Events

Yakin Nggak Mau Ikutan Lomba Blog sekalian Melestarikan Dugong dan Padang Lamun?

Putri duyung dalam film dan dugong di dunia nyata ternyata hanya punya dua persamaan: sama-sama punya sirip dan sama-sama menyimpan aura mistis. Selebihnya beda.

Aura mistis itulah yang kemudian membuat manusia cenderung menjauhi dugong. Sebagian masyarakat Alor, misalnya, masih percaya bahwa mamalia laut itu adalah manusia yang—entah kenapa bisa—satu badan dengan ikan.

Efek lain dari legenda yang diturunkan dari generasi ke generasi itu adalah manusia jadi nggak terlalu mengenal dugong.

Akibatnya, menurut salah satu artikel di laman WWF-Indonesia, dugong sedang diintai kepunahan. Penyebabnya antara lain penangkapan ilegal oleh orang-orang yang belum paham kalau dugong adalah hewan yang dilindungi, kerusakan lamun yang jadi habitat dugong, dan salah tangkap.

Mengubah paradigma publik tentang dugong

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah paradigma publik tentang dugong. Agar kepunahan hewan itu dihindari, ia harus “dikeluarkan” dari mitologi dan legenda.

Artinya, pekerjaan utama adalah mengubah mindset publik. Pekerjaan berat memang. Maka, untuk itulah Dugong and Seagrass Conservation Project (DSCP) repot-repot ngumpul di Bogor awal tahun 2017 lalu buat menyusun strategi komunikasi.

Dilansir dari laman WWF-Indonesia, lokakarya itu dinilai sukses. Indikasinya, peserta lokakarya DSCP sudah berhasil merumuskan tujuan komunikasi, pesan kunci, target khalayak, dan media komunikasi yang akan digunakan ke depan.

Lomba blog “Padang Lamun: Rumah Mereka, Untuk Kita”

Sebagai bagian dari kampanya penyelamatan dugong dan padang lamun, DSCP bakal mengadakan lomba blog “Padang Lamun: Rumah Mereka, Untuk Kita.”

Dalam lomba blog Padang Lamun yang berlangsung dari 25 April sampai 31 Mei 2018 itu kamu hanya perlu menulis artikel blog sepanjang minimal 500 kata. Karena temanya padang lamun, tentu saja kamu harus menulis tentang padang lamun.

lomba blog padang lamun

Poster lomba blog Padang Lamun via WWF-Indonesia.com

Tapi kamu bisa mengambil angle sesuai selera, entah lamun dari sudut pandang manusia, duyung, atau makhluk hidup secara umum. Selain itu kamu juga bisa ikut ngasih solusi yang menurutmu paling pas untuk menghindari lamun dan duyung dari kepunahan. Supaya tulisanmu lebih menarik, kamu bebas nambahin gambar atau video.

Hadiahnya lumayan. Pemenang pertama lomba blog Padang Lamun bakal dapat kupon (voucher) belanja senilai Rp 4.000.000, pemenang kedua kupon belanja Rp 2.000.000, sementara pemenang favorit bakal dikasih kupon belanja Rp 3.000.000.

Kalau nggak juara, jangan bersedih hati. Siapa tahu kamu adalah salah satu dari sepuluh peserta pertama yang lolos seleksi lomba blog Padang Lamun. Kalau iya, kamu bakal dapat Rp 100.000 dan merchandise menarik dari DCSP Indonesia. Makanya buruan daftar!

Informasi lebih lanjut soal lomba blog Padang Lamun bisa kamu lihat di sini.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Events

PSBK Art Week: Kolaborasi Indonesia – Belanda dalam Presentasi Tari Kolaboratif ‘Tjampoer’

Events

Serba-Serbi Perayaan Hari Jadi Luwu

Events

Ayo Tebus Jejak Karbon Perjalanan Kamu bersama #TravelCooler

Events

Melihat Pameran Lukisan Self Matter di Galeri Raos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.