Itinerary

6 Gunung di Jawa Ini Berada dalam Kawasan Taman Wisata Alam

Tulisan ini kolaborasi antara SkyGrapher dan TelusuRI


Kalau kamu pejalan—atau, setidaknya, mantengin Instagram—keenam gunung di Jawa ini pasti sudah sangat familiar di telinga kamu. Tapi pasti di antara kamu ada yang belum tahu kalau enam gunung ini berada dalam kawasan taman wisata alam (TWA).

1. Gunung Tangkuban Perahu

berada dalam kawasan taman wisata alam

Kawah Tangkuban Perahu via SkyGrapher.id/jonli jonli

Gunung yang sering diasosiasikan dengan legenda Sangkuriang ini ternyata berada dalam kawasan taman wisata alam. Luasnya sekitar 370 ha.

Tapi di sana masih ada macan tutul, macan kumbang, dan babi hutan. Selain itu juga ada flora seperti puspa, jamuju, rengas, saninten, dll.

Dari Bandung, Tangkuban Perahu cuma terpaut sekitar 29 km. Kamu bisa ke sana naik kendaraan roda dua atau roda empat melewati Bumi Priangan yang hijau dan elok.

2. Gunung Pancar

Gunung Pancar di Citeureup, Kabupaten Bogor, yang belakangan lagi ngehits ternyata juga berada dalam kawasan taman wisata alam. Luasnya lumayan, sekitar 447, 50 ha, dan menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna.

Di Gunung Pancar ada siamang, surili, babi hutan, elang, dsb. Dalam jajaran flora, ada rasamala, rotan, kayu afrika, hingga meranti. Makanya sebelum main ke Gunung Pancar baca-baca dulu sedikit tentang flora dan fauna, biar bisa ngenalin apa yang kamu lihat.

Buat ke Taman Wisata Alam Gunung Pancar, kamu bisa lewat Gerbang Tol Sentul (13 km, 20 menit) atau lewat Bogor (25 km, 1 jam).

3. Gunung Papandayan

berada dalam kawasan taman wisata alam

Kawah Gunung Papandayan via SkyGrapher.id/Jesse Jahja

Papandayan jadi salah satu gunung favorit buat pendakian Sabtu-Minggu. Gunung ini nggak terlalu tinggi, tapi pemandangannya nggak kalah apik ketimbang gunung-gunung di atas 3.000 mpdl.

Di taman wisata alam seluas 225 ha ini tentu saja banyak flora dan fauna yang menarik. Papandayan adalah lokasi idaman para birdwatcher, sebab masih ada elang dan burung-burung lainnya (termasuk walik yang endemik). “Taman” edelweissnya juga keren banget.

Dari Bandung, Gunung Papandayan berjarak sekitar 90 km. Kamu bisa naik bis dulu ke Garut, kemudian nyambung naik angkutan kecil ke Camp David di Cisurupan.

4. Gunung Tampomas

Tampomas juga berada dalam kawasan taman wisata alam. Dibanding Gunung Pancar dan Gunung Tangkuban Perahu, Taman Wisata Alam Gunung Tampomas jauh lebih luas, yakni sekitar 1.250 ha.

Di taman wisata alam ini masih ada kijang, babi hutan, dan aneka burung yang pasti bakal memanjakan mata para birdwatcher. Kekayaan floranya nggak jauh beda dari Gunung Pancar dan Tangkuban Perahu.

Taman Wisata Alam Gunung Tampomas ada di Kabupaten Sumedang. Dari Bandung, jaraknya sekitar 53 km. Nggak perlu khawatir nyasar, udah ada yang nge-pin lokasi Gunung Tampomas di Google Maps.

5. Gunung Guntur

berada dalam taman wisata alam

Kota Garut dan Gunung Guntur di latar belakang via SkyGrapher.id/A.W. Rudy Marendradika

Berada dalam kawasan taman wisata alam seluas 250 ha, Gunung Guntur juga jadi salah satu gunung favorit para petualang di Jawa Barat. Daya tarik utama Gunung Guntur adalah sabananya yang luas.

Gunung Guntur adalah rumah bagi beberapa spesies burung, reptil, dan mamalia kecil. Di gunung ini banyak rumpun cantigi dan pohon pinus.

Dari Bandung, kamu mesti menempuh jarak sekitar 86 km untuk ke Gunung Guntur, melewati Nagrek, terus ke Leles dan Cipanas (Garut).

6. Kawah Ijen

Destinasi yang tersohor karena fenomena api biru di malam hari ini ternyata juga berada dalam kawasan taman wisata alam. Kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen nggak terlalu luas, cuma sekitar 92 ha.

Kawah Ijen adalah habitat beberapa spesies burung, babi hutan, landak, rusa, dll. Taman wisata ini juga jadi rumah bagi banyak tumbuhan-tumbuhan khas ketinggian, seperti mentigi dan edelweiss.

Untuk ke Kawah Ijen, kamu mesti ke Banyuwangi (bisa naik pesawat, kereta, bis, atau mobil pribadi). Dari Banyuwangi, teruskan perjalanan ke Licin, Jambu, sampai Paltuding. Trekking ke Kawah Ijen dimulai dari Paltuding.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
ItineraryNusantarasa

Berburu Kuliner Bersejarah Khas Salatiga (1)

ItineraryNusantarasaPilihan Editor

Nasi Jangkrik, Kuliner Warisan Sunan Kudus

ItineraryPerjalanan Lestari

Ngeteh Sore di Artani, Toko Curah Ramah Lingkungan Pertama di Makassar

Itinerary

Gunung Bantur dalam Bingkai Kintamani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.