ItinerarySampah Kita

3 Hal Sederhana Ini Sangat Berarti buat Para “Waiters” di Restoran

Tiga kebiasaan sederhana ini bisa kamu lakukan buat memudahkan kerja para waiters di rumah makan atau restoran:

1. Tumpuk di tengah

Biasanya orang malas untuk melakukan ini. Kebanyakan pasti berpikiran: “’Kan kita sudah bayar makanannya, ada waiters-nya juga. Ngapain kita capek-capek tumpukin piring kotor?” Iya, sih. Tapi nggak ada salahnya juga kan meringankan beban pekerjaan orang?

Kalau kamu sudah “tumpuk di tengah,” tentu saja pekerjaan mengambil piring dan gelas kotor akan lebih cepat. Alhasil, mereka punya waktu lebih banyak buat, barangkali, mengelap meja makan kamu—dan meja-meja lain—agar lebih kinclong dan wangi. Selain itu, kalau kamu mengumpulkan piring-piring itu di tengah, meja akan terasa lebih lega sehingga ngobrol bakal lebih enak.

2. Habiskan makananmu

Sebelum “tumpuk di tengah” pastikan dulu makanan kamu habis. Kenapa kamu harus menghabiskan makanan? Pertama, biar nggak mubazir. Sisa bagimu mungkin bisa jadi makan malam buat orang-orang yang kelaparan di luar sana. Kedua, menghabiskan makanan berarti menghargai koki yang memasaknya. Bayangin gimana perasaan juru masaknya melihat makanan yang udah capek-capek dia masak dibuang begitu saja di tong sampah?

Nah, setelah makananmu habis, nggak ada salahnya jug buat mencipratkan sedikit air ke tisu dan letakkan tisu basah itu di piring. (Sedikit saja airnya, jangan banyak-banyak.) Kenapa? Supaya remah-remah makanan di piring nggak mengerak sehingga susah dicuci (mungkin campaign kedua ini lebih cocok buat makanan-makanan seperti nasi padang dan nasi-nasi lain).

3. Buang sampahmu sendiri

Kalau main ke luar negeri, mungkin kamu pernah melihat orang-orang membuang sisa makanan mereka sendiri setelah makan. Tapi, di Indonesia, pemandangan ini masih asing.

“Lho, kenapa orang-orang di sana buang sisa makanannya setelah makan?” Karena mereka ingin membantu para waiters supaya nggak perlu susah-susah lagi membuang remah-remah itu ke tempat sampah. Ini akan terasa sekali manfaatnya kalau restoran lagi ramai-ramainya. Lagian, kalau waktu buat membuang sisa makanan bisa dipangkas, tentu saja pelayanan di restoran itu bakal jadi lebih OK sehingga kamu jadi makin betah makan di sana.

Gimana? Tertarik buat nyoba?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

KULINER JOGJA | HALAL Food Only

KULINER JOGJA | HALAL Food Only
Artikel Terkait
ItineraryNusantarasa

Kuliner Khas Malang yang Legendaris

ItineraryPesona Hutan

Menelusuri Ekowisata Mangrove di Indonesia

Itinerary

Ragam Permainan Anak Tradisional Indonesia

Itinerary

Review Keril Deuter Aircontact 75+10: Definisi Besar dan Tangguh dalam Satu Kemasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *