Itinerary

5 Destinasi Budaya ‘Memorable’ ala Jovita Ayu

Bagi para pejalan, menjelajahi tempat-tempat yang berkesan akan selalu meninggalkan memori; budaya, adat-istiadat, kuliner, hingga cinta yang mengikat seseorang dengan suatu tempat tertentu., pastinya hal ini sulit untuk dilupakan dan selalu ingin mengunjunginya berulang kali. 

Jovita Ayu, sebagai travel influencer, juga memiliki destinasi-destinasi favoritnya yang selalu meninggalkan kesan mendalam.  Mengelilingi Indonesia dengan beragam destinasi, ada beberapa tempat yang menurutnya mempunyai kenangan tersendiri. Bagi Jovita kenangan dan kesan inilah yang membuat dia jatuh hati dan berniat untuk mengunjunginya kembali. Berikut adalah destinasi budaya yang memorable ala Jovita Ayu, kamu tertarik ke sana juga?

Prosesi Garebeg Besar di Keraton Ngayogyakarta
Prosesi Garebeg Besar di Keraton Ngayogyakarta via Yovita Amalia/TEMPO

Yogyakarta

Pernah dengar lagu KLA Project yang berjudul Yogyakarta? Penggalan liriknya yaitu: Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna. Kayaknya kita banyak yang setuju dengan lirik tersebut ya, Sob!

Menyusuri Yogyakarta, pasti kalian familiar dengan Malioboro. Jajanan murah dipadu dengan ragam kerajinan dan kaos khas Jogja, menikmati ragam bangunan tua dan hilir mudik orang yang lalu lalang adalah kekhasan dari Malioboro yang melegenda. Diujung Jalan Malioboro, kamu juga bisa mendapati Keraton Kesultanan Yogyakarta yang megah berdiri dengan lapangan yang luas atau mengunjungi tempat pemandian raja-raja di Tamansari. Yogyakarta sarat kenangan bagi banyak orang.

Danau Sentani
Danau Sentani via TEMPO/Punta Yoga

Sentani 

Sebuah distrik yang berada di Timur Indonesia, tepatnya di Jayapura ini memiliki danau paling ikonik yang juga dikenal dengan nama Danau Sentani. Danau yang memiliki 9360 hektar ini berada di lereng Pegunungan Cyclops, berada pada ketinggian 75 mdpl.

Danau Sentani dulunya merupakan pusat peradaban megalitikum, banyak ditemukan gerabah-gerabah yang diyakini sebagai dari sisa-sisa peninggalan Austronesia pada 3000 tahun silam. Balai Arkeologi Papua, seperti yang dilansir dari situs National Geographic mengungkapkan budaya pembuatan gerabah hanya ada di beberapa tempat di Papua, salah satunya adalah Kampung Abar di Sentani, tak jauh dari Situs Yomokho. 

Kota Bukittinggi
Kota Bukittinggi via TEMPO/Nita Dian

Bukittinggi

Menyibak dari sejarahnya, Bukittinggi pernah menjadi benteng pertahanan pada masa Hindia Belanda dengan nama Fort De Kock, pernah menjadi ibu kota negara kita juga nih pada masa pemerintahan darurat yang dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara. Bukittinggi memang kota yang dikelilingi oleh Gunung Marapi dan Gunung Singgalang, menjadikannya kota yang memiliki pemandangan yang menyejukkan.

Ikon kota ini tentu saja Jam Gadang yang didirikan pada tahun 1926, berada tepat di tengah Kota Bukittinggi. Jam setinggi 26 meter ini merupakan tempat favorit warga untuk bersantai dan berkumpul bersama keluarga. Selain itu, berdekatan dengan jam gadang, ada beberapa spot yang bisa dikunjungi seperti Lubang Jepang yang dahulunya adalah tempat pertahanan tentara Jepang yang dibangun dengan mengerahkan tenaga Romusha, konon panjang terowongan mencapai 1400 meter.

Ada lagi yang spot wisata sejarah yang dekat Jam Gadang adalah rumah kediaman Bung Hatta yang sekarang menjadi museum untuk mengenang salah satu tokoh proklamator bangsa tersebut.

Pantai Walakiri
Pantai Walakiri, salah satu pantai yang terkenal dengan pohon berdansa via Zulfikar Flickr/Aleksandri

Sumba Timur

Sumba Timur menghadirkan imaji bukit-bukit kecil layaknya di film-film fantasi. Dari savana sampai pantai pasir putih, Sumba Timur adalah tempat yang cocok untuk mencari petualangan.

Bukit Warinding salah satu destinasi yang harus masuk daftar untuk dikunjungi di Sumba Timur. Hamparan bukit-bukit yang berjajar; berwarna hijau ketika musim hujan dan coklat ketika kemarau, mengingatkan pada salah satu adegan di film Marlina Pembunuh dalam Empat Babak.

Berlanjut ke ujung pulau, kita bisa mendapati pantai-pantai yang menawarkan pasir putih beserta hembusan angin lembut yang akan menerbangkan topi. Banyak pantai yang tersedia sebagai pilihan seperti Pantai Tarimbang, Walakiri, Puru Kambera. Sumba Timur tidak akan pernah membuatmu bosan akan pilihan alamnya!

Kota Tua Jakarta
Kota Tua Jakarta via TEMPO/Hilman Fathurrahman

Kota Tua Jakarta

Bagi orang-orang sekitaran Jabodetabek, mungkin sudah sering berkunjung ke Kota Tua Jakarta. Tempat bersejarah yang sering dijadikan orang-orang ibukota untuk  bersantai di akhir pekan. Salah satu ikon kota tua yang sering dijadikan orang untuk swafoto adalah Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah dulunya adalah bekas gedung balai kota yang dibangun pada 1707.

Sepanjang perjalanannya, gedung ini pernah juga dipakai oleh Jepang sebagai kantor logistik. Sekarang, pemanfaatan gedung ini adalah museum sejarah yang menceritakan perjalanan Jakarta dari masa Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, dan Jakarta.

Sekitaran wilayah Kota Tua juga terdapat berbagai museum lainnya seperti Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, Museum Bahari, Museum Mandiri, dan Museum BI. Kita bisa menyewa sepeda di sekitaran halaman untuk berkeliling sejenak. Menikmati kudapan tradisional yang dijual sekitar Kota Tua, menikmati kanal buatan Belanda yang sudah direvitalisasi. Sebagai maskot Batavia pada jaman kolonial, Kota Tua Jakarta menawarkan sensasi berkelana ke masa lalu dengan gedung-gedung tua yang masih dirawat dengan baik.

Tempat mana di Indonesia menurut kamu yang meninggalkan kesan mendalam ketika jalan-jalan? Apakah pilihan kamu sama dengan yang Jovita pilih?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

Desa Muncar dan Kopi Temanggung

Itinerary

Memahami Lebih Dalam tentang Permakultur

ItineraryPilihan Editor

Rumapala dan Cerita Memberdayakan Pala Banda

Itinerary

Perempuan Madura dalam Balutan Penyepuhan Emas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Worth reading...
Desa Wisata Ngargoretno, Wisata Alam dengan Kearifan Lokal