Cara Terbaik Memaknai Pulang (4)
Travelog

Cara Terbaik Memaknai Pulang (4)

Pagi ini saya sudah harus pamit. Saya akan melanjutkan perjalanan saya yang—untuk kali ini, dirahasiakan. Saya tidak ingin ada yang tahu. Jadi, ketika ada yang bertanya, saya hanya menjawab, “Mau balik.” (bukan ‘pulang’). Dan memang, nyatanya saya memang balik lagi ke Jogja—hanya untuk numpang lewat. Lalu, sekitar…
Cara Terbaik Memaknai Pulang (3)
Travelog

Cara Terbaik Memaknai Pulang (3)

Malam itu menjadi malam yang penuh cerita. Saya sudah berada di pondok tempat bertugas teman saya, di Kecamatan Margasari. Entah bagaimana teman saya itu menunjukkan jalan mana yang seharusnya dilalui, saya tidak begitu paham dan ambil pusing. Yang jelas, saya sudah sampai, itu yang terpenting. Kami pun menghabiskan malam dengan…
Cara Terbaik Memaknai Pulang (2)
Travelog

Cara Terbaik Memaknai Pulang (2)

Pagi itu masih sepi. Seperti kebanyakan orang pada umumnya, saat bulan puasa, para santri (dan teman-teman saya) akan tidur sebentar, biasanya mulai pukul 06.30-an. Namun, saya tidak, karena saya sudah bersiap untuk memulai sebuah perjalanan.Pagi di bumi Dieng/Helmi SantosaBarangkali, hari ini adalah awal puasa terbaik…
Cara Terbaik Memaknai Pulang (1)
Travelog

Cara Terbaik Memaknai Pulang (1)

Sore-sore sebelumnya tak pernah lebih buruk dari sore itu. Saya biasanya mengisi waktu sore dengan berolahraga; terus seperti itu, dan saya merasa tidak ada yang salah. Namun, ketika sore tersebut datang, ia menyadarkan saya bahwa ada sesuatu yang salah. Sesuatu yang selama ini selalu ditutup-tutupi dan berusaha untuk dialihkan.