Itinerary

6 Aksesori yang Biasanya Dipakai Pejalan

Sekarang gampang banget buat mengenali seorang pejalan. “Masa sih?” Iya, bener. Kamu bisa mengenali mereka dari aksesori yang digunakan. Contohnya 6 aksesori yang biasanya dipakai oleh para pejalan berikut:

1. Kemeja flanel

Dari dulu sampai sekarang, kemeja flanel tetap jadi simbol seorang pejalan. Selain kece, flanel memang lebih enak dipakai. Bahannya pas banget buat jalan-jalan. Kalau panas bisa melindungi kulit dari sengatan matahari, kalau dingin bisa melindungi tubuh dari… hawa dingin.

Selain itu flanel juga nggak gampang bau dan tahan lama. Jadi seorang pejalan bisa hemat dan nggak harus sering-sering beli baju. (Juga bisa menyamarkan fakta bahwa mereka belum mandi.) Satu flanel untuk bertahun-tahun sudah cukup.

2. Ransel besar

Ransel besar ini sebenarnya bukan buat gaya-gayaan, tapi kebutuhan. Bayangin aja, seorang pejalan harus menempuh jarak yang jauh dari rumah selama beberapa waktu. Pastinya mereka perlu membawa sesuatu. Nah, ransel kecil nggak cukup buat bawa barang-barang yang mereka butuhkan.

Lama-lama ransel besar jadi identitas para pejalan. Kalau kamu lihat orang lagi bawa ransel, kemungkinan besar itu pejalan. (Bisa juga sih anak kos yang lagi pindahan, abis diusir karena nggak bayar sewa kos tiga bulan.)

3. Tas pinggang yang disampirkan di depan

Dulu tas pinggang ditaruh di pinggang. (Karena itulah namanya tas pinggang.) Tapi sekarang tas pinggang biasa disampirkan di depan oleh para pejalan.

Tujuannya tak lain tak bukan adalah supaya nggak kerepotan ngerogoh sesuatu dari saku, atau dari ransel besar yang mereka bawa di belakang. Soalnya orang zaman sekarang ‘kan membawa lebih banyak benda. Ponsel saja kadang bisa sampai dua dan tiga. Dan sekarang tas pinggang yang disampirkan di depan juga jadi ciri para pejalan.

4. Tongsis

Kalau kamu lihat orang bawa-bawa tongsis, mungkin saja dia pejalan. Kalau orang itu tinggal di tempat itu, ngapain repot-repot bawa tongsis? ‘Kan bisa minta tolong fotoin sama tetangga.

Sekarang, tongsis seperti jadi sebuah aksesori yang harus banget dibawa pas jalan-jalan. Mungkin karena orang-orang sudah semakin jauh dari orang lain sehingga malas untuk minta tolong—dan nolongin orang—buat difotoin?

5. Kacamata hitam

Benda ini dari dulu sudah jadi identitas para pejalan. Nggak tahu kenapa, tiba-tiba matahari jadi bersinar terik pas kita lagi jalan-jalan ke sebuah destinasi. Padahal mungkin sebenarnya intensitas cahaya di sana sama saja dengan yang di tempat kita.

Mungkin kacamata hitam jadi populer karena sering dipakai oleh para artis. Jadi, kacamata hitam ini barangkali bukan benar-benar sebuah kebutuhan, tapi buat gaya-gayaan aja. Tapi nggak masalah. Toh nggak ada yang dirugikan kalau kamu pakai kacamata. Malah pedagang kacamata jadi untung.

6. Kain tradisional

Aksesori yang paling banyak dipakai para pejalan adalah kain tradisional dari wilayah Indonesia tengah dan timur, seperti Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Biasanya, kalau enggak diikat di kepala, kain tradisional itu diiikatkan di ransel besar yang mereka bawa.

Tujuannya entah apa. Barangkali ingin menunjukkan kepada publik bawah mereka sudah pernah ke tempat di mana kain-kain itu dibuat. Padahal belum tentu juga. Bisa jadi kain itu adalah oleh-oleh dari teman mereka.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

5 Tempat Wisata yang Wajib dikunjungi saat di Lembang

Itinerary

Jalan-jalan ke Curug Cipamingkis, Bogor

Itinerary

Cerita dari Kampung Adat Kuta, Ciamis

Itinerary

Tempat-Tempat yang 'Hilang' di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.