Travelog

Mencoba Berjalan di Jembatan Gantung Terpanjang se-Asia Tenggara

Ada yang pernah ke Kabupaten Sukabumi? Daerah yang terkenal sebagai kawasan kabupaten terbesar kedua di pulau Jawa ini sangat seru loh untuk dijadikan salah satu tujuan wisata. Kawasan ini terdapat wisata darat dan laut. Ada gunung Salak, Gunung Halimun, Gunung Pangrango yang didalamnya sudah meliputi air terjun dan tempat berkemah.  Pantai Pelabuhan Ratu, geopark, dan  masih banyak lagi destinasi seru di Kabupaten Sukabumi. Salah satunya yang wajib dikunjungi yaitu jembatan yang terletak di daerah Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang dikenal dengan nama “Situ Gunung Suspension Bridge.” 

Pintu Masuk/Riri Safitri

Jembatan gantung yang dinobatkan sebagai jembatan terpanjang se-Asia Tenggara ini panjangnya 243 meter dengan lebar 1,2 meter dan berada di ketinggian kurang lebih 107 dari dasar tanah.  Jembatan ini dibangun atas kerjasama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan PT Fontis Aquam Vivam, setelah dilakukan uji coba oleh Badan Litbang di bawah Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Jembatan ini resmi dibuka oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan pada Maret 2019 dan resmi dibuka untuk umum sejak 10 Juli 2020. Untuk menuju jembatan ini dari pintu masuk kamu cukup membayar Rp50 ribu saja, tetapi akan beda lagi apabila kamu merupakan orang asli daerah sini serta mempunyai KTP daerah ini, biasanya akan ada potongan harga.  

Alternatif Rute Menuju Situ Gunung Sumpesion Bridge

  1. Memakai kendaraan pribadi terutama motor. Karena daerah ini sejuk, kalau kamu ingin menikmati suasana memakai motor bisa jadi solusi, selain itu juga kamu meminimalisir kemacetan ketika di daerah alun-alun Cisaat. Tapi apabila dalam skala keluarga kamu membawa ayah, ibu, kakek, nenek sebaiknya memakai mobil karena cukup repot juga apabila harus konvoi memakai motor.
  2. Memakai kendaraan umum. Kamu bisa pilih memakai  angkot. Karena Sukabumi terkenal sebagai kota seribu angkot maka siap-siap agak pusing memilih angkot mana menuju situ gunung, tapi kamu jadi bisa lebih santai juga karena angkotnya biasanya ngetem dulu. Kalau kamu memilih memakai angkot berawal dari Bogor (Ciawi) kamu cukup menaiki 4 angkot dari Ciawi-Cicurug, Cicurug-Parungkuda, Parungkuda-Cibadak, Cibadak-Cisaat.  Apabila dari Cisaat (Polsek) menuju Situ Gunung kamu bisa pakai ojek, jangan lupa tanyakan harga terlebih dahulu sebelum kamu naik ojeknya, khawatir harganya dinaikan atau menjadi tidak jelas. 
  3. Memakai kereta. Untuk kereta pilihlah jurusan Bogor-Sukabumi. Untuk pembelian tiket kereta jadi kamu bisa membeli tiketnya jauh-jauh hari via online agar tidak kehabisan. Perjalanan kereta Bogor-Sukabumi, kamu akan langsung tiba di stasiun Cisaat, dan kamu cukup berjalan kaki, naik angkot atau ojek ke daerah Polsek lanjut perjalanan menuju Situ Gunung memakai ojek yang sudah dijelaskan diatas.

Kamu akan disuguhkan pemandangan yang luar biasa asri dan sejuk di sepanjang perjalanan menuju jembatan yang kurang lebih memakan waktu 30 menit. Oh iya perjalanan menuju jembatan hanya boleh dengan berjalan kaki karena jalan hanya setapak sehingga kendaraan hanya boleh masuk sampai pintu masuk saja. 

Uniknya ada panggung teater di tengah hutan yang instagramable banget!

Panggung Teater

Beberapa meter sebelum sampai jembatan, matamu akan dimanjakan oleh suasana unik dari panggung teater dan kursi penonton yang semuanya terbuat dari kayu. Bagi kamu yang sedang mencari tempat untuk pergelaran, tempat ini cocok dengan suasana tengah hutan sebagai hiasannya. 

Fasilitas makanan dan minuman gratis, dan relaksasi diri

Sesampainya di jembatan, kamu akan disuguhkan teh hangat beserta singkong dan pisang rebus. Di suasana yang dingin sangat pas sekali bukan? Kamu bisa sejenak relaksasi dengan aroma alam yang tidak tercampur oleh bisingnya kendaraan dan asap knalpot yang membuat sesak di dada.

Yeay, akhirnya setelah berjuang beberapa menit berjalan menyusuri  hutan. Terbayarkan sudah dengan nuansa ini. Akhirnya perjuanganmu tidak sia-sia setelah menikmati sajian yang luar biasa, kamu akan menguji nyalimu di jembatan ini. 

Situ Gunung Suspension Bridge

Tenang ketika kamu akan berjalan dijembatan ini petugas akan memasangkan pengaman yang aman, jadi kamu nggak usah tegang walau jembatannya bergoyang ketika kaki kamu mulai menginjak ke kayu-kayu yang menjadi lantai jembatan ini. Jembatan ini mampu menampung sampai dengan 50 orang  dibangun menggunakan material baja dan kayu yang berasal dari Papua. Bila kamu tetap takut, saran saja jangan lupa foto karena sangat sayang sekali suasananya dan panorama yang sangat indah ini kamu lewati dengan sia-sia.

Kalau kamu suka dengan wisata alam, apalagi penasaran dengan sensasi menaiki jembatan terpanjang se-Asia Tenggara ini, kamu wajib datang ke Kabupaten Sukabumi yah setelah pademi ini berakhir!

Riri Safitri, seorang Ibu Rumah Tangga yang suka travelling dan nonton film.

Riri Safitri, seorang Ibu Rumah Tangga yang suka travelling dan nonton film.
    Artikel Terkait
    Travelog

    Perjalanan ke Gunung Butak

    Travelog

    Sebuah Petualangan di Bukit Gading

    Travelog

    Sepenggal Kisah di Balik Pembangunan Sirkuit Mandalika

    Travelog

    Singgah ke Masjid Tiban

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Worth reading...
    Senja dan Harapan Baru Diujung Pantai Nunhila