Itinerary

Bersepeda Mengelilingi Ubud

Bali menawarkan banyak pilihan lokasi untuk berlibur. Sanur, Nusa Dua, dan Kuta merupakan beberapa destinasi wisata populer di sini. Ubud bisa menjadi alternatif tujuan wisata, jika kamu menginginkan suasana yang berbeda dari tiga destinasi tadi. Pesonanya tidak kalah menarik bahkan memiliki kekhasan tersendiri dibanding kawasan wisata lain di Bali. Jika Sanur, Nusa Dua, dan Kuta menawarkan suasana pantai, Ubud menawarkan suasana pedesaan yang berbeda dengan  keragaman lanskapnya. 

Ada beragam aktivitas yang bisa dilakukan di Ubud, dari wisata budaya, kesenian, hingga wisata olahraga seperti rafting dan bersepeda mengelilingi Ubud. Lanskap Ubud sangat beragam, mulai dari pasar seni yang ramai dan sibuk, sampai area persawahan yang relatif lebih sepi. Jika ingin menelusuri ragam lanskap Ubud yang beragam ini bersepeda adalah pilihan tepat. 

Selain murah, sepeda juga bisa dipakai untuk menelusuri jalanan besar dan padat sampai ke jalanan kecil di pinggir persawahan. Tidak masalah jika tidak memiliki sepeda pribadi. Beberapa lokasi persewaan sepeda tersedia di Ubud, salah satunya Sunarta House Homestay yang terletak di Jalan Suweta nomor 19 (0812 3673 006). Biaya sewanya sebesar Rp20.000,00 untuk setengah hari. 

Menuju Ubud 

Ubud terletak di Kabupaten Gianyar dengan jarak tempuh selama kurang lebih 45-60 menit perjalanan dari Denpasar. Tersedia beragam moda transportasi untuk menuju ke sana. Jika tidak ingin capek berkendara atau mengeluarkan biaya lebih, Bus Trans Metro Dewata bisa jadi pilihan. Pilih koridor IV jika kamu akan menempuh rute menuju Ubud. Halte bus terletak di beberapa titik di kawasan Kota Denpasar. Penumpang tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis. Di Ubud, Mandala Suci Wenara Wana atau yang populer dikenal sebagai monkey forest menjadi titik pemberhentian terakhir.

Jika ingin mengendarai kendaraan pribadi menuju Ubud, ada beberapa rute bisa dijadikan pilihan alternatif. Salah satu rekomendasi saya yakni melewati Sukawati dan singgah di pasar seni tersebut. Pasar Sukawati  menjual berbagai macam produk kerajinan tangan khas Bali, mulai dari pakaian sampai souvenir yang dijual dengan harga yang terjangkau. Pasar ini terdiri dari tiga blok yaitu Blok A, Blok B dan Blok C yang sedang direvitalisasi.   

Sightseeing dan Kuliner di Ubud

Warung makan di Ubud

Setelah sampai di Ubud ada banyak pilihan aktivitas yang tersedia sebelum kemudian menelusuri Ubud dengan sepeda. Sightseeing dengan berjalan kaki bisa jadi aktivitas pertama untuk menghabiskan waktu di Ubud. Pasar Seni Ubud dan beberapa jalan di Ubud seperti Jalan Goutama menawarkan suasana yang khas seperti keunikan restoran-restoran mancanegara yang berpadu dengan kios-kios yang menjual souvenir khas Bali. 

Turis asing yang beraktivitas di sini juga memberikan kesan berbeda. Julukan Ubud sebagai kampung internasional sangat terasa. Jika tertarik mencicipi makanan mancanegara di sepanjang Jalan Goutama ada restoran yang menawarkan makanan Cina, Jepang, Thailand, dan Italia. Jika ingin mencicipi makanan lokal, ada warung masakan Padang atau Jawa di sekitar pasar seni.

Rute Bersepeda

Jalur bersepeda

Dari Sunarta House Homestay kita bisa memulai aktivitas bersepeda. Dari sini, kemudian berbelok kiri ke arah Kelabang Moding. Di pertigaan jalan pilih belokan ke arah kanan. Mulai dari sini area persawahan akan mendominasi pemandangan. Patokan lain yang dapat dipakai sebagai arah adalah dengan mencari lokasi Pyramids of Chi di aplikasi Google Maps. Pilih belokan ke arah kiri setelah bangunan Pyramids of Chi

Ujung jalan ini adalah Jalan Raya Ubud. Berbelok ke kiri setelah sampai di Jalan Raya Ubud, sekitar 200 meter berbelok ke kanan untuk kembali ke titik awal rute yaitu Jalan Suweta. Rute ini pada awalnya didominasi dengan tanjakan, kemudian turunan dan medan datar di area persawahan. Jarak tempuh rute ini kurang lebih sekitar 10 km.

Persawahan dan Galeri Lukisan

Warga yang sedang melukis di galeri kecilnya

Lanskap persawahan bukan satu-satunya yang dapat kita telusuri jika bersepeda. Sepanjang rute ini terdapat galeri lukisan milik masyarakat yang juga berprofesi sebagai petani. Galeri lukisan di tengah area persawahan adalah kombinasi yang cukup unik. Inilah yang menjadi salah satu kekhasan Ubud.

Dan, jangan membayangkan galeri seni yang fancy dengan bangunan mewah. Galeri lukisan masyarakat ini adalah bangunan dengan beberapa bilik yang dibagi untuk memajang lukisan dan tempat untuk melukis. Masyarakat akan memanfaatkan waktu untuk melukis di waktu senggang ketika sedang tidak bertani. 

Jika ingin beristirahat, galeri-galeri ini bisa jadi pilihan sembari berinteraksi dengan masyarakat yang sedang melukis. Tertarik membeli lukisan? Bisa banget! Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung tema dan ukuran lukisan.

Selain lukisan ada juga galeri kerajinan perak yang berada tepat di pinggir jalan. Produk-produk perhiasan dari perak bisa dijumpai di sini seperti anting, gelang, kalung, dan aksesoris lain. Harga yang ditawarkan pun bervariasi sesuai tingkat kerumitan saat proses pembuatannya.

Jadi, kapan kamu akan bersepeda mengelilingi Ubud?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Menyukai perjalanan dan isu-isu kepariwisataan

Menyukai perjalanan dan isu-isu kepariwisataan
    Artikel Terkait
    Itinerary

    5 Tempat Wisata yang Wajib dikunjungi saat di Lembang

    Itinerary

    Jalan-jalan ke Curug Cipamingkis, Bogor

    Itinerary

    Cerita dari Kampung Adat Kuta, Ciamis

    Itinerary

    Tempat-Tempat yang 'Hilang' di Indonesia

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

    Worth reading...
    Menata Pikiran dan Hati dengan ‘Spiritual Traveling’ di Bali