintu hutan
- Di pos ini terdapat selter berupa gazebo kayu yang bisa digunakan untuk istirahat dan berteduh, tetapi tidak tersedia tanah datar yang cukup untuk mendirikan tenda
- Estimasi: 1–1,5 jam


Pos 1 Tegal Arum (2.065 mdpl) — Pos 2 Wekas/Kidang Kencana (2.480 mdpl): +1,4 kilometer
- Pendakian antara Pos 1 Tegal Arum dan Pos 2 Wekas merupakan yang paling berat di jalur Wekas, terutama trek terjal tanpa putus sepanjang kira-kira 800 meter setelah HM 12 sampai dengan HM 20
- Saat hujan, kondisi jalur Wekas akan cukup licin, sementara kala kemarau bakal diselimuti debu tebal
- Tutupan hutan masih cukup rapat, lalu vegetasi terbuka mendekati HM 20 dan terlihat punggungan tebing jalur Thekelan di sisi kiri (timur) yang akan terlihat sampai Pos 2 Wekas
- Selepas HM 20 hingga Pos 2 Wekas yang terletak di HM 25, trek relatif landai meniti jalan setapak di pinggir jurang
- Pos 2 Wekas atau disebut juga Pos 2 Kidang Kencana berupa lahan yang sangat luas dan bisa menampung puluhan tenda, dengan fasilitas sumber air bersih satu-satunya yang dialirkan lewat keran serta gazebo untuk sekadar bersantai
- Pos 2 Wekas merupakan tempat camp ideal sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak, lokasinya seperti berupa cerukan yang diapit punggungan tebing jalur Thekelan dan Suwanting
- Jika beruntung, saat sore bisa melihat pemandangan matahari terbenam dengan latar Gunung Sumbing di kejauhan
- Estimasi: 1,5–2 jam


Pos 2 Wekas/Kidang Kencana (2.480 mdpl) — Pos 3 Watu Kumpul (2.821 mdpl): +800 meter
- Trek menuju Pos 3 Watu Kumpul cenderung menanjak melewati cerukan sempit terbuka yang didominasi batu-batu vulkanis berukuran besar, menunjukkan sejarah Merbabu sebagai gunung berapi (kini dalam kondisi tidur atau dorman)
- Vegetasi mulai didominasi pepohonan semak yang kering dan mulai dijumpai edelweis di sisi kiri-kanan jalur
- Ada area cukup lapang dan terbuka di HM 31, tetapi bukan tempat yang cocok untuk mendirikan tenda
- Pos 3 Watu Kumpul persis berada di HM 33, tidak ada tempat ideal untuk istirahat dalam waktu lama apalagi membangun tenda
- Estimasi: 45 menit–1 jam


Pos 3 Watu Kumpul (2.821 mdpl) — Tugu Perbatasan (2.847 mdpl): +100 meter
- Jalur Wekas akan bertemu dengan jalur klasik Thekelan di persimpangan yang ditandai dengan tugu perbatasan tiga kabupaten, yaitu Semarang, Magelang, dan Boyolali
- Trek dari Pos 3 Watu Kumpul masih menanjak, tetapi jarak dengan tugu perbatasan tidak begitu jauh
- Tugu perbatasan tersebut berada di punggungan terbuka, yang memungkinkan pendaki untuk melihat pemandangan matahari terbit dan terbenam sekaligus
- Sepanjang pendakian dari tugu perbatasan sampai puncak berada di area terbuka tanpa naungan, sehingga waspada terhadap potensi badai atau angin kencang dan jangan memaksakan untuk melanjutkan pendakian jika cuaca memburuk
- Estimasi: 10–15 menit


Tugu Perbatasan (2.847 mdpl) — Helipad (2.898 mdpl): +150 meter
- Untuk bisa menginjakkan kaki di Helipad, kamu harus sedikit menaiki gundukan bukit kecil yang lumayan curam, yang terletak di sisi kanan jalur utama pendakian
- Meski bukan merupakan pos, kadang-kadang ada pendaki mendirikan tenda di area ini, karena ingin lebih dekat ke puncak
- Tempat ini disebut Helipad karena bentuknya seperti dataran melingkar yang biasa digunakan sebagai tempat mendarat helikopter, bisa memuat kira-kira 2–3 tenda berkapasitas 4–5 orang
- Estimasi: 5 menit


Helipad (2.898 mdpl) — Puncak Geger Sapi (3.002 mdpl): +500 meter
- Dari Helipad, jalur masih menyusuri punggungan sampai bertemu percabangan, jika turunan ke kanan menuju sumber air, sedangkan ke kiri menanjak terjal di antara pepohonan cantigi sampai Geger Sapi
- Nama Geger Sapi kemungkinan berasal dari topografi punggungan yang tampak seperti punuk atau geger (Jawa) sapi
- Geger Sapi termasuk dalam rangkaian tujuh puncak (seven summit) jalur Thekelan, selain Watu Gubug, Pemancar, Syarif, Ondo Rante, Kenteng Songo, dan Triangulasi
- Estimasi: 15–20 menit


Puncak Geger Sapi (3.002 mdpl) — Pertigaan Syarif-Ondo Rante (3.084 mdpl): +400 meter
- Dari Geger Sapi, trek semula akan melandai lalu menanjak terjal sampai ke persimpangan Puncak Syarif dan Puncak Ondo Rante
- Ada dua pilihan jalur, sisi kiri melewati ceruk batuan dan lebih ekstrem, sedangkan sisi kanan membelah sabana terjal yang lebih berdebu saat kemarau
- EstimasI: 15–20 menit


Pertigaan Syarif-Ondo Rante (3.084 mdpl) — Puncak Kenteng Songo (3.142 mdpl): +500 meter
- Di pertigaan, kamu bisa menuju ke Puncak Syarif (3.119 mdpl) yang berjarak 10–15 menit, atau melanjutkan pendakian ke puncak tertinggi Kenteng Songo
- Jalur pendakian ke Kenteng Songo melewati bagian kaki Puncak Ondo Rante, melipir tepian jurang sampai trek menantang yang dikenal dengan sebutan Jembatan Setan
- Pihak taman nasional menyediakan alat bantu pegangan berupa tali dan pagar rantai untuk keamanan, karena kaki harus memijak batu-batu licin yang menempel pada tebing cadas
- Dari Jembatan Setan, mendekati Kenteng Songo terdapat satu tanjakan ekstrem yang membuat kamu harus mengerahkan banyak tenaga untuk melewatinya, ibarat lutut bertemu dagu
- Puncak Kenteng Songo merupakan pertemuan dari semua jalur, baik itu dari Thekelan-Wekas, Suwanting, dan Selo
- Dari Kenteng Songo bisa melanjutkan perjalanan kurang dari lima menit untuk tiba di puncak ketujuh Merbabu, yaitu Triangulasi (3.145 mdpl)
- EstimasI: 30–45 menit
Rekomendasi basecamp:
Pak Lasin (0823-2334-0939)
* * *
Informasi biaya pendakian
Cara memesan kuota dan mengurus perizinan pendakian bisa dilihat lebih lanjut di situs resmi Taman Nasional Gunung Merbabu: booking.tngunungmerbabu.org. Di dalamnya memuat kuota pendakian, alur reservasi, hingga pembayaran biaya pendakian. Sejak November 2024, terjadi kenaikan tarif tiket wisata pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu:
Selain itu, biasanya masing-masing jalur juga memiliki tarif tambahan untuk retribusi kampung (termasuk di dalamnya untuk biaya kebersihan dan pengelolaan basecamp), serta jasa ojek (opsional):
Retribusi kampung di Suwanting: Rp35.000
Tarif ojek: Rp10.000–15.000 sekali jalan
Retribusi kampung di Wekas: Rp22.000
Tarif ojek: Rp15.000–20.000 sekali jalan
Menjadi pendaki bijak
Selain menyiapkan perbekalan dan manajemen pendakian yang baik, kamu juga harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk menjadi pendaki gunung yang baik. TelusuRI punya sejumlah tips agar kamu bisa menjadi pendaki yang bijak:
- Menghormati adat istiadat di dusun setempat
- Mematuhi peraturan yang berlaku di kawasan taman nasional
- Melengkapi diri dengan peralatan pendakian standar dan menyiapkan logistik yang cukup selama pendakian, serta tetap waspada dan hati-hati dengan barang-barang bawaan pribadi dari potensi pencurian oleh sejumlah oknum di area berkemah
- Jangan mengikuti ego dan memaksakan diri, terutama ketika cuaca buruk atau kondisi tim tidak memungkinkan untuk melanjutkan pendakian
- Meminimalisasi penggunaan plastik sekali pakai
- Gunakan botol minum yang bukan sekali pakai dan membawa jeriken portabel untuk isi ulang air
- Gunakan kotak makan untuk menyimpan bahan-bahan makanan kamu
- Memilih menu-menu makanan organik, seperti sayur, buah, dan bahan lainnya yang limbahnya bisa kamu timbun di dalam tanah saat pendakian
- Membawa pulang sampah anorganik yang kamu hasilkan
- Membawa kantung sampah secukupnya
Foto-foto oleh Rifqy Faiza Rahman via TelusuRI.
Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.