Travelog

Mencoba Melupakan Mantan dengan Datang ke Puncak Eurad

Lupakan mantan, menikmati alam. Itulah salah satu kalimat pendek yang terpampang di menara kayu di Puncak Eurad, sebuah tempat wisata alam pegunungan, yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Bagi sebagian orang, melupakan mantan mungkin merupakan hal yang sulit dilakukan. Boro-boro melupakan, yang ada malah terus kepikiran. Pagi, siang, sore, sampai larut malam, yang terbayang adalah wajah sang mantan. Bikin tak enak makan, tak enak tidur. Tapi, buat apa terus dipikirkan, buat apa terus diingat-ingat, apalagi sang mantan sudah milik orang lain. Jadi, bagaimanapun, mesti move on-lah. Main ke alam buat membebaskan pikiran dan sekaligus melupakan mantan adalah hal yang perlu dilakukan. 

Nah, jika kalian ingin coba menikmati alam dan sekalian melupakan mantan, Puncak Eurad barangkali bisa menjadi pilihan.

Terjerat hati

Gerbang Puncak Eurad/Djoko Subinarto

Berada di antara dua desa yaitu Desa Cupunagara, Cisalak, Kabupaten Subang, dan Desa Wangunharja, Lembang, Kabupaten Bandung, Puncak Eurad menawarkan nuansa alami daerah pegunungan. Kata ‘eurad’ (bahasa Sunda) bermakna jerat. Boleh jadi mereka yang datang ke Puncak Eurad kemudian terjerat hatinya oleh panorama alam di kawasan ini, sehingga hal-hal lainnya menjadi benar-benar terlupakan—termasuk sang mantan yang selama ini terus terpikirkan.

Terdapat beberapa akses untuk menuju Puncak Eurad. Salah satunya yakni kita bisa masuk dari Jalan Raya Cikole—Tangkuban Perahu, melalui Desa Cikidang, Lembang. Selain itu, bisa lewat Jalan Ciputri, tak jauh dari Sespimpol, Lembang. Atau melalui jalur Maribaya, yang berada sekitar 11 kilometer ke arah tenggara dari Pasar Lembang. 

Jalur manapun yang dipilih, jika menggunakan kendaraan roda empat, gunakan kendaraan berukuran kecil karena jalan menuju Puncak Eurad tak terlalu lebar, hanya cukup dilalui satu kendaraan roda empat. Akan jauh lebih nyaman jika menggunakan sepeda motor. Satu hal lagi, kendaraan harus dalam kondisi prima dan dapat diandalkan untuk menanjak, mengingat ada beberapa segmen tanjakan yang cukup curam.

Sewaktu beberapa minggu lalu berkesempatan menyambangi tempat wisata ini, saya memilih akses masuk melalui jalur Maribaya. Beberapa puluh meter dari Maribaya, ada jalan menanjak ke kiri. Ikuti terus saja jalan tersebut. Jika kalian gemar hiking dan blusukan, maka dapat saja kendaraan yang kamu tumpangi diparkir di Maribaya. Dari sana, kalian hiking sampai Puncak Eurad. 

Jarak dari Maribaya ke Puncak Eurad sekitar tujuh kilometer. Jika ditempuh dengan jalan kaki santai plus rehat dan foto-foto, paling membutuhkan waktu antara 1,5—2 jam untuk sampai di Puncak Eurad. Menuju Puncak Eurad, kalian akan disuguhi panorama kebun-kebun sayuran berhias gunung serta bukit. Kalian pasti tahu, kawasan Lembang merupakan salah satu sentra sayuran di Jawa Barat.

Jalan menuju Puncak Eurad/Djoko Subinarto

Sembari jalan menuju Puncak Eurad, kalian bisa sambil berswafoto dengan latar hamparan kebun sayuran. Jika kebetulan sedang ada aktivitas memanen sayuran, kalian dapat membeli sayuran segar yang baru dipetik dari kebun petani. Kalau ingin mengetahui sedikit soal cocok tanam, kalian juga dapat singgah di lahan-lahan pembibitan sayur dan bertanya langsung kepada petani, yang biasanya sedang khusyu memilah dan memilih bibit sayuran untuk ditanam.

Lepas dari kebun sayuran, kita kemudian akan memasuki kawasan permukiman. Kanan-kiri rumah-rumah penduduk. Namun, tak lama berselang, kita kembali disuguhi hamparan perkebunan sayuran. Setelah itu, kemudian kita masuk ke kawasan hutan pinus. Bagi kalian yang memiliki indra penciuman yang tajam, aroma kayu dan pucuk pinus dapat langsung kalian rasakan, di sela-sela udara sejuk pegunungan yang memberi sejuta kesegaran.

Sementara itu, mata kita benar-benar dimanjakan oleh vegetasi hijau di kanan-kiri jalan yang kita lewati. Hingga di ujung sebuah tanjakan, persis di kiri jalan, kita dapati gerbang utama Puncak Eurad.  Ada sebuah pos penjagaan di sisi kanan, tempat para pengunjung mengambil tiket masuk. Tarif yang dikenakan untuk masuk ke Puncak Eurad adalah Rp5.000.  Sebuah tarif yang relatif murah.

Jangan lupa baju hangat

Sejak dibuka pada akhir 2016 lalu, Puncak Eurad dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan warga dari Desa Cupunagara, Subang, dan Desa Wangunharja, Lembang, yang bekerjasama dengan pihak Perhutani. Pemasukan dari wisatawan masuk ke kas kedua desa tersebut dan juga ke Perhutani.

Dari Puncak Eurad, kita bisa memandang ke arah pegunungan di kawasan Subang dan pegunungan di kawasan Lembang. Khusus kalian para pemburu dan penikmat matahari terbit, Puncak Eurad mesti masuk ke dalam daftar sunrise point kalian. Untuk melihat sunrise, sebaiknya datang ke tempat ini pada siang menjelang petang dan kemudian berkemah di sana. 

Lahan stroberi di Puncak Eurad/Djoko Subinarto

Di Puncak Eurad disediakan pula lahan khusus stroberi di mana pengunjung dapat membeli bibit dan buah stroberi yang dipetik sendiri. Cuma, waktu saya datang ke lokasi, tanaman stroberi di sana masih belum berbuah. Dengan posisinya yang berada sekitar 1.100-1.400 meter di atas permukaan laut menjadikan udara di kawasan ini senantiasa adem, dengan suhu rata-rata 20 derajat celcius di siang hari. Selepas tengah hari, tak jarang kabut langsung menyergap Puncak Eurad. Jadi, kalian yang datang dari daerah berhawa panas, perlu membawa baju tebal. 

Bakal kurang asyik rasanya apabila kalian bisa melupakan mantan begitu sampai ke Puncak Eurad, namun justru kemudian harus menggigil kedinginan gara-gara lupa tidak membawa baju tebal.

Penulis lepas dan blogger yang gemar bersepeda.

Penulis lepas dan blogger yang gemar bersepeda.
    Artikel Terkait
    Semasa CoronaTravelog

    Mengunjungi Taman Safari Prigen Semasa Corona

    Semasa CoronaTravelog

    Melihat Lebih Dekat Rupa Perjalanan dari Kupang ke Rote Kala Pandemi

    Travelog

    Merayakan Hari Raya di Lappa Laona The Green Highland

    Travelog

    Berwisata ke Museum Benteng Vredeburg

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Worth reading...
    Menjelajah Sumba Timur, Menikmati Air Terjun Waimarang