Itinerary

Review Keril Deuter Aircontact 75+10: Definisi Besar dan Tangguh dalam Satu Kemasan

Kamu perlu tas gunung dengan kapasitas besar? Atau perlu tas gunung dengan ketangguhan maksimal? Mungkin kamu perlu melirik tas keril yang satu ini, Deuter Aircontact dengan kapasitas 75+10.

Deuter sendiri sudah terkenal sebagai supplier barang-barang outdoor dari Jerman. Kualitas? Rasanya tidak perlu meragukan lagi nama besar Deuter. Produk ini sangat populer dikalangan pecinta alam. Siapa saja yang ada bujet lebih pasti disarankan memilih merk satu ini.

Tas Deuter Air Contact dengan kapasitas 75+10 ini saya miliki pada tahun 2018. Saya membelinya dengan harga Rp1.900.000, terhitung murah karena saya membelinya dalam acara INDOFEST 2018. Di acara ini, biasanya Deuter rutin mengadakan diskon sampai 50%.

Ada beberapa pertimbangan saya sebelum membeli keril semisal: ketahanan bahan, kapasitas, kenyamanan saat dipakai, dan harga. Saat itu saya melihat semua aspek tersebut dalam keril Deuter ini, maka dengan pertimbangan diatas saya akhirnya memutuskan membeli keril ini. Catatan: keril ini sudah saya gunakan 3 tahun belakangan dan sering saya bawa dalam setiap perjalanan.

Ukuran Deuter Aircontact 75+10

Perasaan pertama membawa keril kosong ini adalah berat, maklum berat resminya saja sudah 2640 gram dengan dimensi 90x33x30 cm. Kapasitas utamanya 75 liter dan eksternalnya 10 liter. Saya sudah merasa tas ini cukup tangguh untuk membawa banyak muatan. Ketika tas sudah diisi full beratnya bisa mencapai 15-25 kg.

Saat memakai keril ini dengan isi yang penuh, tingginya bisa melebihi kepala dan terlihat seperti menggendong kulkas. Orang-orang yang saya temui selama perjalanan menggunakan tas ini, para pejalan yang berpapasan dengan saya selalu memberi komentar “Tasnya gede banget mas,” “Bawa kulkas ya mas?” Kenyataannya memang tas ini besar dan tinggi.

Backsystem

Salah satu perang rutin yang sering dilontarkan antar brand dalam persaingan tas keril adalah soal backsystem. Backsystem sendiri bisa disebut ruh dalam perwujudan tas keril, backsystem yang tidak nyaman bisa membebankan pinggang dan punggung dalam membawa berat barang.

Rangka yang digunakan tas ini adalah X-Frame Construction yang diklaim menyebar titik beban ke seluruh punggung sehingga berat yang dipanggul tidak hanya berat di bahu. Menurut saya ini salah satu kelebihan keril Deuter dibanding merek lain yang kalau dipakai terasa “memeluk” pengguna. 

Material backsystem terbuat dari sejenis spon yang mempunyai pori-pori yang lebar. Mereka mengklaim material ini membuat ventilasi yang lebih lebar untuk keluar masuknya udara. Dalam pemakaian sendiri sebenarnya tidak terlalu terasa lebih cepat kering dibanding produk lain, tapi yang jelas lebih empuk sehingga ada efek memantul ketika tubuh bergoncang.

Teknologi VariQuick dari Deuter memungkinkan kita mengatur sendiri ukuran torso sesuai tinggi pengguna. Ini teknologi yang menurut saya sangat berguna. Kadang ketika medannya berbeda, saya merasa harus menurunkan ukuran torso untuk penyesuaian. Ditambah hip belt Deuter yang mencengkram kuat, yang dinamakan VariFlex. Beban keril rasanya terbagi ke panggul dengan sempurna. Hip belt mengikuti gerak pinggul apabila berjalan dan terasa tidak kaku. 

Sayangnya, kantong hip belt hanya tersedia satu buah yang saya rasa sangat kurang untuk memasukkan barang yang perlu keluar-masuk dengan cepat semisal kartu ataupun ponsel.

  • Deuter Aircontact 75+10
  • Deuter Aircontact 75+10
  • Deuter Aircontact 75+10
  • Deuter Aircontact 75+10

Material dan Kompartemen

Material Deuter-Duratex yang terbuat dari kain poliamida yang diklaim mereka tahan abrasi dan sobek. Saya sudah mencoba tas ini dalam berbagai medan pendakian. Dengan kondisi vegetasi yang masih rapat, keril ini bertahan dengan sangat baik, terkena semak belukar ataupun ranting tidak menyebabkan jahitan menjadi rusak. Berbeda dengan tas keril saya yang lain, jahitannya sudah terbuka lebar dan tidak kuat.

Kompartemen yang tersedia pada tas ini memisahkan bagian atas dan bagian bawah keril dan dapat diakses dari depan tanpa harus membongkar ulang. Meskipun ini bukan fitur yang wah, untungnya Deuter tetap mempertahankan desain tersebut.

Ada tempat menaruh air di samping kiri dan kanan yang juga bisa digunakan menaruh matras. Bagian bawah tas terdapat tempat rain cover. Deuter menyertakan rain cover bawaan, jadi saya tak perlu membelinya secara terpisah. Saya sering menaruh camilan di kompartemen depan, mudah diraih daripada menaruhnya pada bagian atas. 

Ketika Membawa Beban Berat

Ketika berjalan menggunakan tas ini, dalam bobot 50%, tas terasa tidak nyaman, karena pada dasarnya 75+10 digunakan untuk membawa banyak perlengkapan dan saat perjalanan jauh yang membutuhkan logistik yang banyak. Untuk mengakalinya, saya menaruh matras di dalam tas sehingga tas terlihat penuh dan lebih enak dibawa.

Sedangkan ketika kapasitas tas mencapai 100%, meskipun lebih berat, saya lebih menyukainya dibanding saat tas terisi 50%. Jalan menjadi lebih stabil ketika berat. Beban tas yang saya terima terbagi antara pinggang dan punggung, dan pinggul.

Dalam waktu lama, pegal lebih terasa pada bagian pangkal paha daripada punggung, mungkin ini adalah efek hip belt yang mencengkram bagian bawah tubuh dengan kuat. Ketika dalam posisi diam, keril ini tidak membuang berat ke depan maupun belakang, saya merasa berat cenderung stabil di tengah, mungkin efek dari rangka tas yang menyilang.


Secara personal, saya menyukai seluruh fitur yang ada pada Deuter Aircontact 75+10. Ketahannya bahannya dalam menerabas medan dan sistem belakang tas yang memberikan kenyamanan menjadi nilai lebih dari produk Deuter yang satu ini.

Tas ini cocok digunakan apabila kamu merencanakan perjalanan lebih dari 3 hari namun kurang cocok apabila digunakan hanya sekitar 1-2 hari. Dari skala 10, saya memberi nilai 9 untuk Deuter Aircontact. Buat saya sendiri, inilah tas terbaik yang saya gunakan selama perjalanan yang saya lakukan.

Penikmat budaya lintas masa dan lintas benua.

Penikmat budaya lintas masa dan lintas benua.
Artikel Terkait
Itinerary

Pesona Budaya Jawa dalam Baluwarti

Itinerary

Menata Pikiran dan Hati dengan 'Spiritual Traveling' di Bali

Itinerary

Ragam Herbal untuk Memelihara Kesehatan dan Daya Tahan Tubuh

Itinerary

Temui Irene Komala, si “Pink” yang Suka Jalan-Jalan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Worth reading...
Apnea Culture: Kami Ingin Orang-Orang Lebih Mencintai Air