Di kawasan selatan Jakarta yang padat oleh gedung perkantoran, arus komuter, dan percampuran budaya metropolitan, berdiri Lotte Shopping Avenue, yang kini dikenal sebagai Lotte Mall Jakarta. Pusat perbelanjaan ini pertama kali dibuka pada Juni 2013, lalu memasuki babak baru pada 2023 dengan nama yang diperbarui. Dengan luas bangunan sekitar 122.000 meter persegi dan area ritel mencapai 77.000 meter persegi, Lotte Mall Jakarta tumbuh sebagai bagian dari lanskap Kuningan yang bergerak cepat, tepatnya di Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3–5.
Mal ini mengusung konsep pusat perbelanjaan terintegrasi dengan sistem zonasi. Tujuh lantai di dalamnya dibagi berdasarkan fungsi, mulai dari fesyen, kebutuhan rumah, hingga hiburan dan ruang budaya, dengan keterlibatan berbagai peritel global maupun lokal.
Salah satu ruang yang menarik perhatian berada di lantai 4F, yakni Statue 4 Heroes Gallery. Area ini diisi deretan patung dan figur karakter dari berbagai semesta populer, mulai dari tokoh komik, film, hingga game. Detail figur, skala, dan pose yang presisi menjadikannya titik singgah bagi para enthusiast, kolektor, maupun pengunjung yang sekadar ingin berkeliling.

Di antara Anime, Superhero, dan Film
Statue 4 Heroes Gallery di Lotte Mall Jakarta merupakan bagian dari Live4Toys, perusahaan yang berdiri sejak 2005. Berawal dari hobi para pendirinya dalam mengoleksi mainan dan bermain game, Live4Toys kemudian berkembang menjadi distributor produk pop culture (budaya populer) berlisensi di Indonesia. Mereka dikenal sebagai pemasok ribuan produk berlisensi resmi, mulai dari figur, patung, aksesori, hingga replika berkualitas tinggi dan patung seukuran aslinya.
Galeri Live4Toys di Lotte Mall Jakarta dapat dibilang baru dibandingkan gerai dan galeri mereka di lokasi lain, seperti Ciputra World, Gandaria City Mall, dan Kelapa Gading. Statue 4 Heroes Gallery ini menempati area sekitar 1.000 meter persegi yang dibagi ke dalam beberapa zona tematik, mulai dari anime, film, hingga horor, dengan jumlah sekitar 500 variasi patung yang terpajang.
Menginjak lantai 4 Lotte Mall Jakarta, Statue 4 Heroes Gallery dapat langsung dikunjungi tanpa memerlukan tiket atau prosedur khusus. Galeri ini terbuka untuk umum, baik bagi mereka yang sekadar ingin melihat-lihat maupun yang berminat membeli koleksi. Harga patung yang dijual bervariasi, mulai dari satu digit juta hingga puluhan juta rupiah.
Sebelum masuk, pengunjung akan menemui papan petunjuk berisi aturan galeri, seperti larangan menyentuh patung atau melewati garis pembatas. Alur kunjungan diarahkan oleh pembatas tiang dengan kain panjang menuju lorong masuk. Interior galeri mengusung konsep Zen Garden dengan dominasi warna putih, menciptakan kesan lapang.
Lorong masuk diapit deretan figur dari berbagai semesta populer: Transformers, Marvel, hingga DC, yang berfungsi sebagai transisi menuju ruang utama. Di ujung lorong, perhatian tertarik pada segmen taman kecil bergaya Jepang. Di sana berdiri sebuah Bearbrick Peko-chan, figur beruang kartun berkepala kotak yang merepresentasikan maskot ikonik perusahaan permen Fujiya yang yang dikenal lewat ekspresi cerianya.



Replika pahlawan Superman (paling kiri), karakter Majin Buu dari Dragon Ball, dan patung wanita khas Tiongkok/Foto oleh Bintang Purwaditya dan Gita Maharsi
Memasuki ruang utama pertama, pengunjung akan berbelok ke kanan menuju area dengan tata letak berliuk yang dipenuhi figur berskala kecil hingga menengah. Rak-rak display didominasi karakter anime, dengan Naruto menempati sisi kanan, sementara Bleach, Dragon Ball, Berserk, One Punch Man, Evangelion, Death Note, Fairy Tail, hingga judul lain tersebar di bagian tengah dan kiri. Susunan ini langsung memancing rasa nostalgia, terutama bagi generasi yang tumbuh bersama layar televisi sore hari, rak komik, dan era awal internet di akhir 1990-an hingga 2000-an.
Dari ruang tersebut, alur berlanjut ke ruangan kedua yang menampilkan beberapa patung berskala lebih besar. Di sini, patung tiga dimensi berpadu dengan art print, poster, dan patung bergaya seni Tiongkok, dengan detail yang mengesankan. Karakter dari Star Wars, Joker, Harley Quinn, Predator, The Avengers, Wonder Woman, Ultraman, hingga Kamen Rider hadir berdampingan, masing-masing ditampilkan dengan skala, tekstur, dan ekspresi yang nyaris terasa hidup. Sudut bertirai merah berisi tokoh-tokoh film horor juga memberi visual yang kontras.
Pendekatan tata ruang galeri menyerupai museum, memberi waktu bagi pengunjung untuk mengamati detail satu per satu tanpa tergesa. Menjelang pintu keluar, deretan Bearbrick hasil kolaborasi dengan berbagai karakter menjadi penutup alur kunjungan. Area ini juga dilengkapi meja layanan pelanggan bagi yang ingin mencari informasi tambahan.

Terrazzo Cafe, Tempat Mengendapkan Kesan
Keluar dari area galeri, alur mengantar ke Terrazzo Cafe yang masih terhubung dengan Statue 4 Heroes Gallery. Kehadiran kafe ini memperpanjang pengalaman ke ruang yang lebih rileks. Banyak orang memanfaatkannya untuk berbincang, mengadakan pertemuan, atau mengendapkan kesan setelah menyusuri pameran.
Menu di Terrazzo Cafe mencakup kopi, minuman non-kopi, teh, serta roti dan sandwich dengan kisaran harga Rp20.000–80.000. Beberapa pilihan minuman dapat dikustomisasi lewat add-ons, memberi ruang bagi selera yang berbeda-beda.
Statue 4 Heroes Gallery dan Terrazzo Cafe buka setiap hari pukul 10.00–21.00 WIB mengikuti jam operasional mal. Dengan alur kunjungan yang mengalir dari galeri ke kafe, tempat ini menawarkan ruang bagi penggemar budaya populer, bukan hanya untuk melihat koleksi, melainkan juga untuk berbagi cerita, ingatan, dan minat yang sama.
Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.
Seorang yang gemar bercerita.

