Travelog

Pendakian Taman Nasional Gunung Merbabu via Selo

Mendaki gunung dan menjelajahi hutan merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman berharga yang tak pernah tergantikan. Gunung dapat dijadikan sebagai gudang pengetahuan. Ekosistem gunung adalah penyangga kehidupan bagi keberlangsungan berbagai makhluk hidup di dalamnya. Gunung memiliki peran untuk melindungi sumber-sumber air, beragam binatang dan juga tumbuhan, yang turut menjadi penyangga bagi kehidupan manusia.

Taman Nasional Gunung Merbabu merupakan gunung yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, yang secara administratif berada di wilayah Magelang di lereng sebelah barat, Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur dan selatan, dan di sebelah utara kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Gunung Merbabu menjadi salah satu gunung yang memiliki padang sabana yang sangat indah, yang menjadi favorit para pendaki.

Puncak Gunung Merbabu/Fatimah

Pendakian Gunung Merbabu via Selo

Gunung Merbabu dapat diakses melalui beberapa jalur resmi, yaitu; via Selo, via Suwanting, via Thekelan, via Wekas dan via Cuntel. Kali ini, pendakian dilakukan via Selo. Perjalanan dimulai dari Yogyakarta menggunakan sepeda motor. Perjalanan dari Yogyakarta menuju basecamp Selo kurang lebih memakan waktu sekitar 2 jam.

Jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo merupakan jalur pendakian yang paling populer di kalangan para pendaki. Lokasi basecamp Selo terletak di desa Genting Tarubatang, Dusun I, Suroteleng, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Pendakian via Selo menawarkan sabana yang menghampar sangat indah yang dapat memanjakan mata. Gunung Merbabu juga mendapat julukan “karpet hijau”, karena memiliki memiliki sabana yang luas dan juga sejuk.

Sebelum masuk di dalam basecamp, kita harus membayar biaya retribusi, untuk biaya basecamp per-orang Rp5.000 dan biaya parkir untuk satu sepeda motor Rp5.000. Nantinya kita akan diarahkan menuju salah satu basecamp untuk mempersiapkan pendakian.

Saat mulai memasuki jalur pendakian, pendaki akan disambut dengan gapura bertuliskan Jalur Pendakian Selo Taman Nasional Gunung Merbabu. Sebelum memulai pendakian, di kantor resort pendaki harus melakukan registrasi ulang dengan menunjukkan kartu identitas, KTP atau SIM. Sebelumnya para pendaki harus melakukan registrasi secara daring melalui laman resmi Taman Nasional Gunung Merbabu. Dan setiap kelompok atau tim wajib terdiri dari minimal 3 orang dengan menentukan ketua kelompok. Setiap harinya TNGM hanya menyediakan kuota sebanyak 144 orang.

Pengecekan barang pendaki oleh TNGM/Fatimah

Kemudian, barang bawaan juga akan diperiksa dan dihitung jumlahnya dan dituliskan pada formulir jenis dan jumlah barang untuk pengunjung atau pendaki Gunung Merbabu. Setiap barang yang dicatat pada saat pendakian, jumlahnya harus sama dengan jumlah barang pada saat pendaki akan melakukan check out sebelum meninggalkan kantor resort. Bagi para pendaki yang melanggar, akan didenda dengan membeli trash bag sesuai jumlah barang atau sampah yang ditinggalkan selama berada di jalur pendakian.

Sepanjang jalur pendakian, pendaki akan dimudahkan dengan adanya Pal HM dan Pal Bantu, yang dapat dijadikan sebagai petunjuk selama mendaki. Jarak HM-01 menuju HM-02 adalah 100 meter. Pada saat malam hari, jika terkena cahaya senter atau head lamp pal HM akan memantulkan cahaya, untuk memastikan pendaki tidak tersesat.

Melihat Kegagahan Merapi dari Merbabu

Kegagahan Gunung Merapi dari Gunung Merbabu/Fatimah

Setelah melewati Pos 1 (Dok. Malang), trek belum terlalu curam Jarak tempuh dari basecamp menuju Pos 1 kurang lebih 1,5 jam. Pos 1 ini memiliki ketinggian 2.189 mdpl. Setelah berjalan dari Pos 1, sebelum mencapai Pos 2 akan ada Pos Bayangan. Setelah berjalan kurang lebih 20 menit, pendaki akan sampai di Pos 2 (Pandean).

Pos 2 memiliki ketinggian 2.593 mdpl. Lokasi pos 2 relatif datar. Selanjutnya, untuk mencapai Pos 3 (Watu Tulis) jaraknya tidak terlalu jauh. Sekitar 45 menit berjalan, pendaki akan sampai. Pos 3 juga dapat dijadikan sebagai lokasi beristirahat. Lokasinya relatif datar, dan terdapat batu-batuan serta dapat digunakan untuk mendirikan tenda.

Jam menunjukkan pukul 22.00 WIB dan pendaki dapat mendirikan tenda dan beristirahat di Pos 3. Tempat ini memang menjadi tempat kemah yang banyak diminati mendaki, karena lokasinya yang cukup luas dan datar, serta kondisi angin yang cukup aman.

Pagi pun menyapa dengan teriknya. Setelah salat dan berkemas dan menyiapkan logistik untuk puncak, pendaki bisa melanjutkan perjalanan menuju  Pos 4 (Sabana 1).

Pos 4 TNGM/Fatimah

Menuju Pos 4 (Sabana 1) pendaki akan dihadapkan dengan trek yang cukup membuat napas tersendat. Pendaki harus lebih berhati-hati pada saat melewati trek ini. Trek yang terjal dengan tanah yang mudah membuat tergelincir. Namun, setelah cukup lama berjalan, pendaki akan disuguhi dengan kegagahan Gunung Merapi. Pendaki dapat beristirahat sejenak untuk menikmati gagahnya Merapi.

Merapi terletak bersebelahan dengan Gunung Merbabu, sehingga Merapi terlihat sangat jelas dan indah dari Merbabu.Setelah berjalan lebih dari satu jam, pendaki akan tiba di Sabana 1. Sabana 1 menyuguhkan hamparan Sabana yang luas. Lokasi ini juga dapat digunakan untuk mendirikan tenda.

Keindahan Sabana 2

Suasana Sabana II di pagi hari/Fatimah

Sabana 1 menuju Pos 5 (Sabana 2) tidak memerlukan waktu yang lama. Sekitar 45 menit saja. Trek menuju Sabana 2 sedikit terjal, namun tidak seterjal antar pos 3 menuju pos 4. Setelah mencapai puncak bukit kita akan berjalan menurun dan akan tiba di Sabana 2. Dan Sabana 2 ini merupakan tempat yang sangat indah dan dapat digunakan untuk mendirikan tenda. Namun, terpaan angin cukup terasa di sini.

Jika pendaki tidak ingin ke puncak t, maka cukup menikmati keindahan Merbabu dari Sabana 2 yang pemandangannya tak kalah indah. Dan juga sangat cocok sebagai tempat untuk menantikan matahari terbit.

Puncak Gunung Merbabu

Track selama pendakian/Fatimah

Waktu tempuh dari Sabana 2 menuju puncak membutuhkan waktu 1,5 jam dengan trek yang cukup menantang dan jaraknya terasa sangat jauh. Namun, sepanjang perjalanan, pendaki akan dimanjakan dengan berbagai pemandangan yang sangat indah.Untuk para pendaki yang naik melalui jalur Selo, kebutuhan air minum harus dibawa dari bawah, karena sepanjang perjalanan ke puncak tidak tersedia sumber air.

Taman Nasional Gunung Merbabu sendiri memiliki 3 puncak, yaitu Puncak Syarif, Puncak Kenteng Songo, dan Puncak Triangulasi. Puncak Syarif dapat ditemui melalui jalur Cuntel. Wekas dan Thekelan. Sementara Kenteng Songo dan Triangulasi dapat ditemui melalui jalur Selo dan Suwanting.

Melalui jalur Selo, di atas puncak terdapat puncak Triangulasi dan Puncak Kenteng Songoyang memiliki ketinggian yang berbeda. Puncak Triangulasi memiliki tinggi 3.142 mdpl sedangkan puncak Kenteng Songo memiliki ketinggian 3.122 mdpl. Kenteng Songo sendiri berarti batu berbentuk  lumpang yang lubangnya berjumlah 9.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan. Menulis untuk memaknai hidup. Punya mimpi keliling Indonesia.

Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Ahmad Dahlan. Menulis untuk memaknai hidup. Punya mimpi keliling Indonesia.
    Artikel Terkait
    Arah SinggahTravelog

    Wahyu dalam Pengolahan Sampah Lembongan

    Arah SinggahTravelog

    Lembongan dan Seniman yang Menjadi Relawan

    Arah SinggahTravelog

    Demi Hidup Terumbu Karang

    Travelog

    Berumah di Kebun Buku

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

    Worth reading...
    Bersumpah Berhenti Merokok di Bibir Jonggring Saloko