Events

“Badung International Art Carnival 2018,” Karnaval Baru di Bali

Bali, “The Best Island in the World,” telah  mampu memposisikan diri sebagai salah satu destinasi pariwisata terbaik dunia. Hal ini tentu memberikan kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia dan masyarakat Bali pada khususnya. Citra positif destinasi pariwisata ini haruslah dijaga dan dipertahankan secara berkesinambungan.

badung international art carnival

Salah satu pertunjukan seni kostum Pancer Langiit via Pancer Langiit/Bima Adiwara

Salah satu unsur utama pariwisata Bali adalah seni dan budaya yang menjadi ciri khas Bali di mata para wisatawan. Menjaga nilai seni dan budaya Bali secara komperehensif dapat dilakukan dengan melestarikan dan mengembangkannya melalui kreativitas seni budaya. Tentu saja harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Akulturasi seni budaya dengan berbagai bidang lain akan menciptakan kreasi-kreasi baru yang dapat menjadi ikon baru pariwisata Bali. Selain itu, karya-karya itu akan menunjukkan bahwa Bali layak menjadi destinasi pariwisata kelas dunia, bukan hanya karena keindahan alam namun juga karena kreativitasnya yang tak lekang oleh zaman.­

Membawa “street performance” ke Pulau Bali

Pagelaran seni budaya di Bali saat ini umumnya masih berupa pentas seni di atas panggung (stage) sehingga kurang variatif. Agar menarik minat wisatawan, harus ada variasi pagelaran seni budaya. Salah satunya, yang cukup terkenal dan diminati di negara lain, adalah pertunjukan seni budaya kolosal berupa street performance atau carnival.

Pagelaran budaya jenis ini sangat umum dipertunjukkan di negara-negara lain, misalnya Brazil yang dikenal sebagai pusat karnaval dunia, USA, dan beberapa negara di Amerika Latin. Daya tarik street perfomance ini luar biasa, melibatkan banyak peserta dan mendatangkan banyak penonton.

badung international art carnival

Kostum Pancer Langiit dalam sebuah kompetisi/Pancer Langiit

Di Indonesia sendiri, beberapa daerah sudah pernah—bahkan ada yang rutin—menyelenggarakan street performance, misalnya Jember, Malang, Yogyakarta, Solo, dan Banyuwangi. Pertunjukan seni seperti ini tentu saja juga layak digelar di Bali. Selain itu, kehadiran street performance di Bali tentu saja akan berkontribusi pada visi Indonesia untuk mendatangkan 20 juta wisatawan dalam kurun waktu 5 tahun ke depan.

Badung International Art Carnival (2018)

Selama ini, daya tarik utama Kabupaten Badung adalah wisata alam, misalnya Pantai Kuta, Nusa Dua, dan pantai-pantai lain di sisi selatan Bali. Namun, selain alam, masih banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan, misalnya yang berbasis atraksi budaya seperti street performance. Untuk membuka Festival Budaya Bahari 2018 tanggal 9 Mei 2018 nanti, Kabupaten Badung menggelar acara karnaval Badung International Art Carnival (BIAC) 2018 di Pantai Pandawa.

Badung International Art Carnival (BIAC) 2018 dikoordinir oleh sanggar seni dari Desa Kapal, Mengwi, Badung, yakni Sanggar Seni Pancer Langiit. Sanggar ini memang telah lama bergerak di bidang seni kostum. Tak terhitung berapa kali sudah mereka berpartisipasi dalam ajang-ajang karnaval dalam dan luar negeri.

badung international art carnival

Kostum Pancer Langiit ditampilkan dalam sebuah pagelaran/Pancer Langiit

Dengan desain kostum yang mengundang decak kagum, prestasi-prestasi yang diraih Sanggar Seni Pancer Langiit juga sangat membanggakan. Mereka kerap memenangkan Best National Costume pada ajang-ajang pageant di berbagai negara mewakili Indonesia. Paling anyar, mereka menjuarai Best National Costume pada acara Miss Asean Friendship 2017 di Vietnam.

Sanggar ini dipimpin seorang pemuda asli Bali, Anak Agung Rahma Putra, yang lahir dan besar di lingkungan seni dan musik tradisional. Pemuda dari Desa Kapal, Mengwi, Badung, itu mendirikan Pancer Langiit sebagai wadah untuk mempersiapkan generasi muda pewaris seni budaya Bali. Dengan tetap berpegang teguh pada warisan budaya leluhur, ia mengkolaborasikan seni tradisional dengan seni kotemporer. Tak heran jika karya-karya sanggar seni itu memberikan nuansa “berbeda,” unik, dan kekinian tanpa harus meninggalkan pakem-pakem Bali.

Menampilkan lebih dari 150 kostum

Badung International Art Carnival 2018 akan diikuti oleh lebih dari 150 kostum dari berbagai daerah dan negara. Pertunjukan ini akan menjadi momen dimulainya era baru karnaval di Bali. Tema yang diusung sesuai dengan Festival Budaya Bahari 2018, yakni “Offering to the Sea,” sebagai bentuk persembahan manusia pada Tuhan atas nikmat dan berkah yang telah diberikan-Nya melalui laut dan isinya.

badung international art carnival

Logo Badung International Art Carnival 2018/Dispar Kab. Badung

Acara Badung International Art Carnival 2018 ini diawali dengan Workshop Talent dan Ekspresi Kostum Carnival pada 8 April 2018 lalu. Workshop ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan bakat generasi muda Bali agar memahami teknis-teknis pembuatan kostum karnaval dan bagaimana cara memperagakan kostum tersebut agar dapat “menghidupkan” karakter kostum yang diciptakan.

Karnaval Badung International Art Carnival 2018 diharapkan dapat menjadi ikon pariwisata atraksi di Kabupaten Badung yang akan menarik lebih banyak wisatawan. Para pemangku kepentingan pariwisata lainnya di Bali, selain pemerintah tentunya, diharapkan pula dapat memberikan kontribusi bagi dunia karnaval di Bali demi pelestarian seni budaya yang menjadi tulang punggung pariwisata Pulau Dewata.


Penulis: Ngurah Wahyu

Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Related posts
Events

Pengalaman Ikut Kelas Kenal Teh di Sekolah TelusuRI

Events

Menelusuri Pecinan Bogor

Events

Belajar Toleransi bersama ANTEROxSabangMerauke di Makassar

Events

Sekolah TelusuRI Semarang #6: TelusuRI Sejarah Jalur Kota Lama–Pecinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *