Memulai Kebun Pertama di Mekko
Arah SinggahTravelog

Memulai Kebun Pertama di Mekko

Teh panas adalah minuman yang tepat untuk menghantarkan obrolan kami bersama beberapa orang; Pak Jabar, Pak Said, dan Pak Bakri. Kebetulan Pak Bakri adalah orang Mekko yang sudah melalang buana ke berbagai tempat di Indonesia, termasuk kawasan lainnya di Asia Tenggara; Brunei Darussalam dan Malaysia.Diskusi bersama Pak Said…
Harap Cemas Penantian Mekko
Arah SinggahTravelog

Harap Cemas Penantian Mekko

“Kami memanggil siapapun yang ‘kulit putih’ dengan ‘mas’,” celoteh Ipan, mengiringi pembicaraan kami di oto—angkutan antar daerah dengan rupa mobil bak terbuka—yang ia kemudikan. Mau dia bukan berasal dari Jawa ataupun memang dari Jawa, mas adalah panggilan yang paling populer digunakan, sebabnya orang-orang di…
Lontar, Kacang Hijau, dan Gula Sabu
Arah SinggahTravelog

Lontar, Kacang Hijau, dan Gula Sabu

Jauh sebelum beras masuk dan menjelma menjadi makanan pokok; jagung, sorgum dan kacang hijau adalah sumber pangan utama untuk memenuhi tenaga orang Sabu sehari-hari. Selain makanan pokok, orang Sabu juga punya minuman pokok yakni air gula dan tuak dari lontar. “Kalau minum air gula, itu bisa seharian kerja mereka [ orang-orang…
Penganut Jingitiu dan Silat yang Hilang
Arah SinggahTravelog

Penganut Jingitiu dan Silat yang Hilang

Menanam bukan hanya persoalan tanah dan petani, tapi ada adat yang mengatur jauh lebih dari itu. Sewaktu musim tanam tiba, masyarakat tidak boleh membunyikan apapun dan membuat berisik. Pantangan ini dijaga oleh penganut Jingitiu, yang masih memimpin dan dituakan secara adat. Jingitiu sendiri awalnya bukanlah sebuah kepercayaan…
Tenun yang Menghidupi
Arah SinggahTravelog

Tenun yang Menghidupi

Di Sabu, saya melihat beberapa pohon pisang yang secara sengaja ditanam oleh warga, selain sayur-sayuran. Di Lobohode, ada beberapa pohon pisang dan pepaya yang ditanam oleh Henderina Dida, yang hasil kebunnya adalah untuk dimakan sendiri. Pisangnya berjenis pisang kepok, orang sini menyebutnya sebagai pisang abu-abu. Selain…
Tanah Air Sabu
Arah SinggahTravelog

Tanah Air Sabu

Mobil yang dikemudikan Rio melesat membawa kami menyusuri jalanan kecil Kota Kupang. Kupang adalah kota yang hidup, meski sarana dan prasarana yang tidak bisa dibandingkan dengan ibu kota provinsi di Jawa. Bemo yang menggarong di jalanan sedikit mengingatkan saya akan jalanan Kota Bogor, meski jumlahnya kalah jauh. “Bemo di…
Jalan Berliku Bli Komang Hadapi Perubahan (1)
Arah SinggahTravelog

Jalan Berliku Bli Komang Hadapi Perubahan (1)

Jalan aspal yang mulus itu mulai mengepul diterpa matahari siang. Kumpulan bukit-gunung itu dibelah sedemikian rupa untuk mempermudah perpindahan manusia. Jalannya minim lubang menganga yang menjadi trademark jalan di negeri kita, tapi sebagai wajah Indonesia, mustahil Bali digambarkan sedemikian rupa. Siapa nanti yang mau ke…
Merdeka Dimulai dari Sepetak Halaman
Arah SinggahTravelog

Merdeka Dimulai dari Sepetak Halaman

Rumahnya mungil. Halamannya luas dan rindang. Ada singkong, pepaya, jambu, cabe, pisang, dan lain-lain. Pandangan saya menyisir halaman dan rumah ini dengan mengernyitkan dahi. Rumah mungil dengan halaman besar, itu rumah impian saya! Belum lagi letaknya yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan yang membuat terlihat sangat nyaman…
Gelora Semangat Konservasi Karang Pemuda Penida
Arah SinggahTravelog

Gelora Semangat Konservasi Karang Pemuda Penida

Beralih ke seberang laut , kami menuju Penida dari Lembongan menggunakan perahu dari arah timur pulau ini, dekat dengan hutan mangrove yang biasa jadi tujuan wisata. Perjalanan ditempuh sekitar 30 menit tanpa hambatan. Kami diingatkan bahwa Penida bukan seperti Lembongan. Pada pagi hari, jalanan utama di Penida akan mengalami…