Itinerary

“Storytelling Class” bersama Hannif Andy

Rangkaian kelas yang diadakan oleh Sekolah TelusuRI kolaborasi dengan Hore Hutan tidak sampai pada kelas “Basic Skill for Content Creator” saja. Minggu lalu, kelas kedua bertajuk “Storytelling” diselenggarakan dengan penyampaian materi oleh Hannif Andy, pencerita dari Insan Wisata.

Cerita bisa menjadi langkah awal seseorang dapat terhubung dan mendapatkan inspirasi satu sama lain. Namun, tidak semua cerita itu menarik. Materi, pemilihan kata, dan pesan yang disampaikan akan mempengaruhi ketertarikan orang lain terhadap cerita kita. Penceritaan, storytelling, sebuah seni bercerita yang dapat menyentuh, menggerakan, dan menginspirasi orang lain. 

Mengapa cerita atau bercerita itu penting? 

Bercerita bukan hanya membuat tulisan yang bagus, diksi yang memikat, dan panjang. Ada pesan yang disampaikan melalui cerita, entah itu dalam bentuk lisan atau tulisan.

— Hannif Andy

Hannif mengawali kelas dengan pertanyaan mengapa bercerita itu penting. Katanya, sebelum kita belajar bagaimana menjadi seorang pencerita yang baik, lebih dulu kita harus tua pentingnya sebuah cerita.

Pertama, sebagai manusia, kita mempunyai kapasitas yang terbatas dalam mengingat suatu memori, tidak semua memori bisa kita rekam. Dengan adanya cerita, kita bisa memperpanjang ingatan. Kita juga bisa menuangkannya ke dalam tulisan, agar bisa tetap mengingatnya meskin lima atau sepuluh tahun sudah berlalu.

Kedua, kita bisa mewariskan sejarah dan pengetahuan. Tanpa tulisan dan penulis, maka sejarah tidak akan bisa tersampaikan. 

Ketiga, cerita merupakan media untuk menyampaikan pesan. Banyak cerita yang bisa menggugah hati nurani kita, menggerakkan empati yang kita punya karena sebuah cerita yang kita baca, tersematkan sebuah pesan. Pesan inilah yang menjadi kekuatan sebuah cerita, akankan cerita itu mempunyai dampak atau tidak.

Keempat, dengan bercerita kita juga bisa mengajak orang lain untuk menikmati apa yang bisa kita rasakan secara langsung. Kita bisa membagikan pengalaman liburan ke Semarang, ke media sosial, atau website pribadi kita. Dengan bercerita ke dalam wadah yang tersedia, kita bisa membuat orang lain merasakan pengalaman yang sama dengan apa yang kita rasakan. 

Dan yang terakhir, dengan bercerita akan ada manfaat ekonomi yang dirasakan. Kita bisa menulis cerita tentang desa wisata yang ternyata dari tulisan tersebut membuat banyak orang juga ingin berkunjung ke desa wisata yang kita kunjungi. Secara tidak langsung, tulisan kita membuat perputaran dana di desa wisata. Selain itu, kita bisa menjadikan aktivitas menulis sebagai profesi yang bermanfaat. 

Belajar bercerita melalui Boon Pring 

Boon Pring merupakan kawasan hutan bambu yang terletak di Sanankerto, Malang. Boon berarti anugerah, dan pring berarti bambu. Ceritanya, masyarakat di Sanankerto dulu banyak yang putus sekolah dan pengangguran. Lalu mereka mulai berpikir untuk membuka lapangan pekerjaan dari hutan bambu yang ada di sekitar. Mereka kemudian memanfaatkan limbah dari hutan bambu untuk dijadikan kerajinan yang memiliki nilai jual.

Dari sedikit penggalan cerita di atas, kita bisa belajar bahwa ketika membuat sebuah cerita, tidak hanya sisi keindahan saja yang dituangkan. Namun, kita bisa menggali lebih dalam ada masalah apa di sana, bagaimana masyarakat kemudian melihat peluang, bagaimana masyarakat jatuh bangun dalam memulai desa wisata, dan mencoba ragam inovasi untuk mengembangkan desa. Hal-hal seperti itu lah yang membuat tulisan kita mempunyai kesan yang lebih dalam. 

Kesulitan terbesar dalam menuliskan cerita

Semua orang punya cerita, dan pada dasarnya semua orang juga dapat bercerita. Yang menjadi permasalahan adalah mau nggak sih kita bercerita?

Kita bisa mengawali proses bercerita dengan menuliskan apa yang kita tahu dan alami. Bayangkan ada seorang anak kecil yang sedang bermain sepeda. Di jalan, ia bertemu dengan teman baru, dan ketika dia pulang, dia akan menceritakan apa yang dia lihat dan yang dia alami kepada orang tuanya. Bercerita sesederhana itu, kita dapat memulainya dengan hanya mengulang hal-hal yang sudah kita lihat tadi, kepada orang lain. 

Di tahap yang lebih tinggi, kita bisa menuangkan banyak hal ke dalam tulisan kita, tidak hanya sesuatu yang bisa kita lihat saja. Hal-hal seperti sejarah (tentang legenda, cerita rakyat, asal mula daerah, profesi masyarakat, adat istiadat, dsb) juga bisa ceritakan karena setiap daerah pasti mempunyai kisah menarik dan unik.

Potensi lain yang bisa dituangkan ke dalam tulisan adalah arsitektur/bangunan. Mungkin ketika melihat sebuah bangunan kesannya biasa-biasa saja, namun ketika kita mau menelusurinya lebih dalam, barangkali bisa mendapatkan cerita di balik bangunan tersebut. Misalnya, mengapa bangunan tersebut dibangun di daerah itu, gaya bangunan memiliki arti apa, dan banyak hal bisa kita eksplorasi.

Kuliner juga salah satu topik yang cukup menarik. Kita bisa menulis tentang hidangan khas yang bisa dinikmati dan hanya ada ditempat yang kita kunjungi, dan memberikan rekomendasi kepada pembaca. Topik-topik lain yang bisa kita ceritakan yakni nilai lokal dari sebuat tempat, manusia atau sosok inspiratif, hingga kerajinan tangan dari tempat yang kita kunjungi.

Membuat cerita perjalanan

Salah satu poin penting ketika kita bercerita (dalam bentuk tulisan misalnya), jangan lupa untuk menuangkan pesan yang menjadi refleksi bagi diri kita sendiri dan juga pembaca. Cerita yang membekas di benak pembacanya, akan membuat mereka berempati dan berpikir, bahkan mungkin bisa mengubah hidup pembacanya. Oleh karenanya, kita perlu mempersiapkan beberapa hal sebelum bercerita tentang perjalanan. Hannif pun memberikan beberapa jurus yang bisa kita pakai saat akan menulis perjalanan.

Ketika ingin melakukan sebuah perjalanan, minimal kita harus tahu tentang destinasi yang dikunjungi. Kemudian niatkan untuk silaturahmi dan menggali lebih banyak pengetahuan. Bertanya disaat merasa penasaran, berhenti saat sudah mendapat jawaban. Perhatikan etika, bahasa, dan alat yang kita gunakan dan terakhir catat/rekam dan segera tuliskan. 

Memanfaatkan lima indera sebagai media yang dapat membantu kita untuk memahami dunia yang bisa kita tuangkan dalam tulisan. Menggunakan indera pengecap ketika ingin menulis tentang kuliner, indera peraba untuk mendeskripsikan tekstur dari sebuah kerajinan, dan lain sebagainya.

Hannif melanjutkan, melakukan riset dan mencari tahu di awal itu sangat penting. Jangan sampai momen penting yang harusnya bisa kita nikmati justru kita lewatkan, dari hal yang paling dasar, seperti memeriksa musim, ritual yang ingin kita lihat diadakan bulan apa. Sehingga kita tidak sia-sia setelah sampai tujuan.

Ketika melakukan perjalanan pun, kita harus menyiapkan cukup waktu. Jangan terburu-buru untuk pulang, boleh jadi ada sesuatu yang menarik setelahnya. Maka dari itu, nikmatilah perjalanan dengan santai.

Tips untuk memulai bercerita

Ketika kita memutuskan untuk mulai bercerita, pastikan untuk banyak membaca, sehingga kita dapat memperkaya sudut pandang dan perbendaharaan kata. Karena tanpa disadari, saat banyak membaca, kosakata yang dipunya juga semakin kaya.

Beri ruang kepada orang lain untuk tampil di dalam ceritamu. Jangan melulu menceritakan diri kita. Jangan memberikan panggung untuk diri kita sendiri. Carilah sosok inspiratif yang bisa menginspirasi diri kita sendiri dan orang lain. Masukkan nilai-nilai perjuangan dan edukasi. Akan banyak hal-hal yang membuat kita termotivasi dengan bertemu banyak orang yang bisa menginspirasi orang lain.

Tuliskan dan bagikan, supaya orang lain bisa membaca dan berkomentar. 

Dan terakhir hal paling penting yang perlu diingat adalah tidak ada tulisan yang buruk selama kita menuliskannya dari hati.

Alur penceritaan a la Hannif Andy

Hal pertama yang dilakukan Hannif ketika bercerita adalah mencari konflik. Kita harus tau kira-kira masalah yang ada apa saja, lalu kita harus mencari klimaksnya dimana. Titik puncak masalah yang terjadi itu apa, dan solusi atas masalah tersebut. Lalu, jangan lupa berikan kesimpulan, biasanya berisi tentang pesan yang ingin disampaikan untuk diri sendiri maupun pembaca. 

Selama kelas berlangsung, Hannif Andy banyak membagikan kisah-kisah dibalik tulisan yang ia buat. Ada banyak pembelajaran yang bisa kita ambil, misalnya tentang bagaimana tulisannya dapat menginspirasi orang lain, sehingga dapat menciptakan aksi yang positif.

Nah, untuk kamu yang ketinggalan kelas kedua Hore Hutan x Sekolah TelusuRI ini, simak selengkapnya melalui rekaman video di bawah ini ya.


Hore Hutan x Sekolah TelusuRI: Storytelling Class merupakan kelas diskusi kolaborasi antara Hutan Itu Indonesia dan TelusuRI.

Seorang yang mencoba memberanikan diri untuk melupakan pantai, sehingga dapat menemukan samudra baru.

Avatar

Seorang yang mencoba memberanikan diri untuk melupakan pantai, sehingga dapat menemukan samudra baru.
Artikel Terkait
Itinerary

Menelisik Sejarah di Lembah Tumpang

Itinerary

Film Balada Si Roy: Bukan Sekadar Bahan Nostalgia

Itinerary

Belajar Fotografi Bersama Arbain Rambey

ItineraryNusantarasa

Sehari Memanjakan Perut dengan Beragam Kuliner Khas Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *