ITINERARY

Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari

Jalur pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari, Banyumas, resmi dibuka pada 10 Mei 2025. Meski relatif baru dan belum sepopuler jalur resmi lainnya seperti Bambangan (Purbalingga), Dipajaya (Pemalang), dan Permadi Guci (Tegal), tetapi jalur yang titik awal pendakiannya berada di dalam kawasan Kebun Raya Baturraden, Kabupaten Banyumas tersebut memiliki daya tarik dan tantangannya tersendiri.

Jalur Baturraden Lestari menyusul dua jalur klasik lainnya di kawasan Baturraden, yaitu Baturraden Lama (jalur Juang) dan Baturraden Baru (jalur Raden Pala). Bedanya, Baturraden Lestari dikelola oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Wana Karya Lestari dengan skema perhutanan sosial. LPHD Wana Karya Lestari mengelola kawasan hutan desa seluas 247 hektare, yang mendapat pengesahan Kementerian Kehutanan sejak 18 September 2023. Pengakuan hutan desa ini diperjuangkan sejak tahun 2006–2007.

Melalui pemanfaatan jasa lingkungan, Wana Karya Lestari berupaya meningkatkan perekonomian lokal melalui pengelolaan ekowisata berbasis konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Selain pendakian reguler, Wana Karya Lestari juga menawarkan daya tarik wisata minat khusus lainnya, antara lain forest healing, birdwatching, trail run, camping, dan bushcrafting. Adapun Base Camp (BC) Wana Karya Lestari terletak di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, dekat dengan gerbang wisata Kebun Raya Baturraden.

Pada 19–21 Juli 2025 lalu, saya dan empat orang kawan mendaki gunung tertinggi di Jawa Tengah itu (3.428 mdpl)—tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru (3.676 mdpl). Sesuai anjuran pihak BC, kami merencanakan program pendakian selama 3 hari 2 malam. Durasi tersebut merupakan waktu minimal yang ideal, santai, dan relatif tidak terlalu melelahkan untuk menikmati keasrian hutan tropis Gunung Slamet.

  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari

Peta Jalur Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari

Seperti jalur pendakian lainnya di lereng tenggara Gunung Slamet, Baturraden Lestari memiliki reputasi sebagai jalur yang sangat panjang, terjal, vegetasi rapat dan basah, hingga masih menjadi lintasan satwa-satwa endemik. Yang menarik, sebagian nama pos di jalur Baturraden Lestari diambil dari nama burung-burung lokal endemik Gunung Slamet. Sebuah pesan untuk menjaga ekosistem yang berjasa terhadap lestarinya hutan Gunung Slamet.

Nyaris tiga perempat jalur ini berada di dalam hutan lebat dan relatif tertutup. Stok sumber air yang stabil terdapat di Pos 2 Sintok dan Pos 4 Katik, sedangkan Pos 7 Simbar Angin hanya musiman. Titik awal pendakian terbilang rendah (770 mdpl), dengan panjang jalur sampai batas aman pendakian sebelum puncak sekitar 12 kilometer. Oleh karena itu, butuh persiapan fisik, mental, tim solid, dan manajemen logistik yang mumpuni saat menyusuri jalur ini. 

Umumnya lebar trek cukup sempit dengan setapak tanah yang relatif gembur dan akan licin saat hujan, terutama selepas perbatasan kawasan hutan desa. Meski relatif cukup jelas, saya menyarankan untuk tetap membawa gawai yang bisa membaca peta atau alat navigasi GPS. Lalu, mulailah pendakian sepagi mungkin (sebelum pukul 8 pagi) agar tidak kemalaman di jalur. Sebelum berangkat, biasanya tim BC Wana Karya Lestari akan menggelar briefing terlebih dahulu kepada tim pendaki, memberikan informasi seputar jalur, kondisi hutan, aturan dan pantangan, serta imbauan-imbauan penting untuk keselamatan pendakian.

Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
Peta jalur pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari dan pos-pos yang disediakan pengelola. Data tracklog saya rekam menggunakan GAIA Maps dan diolah lewat Google Earth. Untuk opsi yang lebih mudah, silakan unduh peta PDF rilisan BC Wana Karya Lestari yang bisa dibuka offline melalui aplikasi Avenza Maps di gawai Android maupun iOS. Angka ketinggian dan jarak bisa berbeda, tergantung proses kalibrasi alat dan kondisi di lapangan.

BC Wana Karya Lestari (613 mdpl) — Gerbang Pendakian (770 mdpl): +2 kilometer

  • Untuk memangkas waktu, saya sarankan memakai jasa ojek dari BC ke gerbang pendakian dengan tarif Rp15.000 sekali jalan
  • Rute ojek memasuki gerbang Kebun Raya Baturraden (tidak perlu bayar lagi), lalu berakhir di gerbang pendakian atau pintu hutan di pinggir jalan aspal
  • Estimasi: 5–6 menit dengan ojek

Gerbang Pendakian (770 mdpl) — Pos 1 Percit (1.085 mdpl): +2,7 kilometer

  • Rute mula-mula melewati jalan setapak di antara rerumputan di bawah kanopi pohon pinus, lalu menyeberang sungai kecil dan sedikit menanjak memasuki hutan
  • Meski panjang, kontur trek relatif flat dan cukup lebar sampai batas hutan desa (882 mdpl), dengan medan tanah dan batu-batuan acak
  • Setelah batas hutan desa, trek mulai menanjak dan menyempit dengan vegetasi perdu rapat, tetapi kanopi hutan masih cukup terbuka
  • Percit adalah nama lokal burung kacamata pleci (Zosterops melanurus) yang habitatnya di Pos 1 dan dahulu biasa dijumpai di kebun-kebun masyarakat Kemutug Lor
  • Area Pos 1 Percit lumayan luas, terdapat gubuk sederhana di dekat pohon bambu yang cocok buat istirahat sejenak sebelum melanjutkan pendakian
  • Estimasi: 1–1,5 jam

Pos 1 Percit (1.085 mdpl) — Pos 2 Sintok (1.241 mdpl): +1 kilometer

  • Jarak antarpos termasuk yang paling dekat di jalur ini, dengan elevasi relatif bersahabat meski sesekali menanjak
  • Sintok merupakan nama lokal burung kadalan birah (Phaenicophaeus curvirostris), pemimpin koloni burung kecil yang menghuni hutan di sekitar pos
  • Pos 2 Sintok juga memiliki area datar cukup luas dan nyaman untuk istirahat atau mendirikan 8–10 tenda dome, terdapat sumber air berupa aliran sungai kecil sekitar 30 meter ke arah barat dari jalur pendakian
  • Estimasi: 45–60 menit
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari

Pos 2 Sintok (1.241 mdpl) — Pos 3 Bongkrek (1.660 mdpl): +2,8 kilometer

  • Jarak antarpos terjauh di jalur ini dan salah satu trek yang paling berat dilalui
  • Hutan mulai rapat dan tertutup, lembap, dan tanah cukup basah sekalipun kemarau
  • Trek sempit dan banyak tanjakan panjang tanpa putus, sedangkan area rehat untuk sekadar menstabilkan napas dan kaki sangat terbatas
  • Bongkrek adalah nama lokal burung cica-kopi jawa (Pomatorhinus montanus) yang sudah mulai sulit dijumpai dan terancam punah
  • Area datar Pos 3 Bongkrek cukup sempit, tetapi cukup untuk mengatur napas setelah dihajar tanjakan dan jalur yang panjang dari Pos 2
  • Estimasi: 2 jam

Pos 3 Bongkrek (1.660 mdpl) — Pos 4 Katik (1.839 mdpl): +1 kilometer

  • Medan pendakian masih mirip seperti dari Pos 2 ke Pos 3, hanya saja lebih pendek
  • Katik merupakan nama lokal dari jenis burung yang bulunya dominan hijau dari kelompok merpati (Columbidae), yang perannya sangat penting sebagai penyebar biji di ekosistem hutan
  • Pos 4 Katik ideal untuk berkemah selama dua malam karena teduh dan terdapat sumber air jernih dari aliran pipa maupun sungai, tapi kapasitasnya terbatas untuk 4–5 tenda saja
  • Jika sudah terlampau sore tiba di Pos 4, lebih baik bermalam di pos ini daripada memaksakan naik ke Pos 7, meskipun jarak ke puncak masih sangat jauh
  • Estimasi: 45 menit

Pos 4 Katik (1.845 mdpl) — Pos 5 Kantong Semar (2.050 mdpl): +800 meter

  • Tipikal jalur masih serupa seperti rute Pos 2 ke Pos 3 atau Pos 3 ke Pos 4
  • Hutan di sekitar Pos 5 merupakan habitat kantong semar (Nepenthes adrianii) endemik Gunung Slamet
  • Area Pos 5 tidak terlalu luas, cukup buat sekadar beristirahat
  • Estimasi: 45–50 menit
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari

Pos 5 Kantong Semar (2.050 mdpl) — Pos 6 Kuda-kuda (2.298 mdpl): + 1 kilometer

  • Jarak ke Pos 6 sedikit lebih panjang dengan kontur dan vegetasi yang relatif mirip sejak dari Pos 2, didominasi hutan lumut dan tanaman perdu
  • Pos 6 dinamakan Kuda-kuda karena terdapat burung endemik yang kicauannya seperti lengkingan kuda, namanya poksai kuda ras Gunung Slamet (Garrulax rufifrons slamatensis) yang hidup di hutan sekitar pos ini
  • Pendakian dari Pos 5 ke Pos 6 bisa jadi pemanasan sekaligus uji mental sebelum menempuh rute terberat kedua menuju pos berikutnya (pos 7 Simbar Angin)
  • Area Pos 6 tidak terlalu luas, cukup buat sekadar beristirahat
  • Estimasi: 45–50 menit

Pos 6 Kuda-kuda (2.298 mdpl) — Pos 7 Simbar Angin (2.695 mdpl): +1,2 kilometer

  • Rute paling berat di jalur ini, dengan elevasi mencapai 400 meter vertikal
  • Mendekati Pos 7, vegetasi mulai sedikit terbuka meski masih dijumpai pohon-pohon lumut berukuran besar dan tanaman perdu setinggi manusia
  • Simbar angin merupakan sejenis tumbuhan lumut yang hidup di batang-batang pohon dan biasa digunakan sebagai bahan baku obat tradisional masyarakat lokal
  • Pos 7 merupakan tempat aman terakhir untuk mendirikan tenda, meski tempatnya sangat terbatas hanya untuk 2–3 tenda dengan kontur tanah agak miring
  • Sumber air di pos ini bersifat musiman, sehingga perlu membawa air berlebih dari Pos 4
  • Estimasi: 2–2,5 jam

Pos 7 Simbar Angin (2.695 mdpl) — Pos 8 Cantigi (2.963 mdpl): +100 meter

  • Jarak ke Pos 8 merupakan yang paling dekat di jalur ini, tetapi konturnya cukup terjal sehingga memakan waktu tempuh lumayan lama
  • Vegetasi semula cukup rapat dengan pohon-pohon kecil menyerupai lorong di jalur, lalu semakin terbuka mendekati Pos 8 dan mulai ditemukan edelweis
  • Di Pos 8, juga terdapat banyak tumbuhan cantigi atau manisrejo (Vaccinium varingifolium), buahnya yang berwarna ungu gelap biasa disebut beri gunung
  • Keberadaan cantigi di jalur ini merupakan penanda bahwa pendaki mendekati area plawangan (batas vegetasi hutan dengan area berpasir-berbatu)
  • EstimasI: 1–1,5 jam
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari

Pos 8 Cantigi (2.695 mdpl) — Plawangan (3.092 mdpl): +200 meter

  • Jalur masih cukup terjal meskipun vegetasi masih terbilang cukup teduh dari terik matahari
  • Sebelum Plawangan, dijumpai bivak darurat dari batang kayu di sisi kanan jalur untuk sekadar istirahat atau berteduh
  • Mendekati Plawangan, trek tanah mulai berubah menjadi batu-batuan vulkanis cadas dan padat, yang akan licin ketika hujan
  • Plawangan merupakan area batas vegetasi, pendaki keluar dari hutan menuju hamparan terbuka penuh pasir dan batu-batuan yang tidak stabil sampai puncak
  • Dari Plawangan, pemandangan menjadi sangat terbuka, mulai dari lebatnya rimba Gunung Slamet, tebing puncak yang curam, sampai Laut Jawa di pesisir utara
  • EstimasI: 45–60 menit

Plawangan (3.092 mdpl) — Batas Aman Pendakian (3.115 mdpl): +100 meter

  • Batas aman pendakian berada tak jauh dari Plawangan, ditandai plang oranye dari Perhutani bertuliskan “Batas Aman Pendakian, Dilarang Melintas”
  • Penetapan batas aman ini merupakan tindak lanjut dari peningkatan aktivitas vulkanis kawah Gunung Slamet, yang tercatat berada pada level 2 (Waspada) sejak tahun 2019
  • Pendaki dianjurkan menghentikan batas pendakiannya di titik ini, tidak memaksakan lanjut ke puncak dan kembali ke tenda
  • EstimasI: 5–10 menit

Saat itu saya dan tim berhenti di plang batas aman karena sudah terlalu siang dan khawatir bisa terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba. Dari titik ini, jarak ke puncak tertinggi Slamet sekitar 500-700 meter dengan elevasi 300 meter vertikal, kira-kira masih butuh 1-2 jam perjalanan lagi. Di titik ini pula, turun bersama-sama dengan selamat lebih penting daripada pencapaian puncak.

  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
  • Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari

Reservasi dan biaya registrasi pendakian

Pihak BC Wana Karya Lestari tidak menyebut jumlah pasti untuk kuota pendakian per harinya. Namun, Daryono mengatakan akan segera menutup akses pendakian jika dalam satu hari sudah terdapat maksimal 20–30 orang pendaki yang naik. Sebab, area berkemah utama seperti di Pos 4 dan Pos 7 cukup terbatas jika harus menampung terlalu banyak tenda. Kepadatan pendaki juga dikhawatirkan bisa memengaruhi keasrian hutan, menghasilkan banyak sampah, dan berpotensi mengganggu ekosistem hayati di jalur tersebut. Situasi ini sudah terjadi di jalur lain seperti Bambangan–Dipajaya dan Permadi Guci.

Oleh karena itu, pengelola menerapkan kebijakan reservasi secara online terlebih dahulu sebelum berangkat. Calon pendaki bisa mengakses tautan reservasi.info untuk melakukan reservasi. Untuk pendakian reguler, biayanya sebesar Rp50.000 per orang, dengan minimal tiga personel dalam satu tim. Jika kurang dari ketentuan, pihak base camp akan melakukan penilaian apakah pendaki tersebut memiliki pengalaman untuk berkegiatan di alam bebas atau harus didampingi pemandu maupun porter. Sebagai saran tambahan, dianjurkan membawa handy talky (HT) untuk sarana komunikasi dengan base camp, atau sewa Rp20.000 per unit HT.

Biaya pendakian tersebut mencakup asuransi, akses fasilitas base camp (Wi-Fi, listrik, air bersih, dan parkir), akomodasi atau penginapan di area base camp, dan kontribusi konservasi hutan. Sebelum reservasi, saya sarankan terlebih dahulu menghubungi admin BC Wana Karya Lestari untuk meminta informasi kuota, peta pendakian, cuaca, maupun profil jalur yang bisa dipelajari. Berikut nomor Whatsapp yang bisa dihubungi: https://wa.me/6285179795857

Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
Mendakilah bersama teman-teman satu tim yang sefrekuensi, memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing selama pendakian. Terkadang tim kecil dengan jumlah 5-6 orang lebih ideal dan memudahkan koordinasi daripada kelompok besar, apalagi di jalur panjang dan menantang seperti Baturraden Lestari/Rifqy Faiza Rahman

Akses transportasi

Terletak di dekat kawasan wisata Kebun Raya Baturraden, BC Wana Karya Lestari sebenarnya terbilang strategis. Sampai saat ini, tersedia moda transportasi bus rapid transit (BRT) Trans Banyumas Koridor 2 (K2BM) dengan trayek Terminal Notog Patikraja–Terminal Baturraden. Terminal Baturraden merupakan pemberhentian terakhir, hanya berjarak sekitar satu kilometer ke gerbang wisata Kebun Raya Baturraden maupun BC Wana Karya Lestari.

Jika datang dari arah Jakarta (barat) maupun Surabaya–Jogja (timur), bisa naik kereta api tujuan Stasiun Purwokerto atau naik bus jarak jauh tujuan Terminal Bulupitu. Keduanya terintegrasi dengan koridor BRT Trans Banyumas. Selain itu, juga terdapat BRT Trans Jateng yang melayani mobilitas dalam skala aglomerasi regional hingga Purbalingga, tetangga Kabupaten Banyumas. Silakan cek akun Instagram Trans Banyumas dan Trans Jateng untuk informasi lebih lengkap perihal rute dan biayanya.

Namun, jika ingin fleksibilitas, kendaraan pribadi mungkin lebih nyaman. Tempat parkir base camp sangat luas untuk beberapa mobil dan sepeda motor. Pihak BC Wana Karya Lestari juga melayani jasa antar jemput pendaki di stasiun maupun terminal terdekat.

Alamat BC Wana Karya Lestari (Google Maps):

Tips Manajemen Pendakian

Mendaki gunung termasuk kegiatan ekstrem yang membutuhkan perencanaan matang dan banyak persiapan. Jadi, jangan sampai kita masuk hutan dengan tangan kosong. Apalagi dengan jalur yang menuntut ketahanan fisik dan mental yang kuat seperti Baturraden Lestari. Inilah tips dari saya sebelum memutuskan siap untuk berangkat mendaki:

  1. Mendakilah saat musim kemarau, bukan musim hujan yang akan menyulitkan pendakian, serta cek berkala status jalur pendakian sedang ditutup atau dibuka;
  2. Riset jalur terlebih dahulu dan gali informasi sebanyak-banyaknya, meliputi peta jalur, estimasi jarak dan waktu tempuh, lokasi berkemah, sumber air, vegetasi, hingga jenis flora dan fauna yang mungkin akan ditemui. Jangan lupa pula mengecek prakiraan cuaca terkini melalui radar BMKG atau aplikasi sejenis;
  3. Membuat perencanaan pendakian dengan matang, serta menyiapkan rencana cadangan jika terjadi sesuatu yang bersifat darurat (perubahan cuaca, cedera, dan logistik menipis);
  4. Latihan fisik secukupnya beberapa bulan sebelum tanggal pendakian, agar fisik prima selama pendakian. Beberapa opsi latihan fisik yang bisa kamu lakukan antara lain jogging, squat, plank, burpees, atau berenang. 
  5. Menyiapkan logistik dan perlengkapan pendakian sesuai standar, agar pendakian lancar dan nyaman. Alat pendakian tidak harus mahal, yang penting sesuai fungsi dan mengutamakan faktor keselamatan. Berikut saya lampirkan daftar perlengkapan pribadi dan kelompok yang bisa jadi pedoman sebelum merencanakan pendakian.
Panduan Pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari
Selain perlengkapan standar untuk pribadi dan kelompok, pastikan bahan makanan yang dibawa tidak hanya sekadar mengenyangkan, tetapi juga tetap memiliki nutrisi dan energi sesuai yang dibutuhkan tubuh. Sediakan kotak kemasan non-plastik sekali pakai agar mengurangi sampah anorganik/Rifqy Faiza Rahman

Selain persiapan teknis, kita juga perlu menyiapkan hal-hal nonteknis, yaitu mengatur mental (emosi, ego, kemauan kerja sama) dan menyamakan frekuensi teman-teman satu tim. Sebab, saat ini siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan pendakian, dengan tujuan dan misi yang berbeda-beda. Namun, tidak semua pendaki memiliki kesadaran dan tanggung jawab yang sama untuk ikut menjaga gunung itu sendiri. Berikut sejumlah tips agar kita bisa menjadi pendaki yang bijak:

  1. Menghormati adat istiadat di dusun setempat
  2. Mematuhi peraturan yang berlaku di kawasan hutan
  3. Melengkapi diri dengan peralatan pendakian standar dan menyiapkan logistik yang cukup selama pendakian
  4. Jangan mengikuti ego dan memaksakan diri, terutama ketika cuaca buruk atau kondisi tim tidak memungkinkan untuk melanjutkan pendakian
  5. Meminimalisasi penggunaan plastik sekali pakai
  6. Gunakan botol minum non-plastik kemasan dan membawa jeriken portabel untuk isi ulang air
  7. Gunakan kotak makan untuk menyimpan bahan-bahan makanan kamu
  8. Memilih menu-menu makanan organik, seperti sayur, buah, dan bahan lainnya yang limbahnya bisa kamu timbun di dalam tanah saat pendakian
  9. Membawa pulang sampah anorganik yang mungkin dihasilkan
  10. Membawa kantung sampah secukupnya

Pemutakhiran terakhir pukul 16.00 WIB, 30/01/2026.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Rifqy Faiza Rahman

Seorang penulis perjalanan, pemerhati ekowisata, dan Content Strategist di TelusuRI. Penikmat kopi. Gemar mendaki gunung demi gemintang, matahari terbit dan tenggelam.

Rifqy Faiza Rahman

Seorang penulis perjalanan, pemerhati ekowisata, dan Content Strategist di TelusuRI. Penikmat kopi. Gemar mendaki gunung demi gemintang, matahari terbit dan tenggelam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Worth reading...
4 Jalur Pendakian Gunung Slamet yang Harus Kamu Coba