Itinerary

6 Event Gratis yang Rutin Digelar di Jogja

Orang Jogja nggak pernah kekurangan event buat didatangi. Tiap minggu pasti ada saja acara, baik pertunjukan seni, budaya, atau event-event lain yang bakal menyegarkan pikiran setelah butek dipakai kerja keras selama lima hari penuh. “Banyak event sih banyak event. Tapi kalau masuknya bayar, ‘kan tekor juga ntar.” Kamu sudah skeptis duluan. Jogja beda dari kota-kota lain di Indonesia. Di sini banyak event gratisan. Kamu bisa nonton atau berpartisipasi tanpa bayaran. Kalau belum percaya, nih TelusuRI kasih bocoran 6 event gratis yang rutin digelar di Jogja:

1. Pentas Musik di Warung Kampayo

6 event gratis yang rutin digelar di jogja
Suasana Warung Kampayo via travel.kompas.com

Kampayo (Keluarga Musisi, Penyanyi, dan Artis Panggung Yogyakarta) punya tempat di XT Square, eks terminal yang sekarang disulap jadi sejenis pasar seni. Warung Kampayo yang menyediakan live music setiap hari ini cocok banget buat ngumpul bareng temen-temen. Apalagi kalau kamu suka dangdut atau musik-musik orkes melayu.

Warung Kampayo buka tiap hari kecuali Minggu, dari jam 11 siang sampai tengah malam. Nggak dipungut bayaran buat dengerin live music di Warung Kampayo. Kamu cuma perlu beli makanan. (Anggap aja sekali menyelam minum air; makan sekalian “nyeni.”) Kalau penasaran, datang saja ke XT Square, Jl. Veteran No. 150-151, Pandeyan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

2. Jazz Mben Senen

6 event gratis yang rutin digelar di jogja
Penonton selalu memadati Jazz Mben Senen setiap Senin malam via bentarabudaya.com

Dulunya jazz dimainkan di kafe-kafe oleh orang kulit hitam. Semua orang bebas nonton dan jazz bukan jadi “milik” kelas menengah ke atas. Tapi entah kenapa lama kelamaan jazz jadi elit. Buat nonton jazz saja orang-orang mesti datang ke kafe-kafe mewah, atau menonton festival yang harga tiketnya bikin dompet menangis.

Jazz Mben Senen datang untuk mengembalikan jazz ke akar rumput. Tiap Senin malam (makanya namanya Jazz Mben Senen, yang berarti jazz setiap Senin) Komunitas Jazz Jogja hadir di Bentara Budaya Yogyakarta, Jl. Suroto, Kotabaru, Kota Yogyakarta. Di sini para musisi bakal berinteraksi dengan para penikmat musik jazz dalam dialog yang hangat. Suasananya bikin betah. Kalau kamu musisi, kamu juga bisa ngejam di sini.

3. Jagongan Wagen

6 event gratis yang rutin digelar di jogja
Salah satu pentas di Jagongan Wagen via djarumfoundation.org

Pernah nonton Petualangan Sherina? Atau, yang agak kekinian, Sentilan Sentilun? Kalau sudah, pasti kamu tahu Butet Kertaradjasa. Nah, seniman satu ini adalah anak dari seorang seniman tenar juga, yaitu Bagong Kussudiardja. Bagong Kussudiardja adalah seorang koreografer dan pelukis yang sudah meninggal pada tahun 2004 dulu.

Tapi spirit Alm. Bagong Kussudiardja tetap hidup di sanggar yang didirikannya, yakni Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK). Tiap bulan, di PSBK, Bantul, diadakan pertunjukan berjudul Jagongan Wagen. Di sana kamu bisa menyaksikan berbagai macam pertunjukan seni, dari mulai musik sampai teater. Gratis!

4. Jogja Last Friday Ride

6 event gratis yang rutin digelar di jogja
Peserta Jogja Last Friday Ride sedang melintas di Jl. Urip Sumoharjo, Yogyakarta via morishige.wordpress.com

Event sepedaan bulanan ini diadakan rutin tiap hari Jumat terakhir setiap bulan. Jogja Last Friday Ride (JLFR) ini sudah lama banget rutin diadakan, hampir satu dekade. Dulu, waktu di Jogja lagi rame-ramenya orang pakai sepeda, Jumat malam akhir bulan para pesepeda bakalan jadi raja jalanan. Yang ikut pun beragam, dari mulai anak kecil, siswa sekolah, mahasiswa, sampai mereka-mereka yang sudah bekerja—kadang ada mbah-mbah juga.

Tapi lama kelamaan JLFR makin sepi. Mungkin karena jalanan Jogja sekarang jadi rame banget oleh kendaraan bermotor. Tapi tenang, guys, kamu masih bisa ikutan kok. Kalau mau, cocokkan jadwalmu. Ntar kamu tinggal sewa sepeda 24 jam dan nggowes aja langsung ke Stadion Kridosono buat ikutan ajang ini. Mumpung masih ada.

5. Macapatan Malem Rebo Pon

6 event gratis yang rutin digelar di Jogja
Tembi Rumah Budaya rutin mengadakan Macapatan Malem Rebo Pon via tembi.net

Sederhananya, macapat adalah tembang atau puisi tradisional Jawa. Ya, semacam haiku, atau soneta, atau free verse poem, tapi versi Jawa. Sama seperti jenis-jenis puisi di samping, macapat juga punya aturan-aturan tertentu.

Tapi, modernisasi bikin macapatan, kegiatan bermacapat, jadi semakin tak populer. Makanya semakin sedikit orang yang mengerti—atau, setidaknya—familiar dengan macapat. Tembi Rumah Budaya, Jl. Parangtritis Km 8,4, Sewon, Bantul, berusaha untuk meneruskan tradisi macapat dengan cara mengadakan Macapatan Malem Rebo Pon. Sesuai dengan namanya, event gratis ini diadakan setiap malam Rabu Pon (Pon adalah pasaran dalam penanggalan Jawa).

6. Mocopat Syafaat

Cak Nun sedang berbicara di panggung Mocopat Syafaat via caknun.com

Tiap tanggal 17, di Tamantirto, Kasihan, Bantul, Cak Nun mengajak orang-orang maiyah untuk berdialog. Di acara Mocopat Syafaat itu, Cak Nun akan mengajak semua yang hadir untuk membicarakan isu-isu terkini dan berusaha mengkajinya dari berbagai sudut pandang. Tokoh-tokoh nasional juga sering datang ke acara ini.

Siapkan stamina sebab acaranya lumayan lama. Dari sekitar jam 8 sampai jam 3 atau 4 pagi. Tapi tenang saja. Banyak yang jualan. Penjual kopi bakalan lalu lalang menjajakan kopi hitam atau kopi susu. Lumayan lah buat nahan kantuk. Tapi, semakin malam diskusinya biasanya semakin seru. Nggak usah khawatir bosan karena, meskipun serius, acaranya dibawakan dengan santai. Ditambah lagi kamu bakal bisa menikmati musik-musik fusion Kiai Kanjeng.

Jadi, mau mampir ke event gratis di Jogja yang mana?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage TelusuRI.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

TelusuRI

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

Senja dari Pinggir Brantas

Itinerary

Remeh-temeh yang Tak Remeh tentang Tempe

#dirumahajaItinerary

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Tips Bikin Bujet Traveling ala Dayu Hatmanti

#dirumahajaItinerary

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Ngobrolin Fotografi Perjalanan bareng Ingga Suwandana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *