Travelog

Tak Sengaja Singgah ke Limanjawi Art House

Rupa-rupanya, kegabutan di siang bolong melabuhkan saya pada sebuah rumah seni yang namanya belum pernah saya dengar sebelumnya. Rekomendasi Google Maps-lah yang mengantarkan saya ke sini, ke sebuah halaman rumah dikelilingi sawah dan pepohonan.

Hanya angin yang dapat saya rasakan ketika tiba di sini. Tak ada orang sama sekali. Sebuah kanvas lukis bergambar seekor binatang ditinggalkan oleh pelukisnya. Botol-botol cat dan kuas berserakan di atas meja, tampak belum dirapikan. Mungkin sang pelukis buru-buru pergi, atau ia memang akan melukis lagi sehingga belum perlu merapikan sisanya.

limanjawi art house
Plang Limanjawi Art House/Mauren Fitri

Berkali-kali saya mengetuk pintu galeri, namun tak kunjung ada yang menjawabnya. Karena memang tidak punya rencana apa-apa sama sekali, saya memutuskan untuk hanya duduk di teras bangunan Jawa bergaya modern ini sambil menikmati suasana sejuk dan memandangi lukisan Candi Borobudur yang menempel di dinding bangunan.

Tempat ini, Limanjawi Art House, punya koleksi karya seni modern dari para seniman Indonesia, khususnya mereka yang bernaung di Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI). Situs resminya bilang rumah seni ini buka 24/7—dan gratis! Siapa saja boleh berkunjung ke sini, tak terkecuali kamu. Lokasinya dekat Candi Borobudur, terpaut sekitar satu kilometer saja.

limanjawi art house
Fasad Limanjawi Art House/Mauren Fitri

Ngomong-ngomong soal rumah seni, di sekitar Borobudur memang cukup banyak rumah seni berdiri. Salah satu yang pernah saya kunjungi adalah Elo Progo Art House, letaknya tak jauh dari Limanjawi. Belakangan saya tahu bahwa Limanjawi, sebagaimana Elo Progo, cukup tersohor di kalangan seniman lokal.

Tak berapa lama, seorang bapak paruh baya datang menghampiri saya. Meski pada akhirnya kami mengobrol cukup lama, saya benar-benar lupa untuk menanyakan siapa namanya. Tapi saya ingat bahwa ia memperkenalkan diri sebagai penjaga rumah seni ini.

limanjawi art house
Beberapa ekor kucing bersantai di lantai beranda Limanjawi/Mauren Fitri

“Biasanya ramai, Mbak, kalau pas ada pameran kesenian. Kalau ini sedang tidak ada kegiatan, jadi sepi,” begitu katanya sembari menyambut saya. Kami kemudian mengobrol di depan musala. Ia bercerita cukup banyak tentang aktivitas di Limanjawi Art House.

Limanjawi Art House dibangun oleh Pak Umar Chusaeni pada tahun 2002. Ia mencoba menyatukan seniman di sekitar Candi Borobudur. Katanya, banyak seniman di sekitar Borobudur itu produktif. Mereka juga inovatif dalam menghasilkan karya seni yang tak hanya berupa lukisan tapi juga patung. Namun, belum punya ruang mereka untuk memamerkan karya. Lewat Limanjawi Art House, seniman lokal ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Candi Borobudur dan kesenian dapat dinikmati bersama-sama.

rumah seni di borobudur
Lorong galeri/Mauren Fitri

Di sini sering diselenggarakan pameran lukisan dan agenda kesenian lainnya. Sejak aktif 10 tahun lalu, sudah lebih dari 30 kegiatan seni berskala nasional dan internasional digelar di Limanjawi Art House. Tanggal 16 September 2019 besok akan ada perhelatan “Borobudur International Art Exhibition 2019.” Ada 19 negara berpartisipasi dalam gelaran kesenian internasional ini, di antaranya Nepal, Belanda, Jepang, hingga Nigeria dan Bangladesh.

Saya lalu minta izin kepada sang bapak penjaga untuk masuk ke dalam galeri dan sejenak melihat karya apa saja yang ada di dalamnya. Nah, meskipun bukan pencinta karya seni garis keras, ternyata saya bisa menikmati semua karya seni yang ada di galeri Limanjawi ini. Lukisan, patung, hingga pernak-pernik seni lainnya benar-benar memanjakan mata. Sayangnya, tak ada detail keterangan karya-karya seni ini dibuat oleh siapa dan apa maknanya. Saya pun hanya bisa berimajinasi.

galeri
Lukisan-lukisan di galeri Limanjawi/Mauren Fitri

Limanjawi Art House sangat unik. Meski bangunannya modern, lantainya terbuat dari keramik dengan ragam corak antik. Terdapat sebuah areal mirip dapur bernuansa klasik di depan galeri, juga kursi-kursi “malas” bergaya Jawa Kuno yang tertata rapi.

Di sebelahnya ada bangunan rumah bernuansa Jawa, dihiasi ornamen lampu gantung lawas, lukisan, patung-patung kecil, dan kursi kuno. Suasana adem bikin saya berlama-lama di sini sambil mengobrol dengan sang penjaga.

Kalau kamu sedang jalan-jalan ke Borobudur dan tertarik menikmati karya seni, sempatkanlah mampir ke sini. Ada banyak hal yang bisa ditelusuri, baik karya seni yang ditampilkan di galeri maupun alam hijau karya semesta.


Limanjawi Art House
Tingal Kulon, Wanurejo, Borobudur, Magelang
☎ 0293-788317 ✉ limanjawi@gmail.com


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage TelusuRI.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Avatar

Suka gendong ransel, suka motret, kadang nulis.
Related posts
Travelog

Perjalanan Menuju Baduy Dalam

Travelog

Mencari Udara Segar di Gunung Penanggungan

Travelog

Pulau Talango dan Kenangan Manis di Seberang Madura

Travelog

Rumah-rumah Tak Berpagar di Kampung Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *