Malagufuk, Sorong

Di Papua bagian barat, Kampung Malagufuk yang dihuni masyarakat suku Moi gelek (marga) Kalami dan Magablo telah masyhur sebagai destinasi birdwatching (pengamatan burung). Para pegiat wisata minat khusus tersebut kian memiliki banyak opsi untuk mencurahkan hobinya, selain Raja Ampat maupun Kampung Kwau, Pegunungan Arfak. Apalagi jaraknya tidak terlalu jauh dari pusat kota Sorong, hanya sekitar 1,5 jam perjalanan. Selanjutnya akses menuju kampung hanya bisa dilalui dengan jalan kaki menyusuri jembatan kayu sepanjang 3,3 kilometer. Tamu yang berkunjung akan merasakan suasana kampung pedalaman di antara hutan tropis tanpa terganggu bisingnya kendaraan.

Menurut Opyor Jhener Kalami (Opi), pemuda dan koordinator ekowisata Malagufuk, cenderawasih menempati daftar teratas yang ingin dilihat para turis, baik domestik maupun mancanegara. Hutan Klasow di Malagufuk dipercaya sebagai tempat dengan sebaran cenderawasih paling beragam di tanah Malamoi—sebutan wilayah Sorong. Untuk melihat cenderawasih, kami harus berangkat ke hutan sedari pagi buta.

Papua: Taman Bermain Burung-Burung
TelusuRI/Deta Widyananda

Cenderawasih kuning-kecil atau lesser bird-of-paradise (Paradisaea minor). Cenderawasih pertama yang kami lihat di Malagufuk. Meskipun posisinya cukup sulit terlihat karena terhalang dahan dan cuaca mendung, rasanya tetap menakjubkan saat pertama kali melihat cenderawasih di alam liar secara langsung. Kekaguman itu kian lengkap setelah mengetahui Opi dan Andy, adiknya yang juga ikut penelusuran, sudah sangat paham sumber suara kicauan dan jenis burungnya. Terekam baik dalam memori mereka seolah kamus berjalan.

Papua: Taman Bermain Burung-Burung
TelusuRI/Deta Widyananda

Cenderawasih raja atau king bird-of-paradise (Cicinnurus regius). Meski dinamakan “raja”, ukurannya lebih kecil dari cenderawasih kuning-kecil. Mungkin kisaran 15–16 cm. Namun, burung ini memiliki tampilan fisik yang lebih berwarna-warni. Cenderawasih raja jantan ditandai dengan kepala-tubuh atas merah terang, paruh kuning, kaki biru, dan bulu dada-perut putih dan bisa digerakkan sebagai tarian untuk menarik betina. Ujung ekornya memiliki dua helai seperti kawat dengan bulatan seperti bandul. Adapun cenderawasih raja betina berwarna sangat kontras dengan dominan cokelat dan bagian perut bergaris.

Papua: Taman Bermain Burung-Burung
TelusuRI/Deta Widyananda

Toowa cemerlang atau magnificent riflebirds (Ptiloris magnificus). Jenis burung cenderawasih pengicau dengan suara yang khas seperti bersiul, tetapi sangat lantang. Seperti halnya cenderawasih raja, toowa cemerlang jantan dan betina mudah dibedakan. Tubuh burung jantan berbulu hampir sepenuhnya hitam pekat, kecuali leher yang menyala dalam balutan burung metalik. Sementara burung betina cenderung berwarna kecokelatan. Pertunjukan tari untuk memikat betina biasa dilakukan jantan dengan mengangkat, lalu mengepakkan sayap agar dapat memamerkan bagian dadanya.

Papua: Taman Bermain Burung-Burung
TelusuRI/Deta Widyananda

Julang papua atau blyth’s hornbill (Rhyticeros plicatus). Termasuk dalam keluarga rangkong, ciri khas burung yang setia dengan satu pasangan ini terletak pada paruh yang besar berwarna gading dengan kerutan di bagian atas. Karena tubuhnya cukup besar—bisa mencapai nyaris satu meter—keberadaan rangkong umumnya mudah dikenali lewat suara kepakan sayapnya yang keras saat terbang. Di Malagufuk, kami melihat satu julang papua betina yang biasa masyarakat sebut taun-taun atau mamulu. Sayang, menurut Andy, mamulu sudah lama tidak bisa terbang tinggi karena terjatuh dari sarangnya sejak kecil.

  • Papua: Taman Bermain Burung-Burung
  • Papua: Taman Bermain Burung-Burung

Pergam pinon atau pinon’s imperial pigeon (Ducula pinon). Berasal dari famili Columbidae, termasuk di dalamnya merpati atau dara. Salah satu spesies burung yang hanya ditemukan di Papua dan sekitarnya. Ciri khasnya ada lingkaran merah di sekitar mata, sementara hampir seluruh bagian tubuh (kepala, punggung, hingga dada) berwarna abu-abu agak pucat. Kicauannya tidak semerdu merpati, tetapi nadanya cukup panjang. Menurut Charles Roring, penamaan spesies burung ini diambil dari sosok Rose de Freycinet atau Rose Pinon, wanita Prancis yang bersama suaminya, Louis de Freycinet berlayar keliling dunia dengan kapal militer pada 1817–1820 untuk ekspedisi ilmiah. Ia tercatat sebagai orang pertama yang menuliskan perjalanannya dalam sebuah buku jurnal harian, sehingga dianggap sebagai sumber rujukan antropologis yang penting.

Papua: Taman Bermain Burung-Burung
TelusuRI/Mauren Fitri

Charles Roring, pemandu berdarah Manado yang tumbuh besar di Manokwari, Papua Barat. Salah satu orang yang memopulerkan ekowisata birdwatching Malagufuk. Tampak ia memperlihatkan sejarah singkat Rose de Freycinet atau Rose Pinon, yang namanya diabadikan sebagai spesies pergam pinon atau pinon’s imperial pigeon (Ducula pinon). Ia mengatakan penamaan burung pun bisa memiliki sisi historis. Ia menekankan kepada Opi dan kawan-kawan, bahwa seorang pemandu wisata pengamatan burung mesti mencari tahu sisi historis pada nama burung untuk memperkuat informasi dan wawasan kepada tamu mereka.

Papua: Taman Bermain Burung-Burung
TelusuRI/Deta Widyananda

Kirik-kirik australia atau rainbow bee-eater (Merops ornatus). Burung yang berasal dari Australia, tapi kemudian saat musim dingin bermigrasi ke daerah hangat, seperti Papua. Dijuluki burung pemakan lebah, karena kebanyakan mangsanya adalah serangga penghasil madu tersebut. Seperti cenderawasih raja, corak fisik kirik-kirik australia cukup berwarna-warni. Bagian matanya seperti memakai topeng hitam senada dengan warna paruh. Sementara tubuh lainnya berbalut warna kuning, hijau, dan sedikit biru pada dada bagian bawah. 

Papua: Taman Bermain Burung-Burung
TelusuRI/Deta Widyananda

Walik wompu atau wompoo fruit-dove (Ptilinopus magnificus). Termasuk keluarga merpati atau dara (Columbidae), disebut juga merpati hutan hujan tropis yang berwarna-warni. Kepalanya abu-abu, dada agak keunguan, sedangkan bagian sayap atas dan punggung hijau serta bagian sayap bawah dan perut kuning. Selain di Papua dan Papua Nugini, burung yang ukurannya mencapai 30 cm itu juga berhabitat di pesisir timur Australia. Nama “wompoo” atau “wompu” diduga berasal dari suara kicaunya yang cukup keras: wom-pooo!

  • Papua: Taman Bermain Burung-Burung

Burung hantu rufous atau rufous owl (Ninox rufa). Kami melihatnya di dahan pohon besar di tengah hutan saat menyusuri jembatan kayu Malagufuk. Pagi itu terlihat tertidur sambil bertengger dan menyembunyikan kepalanya. Burung hantu besar ini memiliki corak garis-garis tebal dengan warna cokelat kemerahan di bagian dada, sedangkan pada bagian atas dan sayap berwarna abu-abu. Tak hanya Papua dan Papua Nugini, habitat burung ini bisa ditemukan di daerah tropis utara Australia. Burung hantu rufous biasa menghuni hutan tropis lebat atau dekat sungai yang jauh dari permukiman.

Tinggalkan Komentar