Itinerary

Nuansa Khas Pedesaan Surabaya di Kayoene

Surabaya selalu identik dengan berisik. Di tengah hiruk pikuknya, di wilayah perumahan Graha Family, tepatnya di Jalan Raya Graha Family Barat, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya terdapat sebuah kafe dengan konsep artistik dominasi kayu yang menonjolkan suasana khas pedesaan. Manipulasi suasana desa semakin sempurna dengan keberadaan sungai bening di samping kafe dengan ikan-ikan yang hidup di sana. Kafe tersebut bernama Kayoene.

Suasana Kafe Koyoene/Akhmad Idris

Suasana Kayoene

Kafe ini beroperasi mulai dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Kayoene menamai tempatnya dengan sebutan Café and Gallery, karena selain menyediakan tempat untuk nongkrong, juga terdapat beberapa bentuk kerajinan seperti kendi, pot, dan sejenisnya. Oleh sebab itu, kafe ini cocok untuk siapapun yang hobi mengoleksi benda-benda kerajinan unik yang terkesan artistik.

Kali pertama memasuki area kafe, siapapun mungkin akan tidak percaya bahwa lokasinya terletak di kota yang terkenal padat dan bising. Suasananya cenderung sepi dan sunyi, sangat jauh dari kesan metropolitan yang telah melekat sejak lama untuk Surabaya.

Desain bangunan kafe yang semuanya terbuat dari kayu serta gaya bangunan selayaknya gubuk-gubuk di pedesaan, seolah benar-benar tampak mustahil berada di tengah kota. Belum lagi yang letaknya di tengah-tengah area perumahan, sehingga menambah kesan sunyi karena jauh dari keramaian. Notabenenya perumahan memang hadir untuk siapapun yang lebih menikmati kesunyian daripada keramaian.

Keberadaan tempat yang artistik tentu saja akan menarik antusiasme generasi milenial. Tempat yang asing bagi masyarakat Surabaya ini akan memicu rasa ingin tahu siapapun yang melihatnya di unggahan media sosial. Kafe seolah ‘dipaksa’ untuk tak hanya menyuguhkan kelezatan makanan, tetapi juga harus menyediakan suasana sekaligus tempat yang nyaman serta kekinian.

Kabar baiknya, kelezatan makanan dan tempat-tempat kekinian itu berhasil dipenuhi oleh Kayoene. Rasa menu makanan di sini menjunjung tinggi cita rasa nusantara, sehingga kemungkinan besar tak akan menyisakan rasa kecewa. Area indoor dengan nuansa coklat kekuningan, area outdoor dengan suasana segar penghijauan, dan sudut-sudut olah kreasi kerajinan memberikan kesan berbeda.

Dan tentu saja ada rupa, ada harga. Kita bisa membeli minuman dengan harga mulai Rp28 ribu dan makanan mulai Rp30 ribu ke atas.

Daftar menu/Akhmad Idris

Harga Makanan dan Minuman

Hampir semua menu yang tersedia adalah makanan dan minuman khas pedesaan. Sebut saja seperti nasi campur dengan harga Rp55 ribu per porsi, tahu telor dengan harga Rp30 ribu per porsi, oseng ikan asap pedas dengan harga Rp38 ribu per porsi, oseng kikil pedas dengan harga Rp55 ribu per porsi, dan dan ayam bedong ukep dengan harga Rp150 ribu untuk ayam utuh dan Rp80 ribu untuk ayam setengah ekor.

Di antara makanan-makanan tersebut, menu yang paling saya rekomendasikan adalah nasi campur karena nasi campur tersaji lengkap dengan tiga buah lauk sekaligus di dalamnya yakni oseng ikan asap, oseng kikil, dan rendang.

Sajian olahan makanan khas pedesaan alias makanan tradisional ini kiranya menjadi pilihan yang tepat ketika ditawarkan di wilayah metropolitan seperti Surabaya. Hal ini karena saya berasumsi dasar bahwa wilayah perkotaan cenderung didominasi oleh kuliner-kuliner modern. Sehingga menyajikan olahan makanan tradisional akan menarik perhatian sekaligus rasa penasaran. Selain itu, Kayoene bisa menjadi solusi untuk masyarakat Surabaya yang rindu makanan desa, tetapi tidak memiliki waktu untuk melancong sejenak ke wilayah pedesaan.

Makanan di kafe Koyoene/Akhmad Idris

Sementara untuk varian minuman yang tersedia adalah kopi rempah dengan harga Rp32, wedang vitalitas dengan harga Rp38, floral tea dengan harga Rp36, teh serei dengan harga Rp33, olahan blended dengan harga Rp40, kopi ndeso dengan harga Rp28, dan teh tarik dengan harga 38.000 rupiah.

Di antara sekian banyak varian minuman, menu yang paling saya reekomendasikan adalah kopi ndeso untuk para pecinta kopi, dan olahan blended untuk para pecinta minuman dingin. Sebagaimana olahan makanan, sajian minuman di sini juga mayoritas adalah minuman khas nusantara.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Dosen dan penulis buku "Wasiat Nabi Khidir untuk Rakyat Indonesia."

Dosen dan penulis buku "Wasiat Nabi Khidir untuk Rakyat Indonesia."
    Artikel Terkait
    Itinerary

    Temui Irene Komala, si “Pink” yang Suka Jalan-Jalan

    Itinerary

    Cerita di Balik Desa Wisata Sumberbulu, Karanganyar

    Itinerary

    Barn Event Hire, Kafe dengan Konsep Taman Terbuka di Surabaya

    Itinerary

    Mengunjungi Air Terjun Curug Sawer di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Worth reading...
    Doesoen Kopi Sirap: Wisata Kopi di Tengah Kebun