Kami kembali melanjutkan perjalanan menyusuri kawasan Candi Baru. Tempat selanjutnya yang kami datangi adalah Ereveld Candi Baru. Lokasinya dekat dengan Taman Gajahmungkur.
Pada masa lalu, taman ini bernama Taman Tillema (Tillema Plein). Nama itu diambil dari nama Hendrik Freerk Tillema, seorang apoteker dan pengusaha produk air kemasan bernama Hygeia di Semarang. Selain ikut menginisiasi pengembangan kawasan Candi Baru, Hendrik Freerk Tillema juga merupakan orang pertama yang mengenalkan produk air kemasan pada masa itu. Lokasi bekas pabriknya berada di kawasan Kota Lama, Semarang.
Saat ini Taman Gajahmungkur sedang direvitalisasi dan dibangun monumen R.M. Bambang Soeprapto. Seorang pemimpin pasukan Polisi Istimewa dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang yang berlangsung pada 15–19 Oktober 1945.
Polisi Istimewa menjadi cikal bakal Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri. Polisi Istimewa merupakan unit polisi khusus bentukan Jepang yang diberi nama Tokubetsu Keisatsu Tai. Pada 20 Agustus 1945—setelah Indonesia merdeka—Tokubetsu Keisatsu Tai berganti nama menjadi Pasukan Polisi Istimewa yang menginduk pada pemerintah Indonesia.
Nama Bambang Soeprapto memang jarang dikenal masyarakat luas. Namun, sepak terjangnya di “Pertempuran Lima Hari di Semarang” layak untuk dikenang. Setiap tahun Pemerintah Kota Semarang mengadakan drama teatrikal Pertempuran Lima Hari di Semarang yang diadakan di kawasan Tugu Muda. Tujuannya untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang gugur dalam Pertempuran Lima Hari Semarang.

Kompleks Makam Kehormatan Belanda
Akhirnya kami tiba di titik terakhir perjalanan pagi ini, yaitu Ereveld Candi. “Kita sangat beruntung. Dari tujuh ereveld yang ada di Indonesia, dua di antaranya berada di Kota Semarang,” ujar Surya ketika kami tiba di depan Ereveld Candi Baru.
Surya mulai bercerita tentang Ereveld Candi ketika kami baru tiba di depan pintu masuk. Ereveld Candi merupakan satu dari tujuh ereveld yang ada di Indonesia. Termasuk dua ereveld yang ada di Kota Semarang, yaitu Ereveld Candi dan Ereveld Kalibanteng. Lima lainnya adalah Ereveld Menteng Pulo dan Ereveld Ancol di Jakarta, Ereveld Pandu di Bandung, Ereveld Leuwigajah di Cimahi, dan Ereveld Kembang Kuning di Surabaya,
Ereveld merupakan makam kehormatan bagi korban Perang Dunia II (1939–1945) dan Revolusi Nasional Indonesia (1945–1949). Seluruh ereveld di Indonesia dikelola oleh Yayasan Makam Kehormatan Belanda (Oorlogsgravenstichting atau OGS).
Pada awalnya jumlah ereveld sebanyak 22 yang tersebar di seluruh Indonesia. Kemudian sekitar tahun 1960 hingga 1970, banyak korban perang dari ereveld di luar Pulau Jawa dimakamkan kembali di ereveld yang ada di Pulau Jawa. Hal ini bertujuan untuk memusatkan ereveld menjadi tujuh ereveld yang seluruhnya berada di Pulau Jawa. Ereveld Candi menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi 1.100 korban perang. Mayoritas mereka berasal dari kelompok militer. Ereveld Candi merupakan satu-satunya ereveld di Indonesia yang diprioritaskan bagi militer.
Ereveld Candi terbuka untuk umum. Mulai buka pada pukul 07.00 sampai 17.00 WIB. Pengunjung hanya perlu meminta izin kepada petugas dan mengisi buku tamu. Petugas menyambut kedatangan kami dengan sangat ramah.
Di dekat kantor terdapat sebuah bengkel untuk membuat dan memperbaiki nisan-nisan yang ada di Ereveld Candi. Nisan di ereveld memiliki beberapa bentuk yang dibagi berdasarkan agama, seperti Kristen, Islam, Buddha, dan Yahudi. Bentuk nisan laki-laki yang beragama Kristen memiliki bentuk yang berbeda dengan nisan perempuan yang beragama Kristen. Kemudian ada nisan yang menandakan bahwa itu adalah makam massal.
Setelah aku mengamati nama dan keterangan di nisan, aku menyadari bahwa sebagian besar korban yang dimakamkan merupakan prajurit muda. Mereka kehilangan nyawa dalam melaksanakan tugas dalam pengabdian pada negara.
Di Ereveld Candi terdapat beberapa monumen khusus sebagai bentuk penghormatan. Di antaranya adalah Monumen Salib. Terbuat dari kayu dan beton dengan dilengkapi tulisan Voor Veiligheid en Recht yang berarti ‘Untuk Keamanan dan Keadilan’. Monumen Salib menjadi simbol sebagai titik fokus untuk merenungkan nilai-nilai keamanan dan keadilan.
Salah satu yang aku kagumi dengan pemerintah Hindia Belanda di masa lalu adalah arsip-arsip didokumentasikan dengan sangat rapi. Termasuk arsip yang ada di Ereveld Candi. Semua yang dimakamkan di ereveld tercatat dengan dalam sebuah buku, seperti tercatat nama, kapan meninggal, pangkat, dan kesatuan militer tempat korban berasal.
Thomas Karsten, perancang kawasan Candi Baru, juga dimakamkan di ereveld. Tepatnya di Ereveld Leuwigajah yang berada di Cimahi. Thomas Karsten ditangkap oleh tentara Jepang pada tahun 1942. Kemudian dimasukkan ke dalam kamp interniran yang ada di Cimahi hingga meninggal dunia pada 21 April 1945.

Pelajaran Penting dari Perang di Masa Lalu
Setiap tanggal 15 Agustus, pihak Yayasan Makam Kehormatan Belanda (OGS Indonesia) mengadakan upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia II di Asia yang dilaksanakan di ereveld yang ada di Indonesia. Pada tahun 2025, peringatan diadakan di Ereveld Leuwigajah, Ereveld Pandu, Ereveld Kembang Kuning, dan Ereveld Menteng Pulo.
Pada 15 Agustus 2024 lalu, aku mengikuti upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia II di Asia yang diadakan di Ereveld Kalibanteng. Selain upacara peringatan, juga dilaksanakan peletakan karangan bunga. Upacara peringatan yang dilaksanakan menggunakan bahasa Inggris itu dihadiri oleh perwakilan Yayasan Makam Kehormatan Belanda (OGS Indonesia), perwakilan kerajaan Belanda, tamu undangan, dan masyarakat umum.
Upacara tersebut tidak hanya untuk mengenang mereka yang menderita dan gugur selama masa perang, tetapi juga untuk masa depan. Tentang bagaimana kita, dari berbagai generasi dan latar belakang, bersama menjaga makna pengorbanan, nilai, dan harapan yang diwariskan.
Keberadaan makam kehormatan Belanda di Indonesia mencerminkan sepenggal sejarah Belanda dan Indonesia di Asia Tenggara. Pihak pengelola juga ingin memastikan agar para korban tetap dikenang dan kisah mereka terus dibagikan sehingga menjadi bahan perenungan dan pembelajaran.
Ereveld Candi menjadi tempat terakhir perjalanan kami di kawasan Candi Baru. Kami belajar banyak hal selama perjalanan ini. Layaknya sebuah museum, kawasan Candi Baru bisa menjadi tempat belajar dan merawat ingatan bagi generasi selanjutnya.
Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.
Rivai Hidayat tinggal di Semarang. Memiliki hobi traveling, fotografi dan, menulis. Berusaha mendokumentasikan setiap perjalanan yang dilakukan




