Pilihan EditorTravelog

“SkyGrapher Goes to Krakatau,” Ketika “Pilot” Pergi Melaut

Tulisan ini kolaborasi antara SkyGrapher dan TelusuRI


Tanggal 16-18 Maret 2018 kemarin, komunitas penerbang drone, SkyGrapher, ngadain acara hunting bareng sekaligus jalan-jalan ke Krakatau. Acaranya dinamakan SkyGrapher Goes to Krakatau. Kebetulan, saya ikutan.

Pesertanya lumayan banyak, yakni 22 orang. Semuanya adalah anggota SkyGrapher yang berasal dari segala penjuru, dari mulai Riau, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat (Bandung dan Bekasi), sampai Jawa Timur.

goes to krakatau

Para pilot drone di atas kapal/SkyGrapher.id

Lucunya, karena ada beberapa peserta SkyGrapher goes to Krakatau ini yang bawa lebih dari satu drone, total pesawat baling-baling yang dibawa malah lebih banyak dari jumlah peserta, yakni sekitar 28 set. Merknya pun beragam, dari mulai DJI (Mavic Pro, Mavic Air, Spark, Phantom, Inspire Pro) sampai Yuneec.

“Meeting point” di Pelabuhan Canti, Kalianda

skygrapher goes to krakatau

Pose wajib/SkyGrapher.id

Kami berangkat dari tempat tinggal masing-masing tanggal 16 Maret. Sehari kemudian, tanggal 17 Maret pagi, kami akhirnya ngumpul di Pelabuhan Canti, Kalianda, Lampung. Dari sana, kami naik kapal menuju spot snorkeling di Pulau Sebuku Kecil.

Karena hampir semua penumpang kapal adalah pilot drone, setiap kali berhenti semuanya bergiliran menerbangkan drone. Tak terasa, setelah lumayan lama snorkeling dan terbang bergantian di perairan Lampung, akhirnya kami tiba di Pulau Sebesi, tempat homestay kami berada.

skygrapher goes to krakatau

Menikmati dunia bawah laut Lampung/SkyGrapher.id

Di homestay, kami istirahat. Tapi nggak lama-lama. Setelah badan agak relaks, kami melanjutkan perjalanan untuk berburu sunset. Spot pertama adalah Pulau Umang-Umang. Pulau Umang-Umang hanya terpaut sekitar 1 km dari Pelabuhan Sebesi. Makanya, sebenarnya untuk mendapatkan gambar bagus kamu bisa saja menerbangkan drone dari Pelabuhan Sebesi ke Pulau Umang-Umang. (Sore hari biasanya Pulau Umang-Umbang bakal ramai oleh perahu.)

Menikmati sunset di perairan sekitar Krakatau berarti membidik momen matahari tenggelam di tengah laut. Kalau kamu biasa pakai tripod buat ngambil gambar slow speed, memotret matahari terbenam dari laut mungkin agak sulit. Soalnya goyang-goyang. Tapi, kalau pakai drone rasanya seru sekali menangkap momen matahari terbenam dari tengah laut.

skygrapher

Warna biru-putih kaos SkyGrapher tampak menyatu dengan laut/SkyGrapher

Sayang sekali kami harus kembali ke pelabuhan sebelum gelap sepenuhnya turun. Soalnya, kapal yang kami tumpangi tidak dilengkapi alat penerangan.

Mendaki Gunung Anak Krakatau

Hari terakhir, 18 Maret, kami sengaja tidak menikmati momen matahari terbit di perahu. (Biasanya, perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau dimulai jam 4 pagi.) Kami lebih memilih untuk melihat sunrise di dermaga di Pulau Sebesi.

skygrapher

Ditemani langit cerah waktu menjelajahi perairan Lampung/SkyGrapher.id

Sekitar jam 7-8 pagi ketika kapal kami akhirnya meluncur ke Gunung Anak Krakatau. Setiba di pulau, di kaki gunung, kami pun segera trekking.

Tiga puluh menit waktu kami habiskan untuk tiba di titik tengah/batas aman gunung sisa letusan Krakatau itu. Menurut catatan sejarah, Gunung Krakatau di Selat Sunda meletus dahsyat 26-27 Agustus 1883. Letusan Gunung Krakatau disebut-sebut 13.000 kali lebih dahsyat dibanding bom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pas Perang Dunia II.

Trek menuju batas titik aman pendakian Gunung Anak Krakatau lumayan landai. Kalau kamu biasa hiking, mungkin keringatmu belum terlalu banyak mengucur. Serunya, sepanjang perjalanan kamu bisa melihat lanskap indah yang mengelilingi Gunung Anak Krakatau.

Pose klasik/SkyGrapher.id

Seturun dari Gunung Anak Krakatau, kami sempat snorkeling dulu di Pulau Panjang. Pemandangan bawah air Pulau Panjang cukup keren. Mungkin karena pulau ini bukan spot favorit pejalan, terumbu karangnya masih bagus dan terjaga. Sore hari, kami kembali ke Pelabuhan Canti di Kalianda. SkyGrapher Goes to Krakatau pun usai.

Semua foto diunggah di media sosial dengan tagar #skygraphergoestokrakatau

Tapi, SkyGrapher Goes to Krakatau tidak berakhir begitu saja. Sebagai follow up, disponsori oleh Blenger Burger, Jogja Sky, Wellcomm Shop, dan Surabaya Hobby, SkyGrapher membuat lomba foto perjalanan ke Krakatau. Semua foto akan diunggah di media sosial dengan tagar #skygraphergoestokrakatau

Foto bareng di plang Cagar Alam Krakatau/SkyGrapher.id

Selanjutnya SkyGrapher akan kembali mengadakan acara hunting bareng. Kali ini yang jadi tujuan adalah Kepulauan Karimunjawa, tanggal 12-14 Juli 2018. Yuk, ikutan!


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Film maker | Director | Content Creator
Founder www.skygrapher.id
YUNEEC Addict !!
Based Jakarta - Bali

Film maker | Director | Content Creator Founder www.skygrapher.id YUNEEC Addict !! Based Jakarta - Bali
Artikel Terkait
Arah SinggahTravelog

Jalan Berliku Bli Komang Hadapi Perubahan (1)

Arah SinggahTravelog

Merdeka Dimulai dari Sepetak Halaman

Arah SinggahTravelog

Gelora Semangat Konservasi Karang Pemuda Penida

Arah SinggahTravelog

Wahyu dalam Pengolahan Sampah Lembongan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.