Itinerary

Danau Kaolin, Danau Surealis Bekas Galian Tambang

Kalau pernah menonton film Laskar Pelangi, kamu pasti ingat adegan ketika anak-anak SD Muhammadiyah sedang mengetes “penemuan baru” mereka, yaitu telepon kaleng.

Penemuan itu mereka tes bukan di halaman sekolah, tapi di sebuah tanah luas berbukit-bukit yang di sana-sini penuh lubang raksasa berisi air biru pirus. Itu, boi, bukan tempat yang khusus dibuat untuk keperluan wisata, melainkan kawasan danau kaolin bekas galian tambang.

Danau kaolin seperti itu banyak sekali di Belitung. Salah satu di antaranya ada di Desa Air Raya, Tanjungpandan, yang hanya terpaut sekitar 10 menit perjalanan dari pusat kota.

Mirip Kawah Putih Ciwidey dan Kawah Putih Tinggi Raja

Untuk kamu yang belum begitu familiar dengan kaolin, barangkali kamu perlu tahu sedikit soal mineral ini. Kaolin adalah mineral semacam tanah liat dengan daya hantar listrik dan daya hantar panas yang rendah. Mineral ini jadi bahan baku kosmetik, kertas, makanan, dan pasta gigi.

Ketika sebuah areal tambang kaolin selesai dieksploitasi, yang tersisa adalah lubang-lubang raksasa. Seiring berjalannya waktu, air terkumpul dan lubang-lubang itu pun berubah menjadi danau. Yang membuatnya menarik, air danau bekas galian kaolin ini mempunyai warna yang tidak biasa, yakni biru pirus alias toska.



Bekas galian tambang yang sekarang jadi danau/Oky Hertanto

Kombinasi tanah berwarna putih dan air danau biru pirus itulah yang membuat Danau Kaolin menjadi menarik. Banyak yang menyamakan Danau Kaolin dengan Kawah Putih Ciwidey di Jawa Barat dan Kawah Putih Tinggi Raja di Sumatera Utara. Namun, tak seperti kedua destinasi wisata itu, di Danau Kaolin kamu takkan mencium bau belerang.

Lokasi yang pas untuk melihat matahari terbenam

Perpaduan warna yang tidak biasa ditemukan di daratan ini membuat Danau Kaolin disenangi penggemar fotografi. Para fotografer bisa betah lama-lama di sekitar danau untuk mengabadikan lanskap surealis khas bekas galian kaolin.

Meskipun kamu bisa datang ke Danau Kaolin kapan pun sepanjang hari, waktu yang paling pas untuk jalan-jalan ke tempat ini adalah pagi atau sore hari menjelang matahari terbenam. Karena agak susah menemukan pohon untuk berteduh di kawasan danau, kamu pasti akan kesal sendiri menahan panas ketika matahari bersinar maksimal.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage TelusuRI.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Devia Primastiani

Belitung - Yogyakarta📍 Loving yourself is one way to be happy🌈
Related posts
Itinerary

Naik Gunung Sendirian, Inilah 4 Hal yang Bakal Kamu Dapatkan

Itinerary

5 Rekomendasi Kafe untuk Ngopi Asyik di Semarang

Itinerary

Mau Naik Gunung Musim Kemarau? Jangan Lupakan 5 Benda Berikut

Itinerary

5 Pelajaran yang Bisa Diambil dari Mendaki Gunung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *