Travelog

Menyusuri Hutan Lindung Sungai Wain di Balikpapan

Kalimantan dikenal sebagai kawasan yang punya banyak potensi alam dan hutannya. Sebagai kawasan yang memiliki banyak hutan asli tentu membuat Kalimantan bisa disebut sebagai paru-paru dunia. Inilah yang menjadi alasan mengapa saya ingin sekali menyusuri salah satu hutan asli Kalimantan yang lokasinya tak jauh dari pusat kota. Tempat yang ingin saya tuju ini adalah Hutan Lindung Sungai Wain yang berada sekitar 15 kilometer saja dari Kota Balikpapan. 

Kawasan ini berada di Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara dan sebagian di Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Bagi saya, menikmati suasana alam liar sangatlah menyenangkan seperti berpetualang dalam hamparan hutan yang masih alami. 

Memasuki Hutan Lindung Sungai Wain

Hutan lindung ini bisa diakses menggunakan berbagai jenis kendaraan dan kebetulan saya dipinjami motor oleh rekan saya yang tinggal di Balikpapan. Setelah menghabiskan beberapa menit perjalanan, tibalah saya di depan basecamp untuk mendaftarkan diri dan memilih paket ekowisata yang saya inginkan. 

Saya berangkat berdua dengan teman saya, sempat lirik sana dan sini untuk mencari info, kemudian ditawari oleh kelompok lain yang ingin masuk ke dalam hutan juga. Saya pikir bergabung dalam kelompoknya juga bisa meringankan biaya kami untuk mendapatkan paket masuk ke hutan lindung beserta dengan pemandu.

Total sekitar delapan orang yang akan masuk ke dalam hutan ditambah satu orang pemandu lokal.

Ketika kaki melangkah memasuki hutan, suara serangga dengan frekuensi tinggi menyambut kedatangan kami, sesekali juga ada suara burung yang seakan bernyanyi gembira di antara dahan pepohonan. Terlihat pohon-pohon besar menjulang tinggi berdiri kokoh dan lebat, pohon ini menjadi penyeimbang bagi kelangsungan hidup alam dan manusia yang hidup di sekitarnya.

Hutan Lindung Sungai Wain Balikpapan adalah salah satu hutan Kalimantan yang masih tergolong alami dan masih asli karena di kawasan ini kami masih menjumpai pohon-pohon dengan ukuran besar yang diperkirakan sudah usia puluhan hingga ratusan tahun. Terlebih lagi, hutan lindung ini memiliki sebutan lain yaitu virgin forest yang menyimpan keanekaragaman hayati berbagai flora dan fauna endemik di dalamnya. 

Saya melihat salah satu jenis akar-akaran di hutan ini yang dikenal dengan nama kayu bajakah yang beberapa tahun belakangan dikenal sebagai tanaman obat untuk berbagai penyakit. 

Saat mulai masuk ke dalam hutan, terlihat berbagai jenis pohon kayu besar seperti bangkirai, meranti dan ulin yang merupakan pohon kayu khas Kalimantan yang tidak ada di daerah lain. 

Terlihat juga di depan kami ada sebuah pohon meranti yang berlubang. Menurut pemandu kami, lubang ini dibuat oleh beruang madu ketika mengambil madu dari lebah liar penghuni hutan. Di sela-sela batang pepohonan, kami juga sering melihat resin atau getah damar yang menjadi hasil alam non-kayu dari hutan Kalimantan. 

Sungai Wain Balikpapan
Sungai Wain via Flickr/Gabriella Fredriksson

Keanekaragaman Flora dan Fauna

Ada banyak burung-burung endemik Kalimantan yang terselamatkan dengan adanya hutan lindung ini. Setidaknya ada sekitar 227 spesies burung mulai dari burung tiung, burung pelatuk, bahkan burung enggang yang masih sering terlihat terutama saat musim buah tiba. 

Hutan Lindung Sungai Wain juga menjadi tempat berkembang biak 23 spesies reptil dan 73 spesies serangga. Hewan-hewan melata juga sering menampakkan diri saat kami berjalan di antara pepohonan, kami pun perlu ekstra waspada untuk melangkahkan kaki.

Ketika jauh memasuki dalam hutannya terlihat beberapa jenis bunga anggrek yang sedang mekar, bahkan kebanyakan belum pernah saya lihat sebelumnya. 

Menurut informasi dari guidenya, setidaknya sudah teridentifikasi sebanyak 33 spesies bunga anggrek dan 3 spesies kantong semar yang hidup di kawasan ini. Ada juga beberapa jenis jamur yang mungkin tidak semua daerah memilikinya. 

Ekosistem yang masih bertahan di Sungai Wain menjadikan wilayah ini sebagai daerah resapan dan tumpuan sebagian kebutuhan air di Kota Balikpapan. 

Kelangsungan hutan lindung ini sangat bergantung pada upaya pelestarian hutannya. Maka dari itu banyak upaya yang sudah dilakukan untuk melindungi kawasan ini seiring perkembangan kawasan permukiman yang semakin padat. 

Lebih Mudah Mengetahui Informasi Flora di Sungai Wain

Hutan Lindung Sungai Wain memiliki potensi yang besar sebagai kawasan untuk ekowisata dan edukasi, eksplorasi tanaman obat, sampai hasil hutan bukan kayunya yang melimpah. 

Keanekaragaman flora dan fauna yang berdiam di hutan lindung ini juga sudah lama menjadi pusat penelitian bidang botani dan hewani. 

Tempat untuk menggali informasi dan keanekaragaman tumbuh-tumbuhan liar yang ada di dalamnya. Hal ini terbukti ketika kami sering berpapasan dengan peneliti baik dari lokal maupun luar negeri untuk melakukan riset. 

Kami juga sering melihat ada QR barcode yang tertempel di batang pohon atau tanaman, jika ingin tahu informasi tentang pohon tersebut tinggal scan menggunakan smartphone dan akan terhubung langsung dengan situs herbarium-wanariset.or.id

Kami jadi lebih mudah mengetahui setiap tanaman atau pohon yang hidup di kawasan ini. Dibandingkan dengan cara lama yaitu dengan memaku plang nama di setiap pohonnya tentu akan lebih mengganggu pertumbuhan tanaman atau pohon tersebut.

Tak hanya penelitian tentang tumbuhan saja, namun juga hewan yang mendiami Hutan Lindung Sungai Wain ini juga ikut diidentifikasi. 

Kami menjumpai beberapa peneliti yang akan memasang kamera pengintai untuk memantau aktivitas dan jenis hewan yang melintas seperti babi, macan dahan, beruang, rusa, kancil, bahkan orangutan.

Menurut pemandu kami, kawasan ini juga sering didatangi oleh fotografer flora atau fauna. Keindahan yang ditampilkan serta keunikan tersendiri dari setiap spesies memang punya daya tarik tersendiri.

Saat akhir pekan atau hari libur, Hutan Lindung Sungai Wain kerap didatangi fotografer baik secara perorangan maupun kelompok. Kawasan ini mereka tuju karena mudah mengabadikan flora dan fauna yang ada di hutan Kalimantan. Mereka juga tidak segan untuk berlama-lama, bahkan sampai terjaga saat malam hari tiba. 

Hewan-hewan pemalu saat siang hari lebih sering terlihat beraktivitas saat malam hari. Dengan berpakaian kamuflase mereka bersembunyi dan mengabadikan momen saat mereka keluar dari sarangnya. Berbagai burung-burung malam pun juga banyak yang beraktivitas saat malam hari kata sang pemandu.

Kami melanjutkan perjalanan dengan melewati sungai, trekking ke tempat yang lebih tinggi, hingga menembus ke bagian hutan yang lebih dalam.

Tantangan Hutan Lindung Sungai Wain di Masa Depan

Saat perjalanan, pemandu kami juga menyampaikan jika Hutan Lindung Sungai Wain ini semakin hari semakin mendapatkan banyak tantangan yang bermunculan. Mulai dari industri dan permukiman yang sekarang hanya berjarak 2 – 3 kilometer saja dari hutan lindung. Pembangunan yang semakin pesat tentu semakin menghimpit kawasan hutan serta keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. 

Hutan Lindung Sungai Wain ini juga tidak lepas dari ancaman seperti kebakaran hutan, penebangan liar yang tidak bertanggung jawab, perubahan hutan, serta okupasi lahan. Maka dari itu kawasan ini juga lebih dikembangkan sebagai ekowisata untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas akan pentingnya hutan untuk kehidupan masa depan. 

Ekowisata ini berupa kegiatan-kegiatan wisata yang berwawasan lingkungan dengan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya, ekonomi, serta aspek edukasi.

Kami melanjutkan perjalanan hingga kembali ke titik asal saat kami berangkat tadi. 

Dari pengalaman hari ini, saya menjadi lebih sadar bahwa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa akan hutan dan seisinya. Namun disisi lain juga ada kekhawatiran jika kawasan hutan-hutan ini semakin berkurang akibat pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Semoga saja banyak generasi sekarang dan di masa depan yang peduli untuk menjaga alam dan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Nico Krisnanda seorang anak biasa yang punya mimpi besar, untuk tetap bernapas dan bisa membantu orang di sekitarnya menjadi tokoh-tokoh penting dunia!

Nico Krisnanda seorang anak biasa yang punya mimpi besar, untuk tetap bernapas dan bisa membantu orang di sekitarnya menjadi tokoh-tokoh penting dunia!
    Artikel Terkait
    Travelog

    Pendakian Gunung Sumbing dan Kawan yang Baik

    Pilihan EditorTravelog

    Sepenggal Cerita dari Selatan Pulau Timor—Fatubraun

    Travelog

    Dari Sipon Menuju Dermaga Calingcing

    Travelog

    Sejenak Kembali ke Pangkuan Tanah Asal di Kawasan Toba

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

    Worth reading...
    Pariwisata Penyelamat Hutan?