Itinerary

7 Tips dan Trik Ampuh Traveling Naik Bis

Kamu nggak perlu khawatir sama gejolak di dunia transportasi udara akhir-akhir ini yang efeknya bikin ongkos pesawat jadi lebih mahal dari biasanya. Sepanjang kamu travelingnya ke destinasi yang masih satu pulau (atau pulau sebelah yang bisa dicapai dengan ferry), masih ada moda transportasi lain yang bisa kamu gunakan, misalnya bis.

Naik bis itu seru. Tapi, buat orang yang belum terbiasa naik bis, apalagi jarak jauh, menumpang moda transportasi darat yang satu ini nggak bakal terasa menyenangkan. Nah, kalau kamu belum terbiasa naik bis, mending baca dulu nih tujuh tips dan trik naik bis supaya kamu bisa nyaman dalam perjalanan.

traveling naik bis
Roda kemudi via pexels.com/Lê Minh

1. Pilih bis yang sudah punya reputasi

Jangan sembarangan pilih bis. Untuk traveling naik bis, kamu dianjurkan untuk menggunakan jasa perusahan otobis yang sudah punya reputasi alias punya nama. Biasanya semakin tenar nama perusahaan bis itu, semakin bagus pula pelayanannya. (Meskipun ada juga yang tenar karena punya pelayanan yang mengerikan.)

Kalau mau ngerti perusahaan-perusahaan otobis mana saja yang sudah punya reputasi, kamu tinggal main ke forum penggemar bis. Di sana kamu bisa baca-baca cerita perjalanan dan bertanya pada para penghuni forum.

2. Cari tahu fasilitas apa yang bakal kamu dapatkan dalam perjalanan

Penting banget bagi kamu untuk mengetahui fasilitas-fasilitas apa saja yang bakal kamu dapatkan pas traveling naik bis itu. Apalagi kalau perjalanannya panjang dan bis itu menggunakan pendingin ruangan.

Setidaknya, bis yang bakal kamu naiki mesti punya fasilitas-fasilitas dasar seperti jatah air minum botolan dan makanan ringan, selimut, sandaran bangku yang bisa diatur kemiringannya, dan toilet. Tapi kamu mesti ingat: semakin banyak fasilitas yang kamu dapat, semakin mahal pula biasanya ongkos yang harus kamu bayar.

traveling naik bis
Bis jadul via pexels.com/Chut PHOTO

3. Beli tiket di “pool” atau kantor perwakilan bis

Supaya dapat harga wajar, hindari buat beli tiket bis via agen. Soalnya mereka pasti bakal ngambil keuntungan dari penjualan tiket itu. Dan, asal kamu tahu, selisihnya biasanya nggak sedikit. (Ingat, Sob. ‘Kan kamu traveling naik bis supaya bisa dapat harga lebih murah.) Apalagi kalau kamu sama sekali nggak ngerti soal harga pasaran tiket bis untuk ke lokasi yang kamu tuju.

Kamu dianjurkan buat beli tiket bis langsung di pool atau di kantor perwakilan perusahaan otobis itu. Selain dapat harga wajar, kamu juga nggak perlu khawatir soal “keabsahan” tiket yang kamu beli—‘kan kamu belinya di kandang bisnya sendiri. (Di wilayah Jawa banyak juga bis antarkota yang karcisnya bisa langsung dibeli ke kondektur.)

4. Cari tahu di mana saja bis itu akan berhenti

Seperti halnya kereta api, bis juga punya perhentian-perhentian tertentu selama perjalanan. Biasanya bis akan berhenti di tiga tempat—terminal, pom bensin, dan rumah makan. Nah, pas traveling naik bis, apalagi dalam perjalanan panjang, kamu mesti cari tahu di mana saja bis itu akan berhenti.

Kamu bisa tanya soal perhentian-perhentian bis itu ke penjual tiket (pas kamu beli tiket, soalnya dia kayaknya nggak ikut pas bis berangkat), kondektur, atau bahkan ke sopir bis. Kalau sudah tahu di mana saja bis itu akan berhenti, kamu nanti bakal lebih mudah untuk mengantisipasi hal-hal seperti rasa lapar dan rasa ingin buang air besar.

skill yang wajib dimiliki pejalan
Bis sedang melipir tebing via pexels.com/Mads Thomsen

5. Jangan lupa bawa air minum dan makanan ringan

Soal ketersedian makanan dalam kabin, bis masih kalah ketimbang kereta api dan pesawat. Dalam kereta api ada restoran dan dalam pesawat ada pantry. Jadi, kawan-kawan tersayang, kamu nggak bisa sewaktu-waktu beli Pop Mie atau Aqua dalam bis—kecuali kalau bis lagi berhenti di terminal dan satu, dua pedagang asongan berhasil menyelinap masuk.

Maka solusinya adalah membawa makanan dan minuman sendiri. Sesuaikan jumlahnya dengan durasi dan kapasitas lambung kamu. Jangan bawa kebanyakan soalnya nanti kamu disangka jualan.

6. Jaga barang berharga yang kamu bawa

Ini sih harus kamu lakukan di mana-mana, nggak cuma pas traveling naik bis aja. Pastikan barang-barang berharga yang kamu bawa—dompet, ponsel, dll.—berada pada posisi aman dan nggak gampang diraih oleh para pencari kesempatan. Barang berharga jangan diumbar.

Pikir-pikir dua kali sebelum meletakkan barang berharga kamu di kompartemen atas kepala. Apalagi kalau kamu duduknya dekat jendela sehingga nggak bisa mantau keadaan secara leluasa.

traveling-naik-bis
Bis melintasi pegunungan via pexels.com/Preston Zeller

7. Bawa buku atau gawai buat menghilangkan rasa bosan

Naik bis dua belas jam agak-agaknya jauh lebih membosankan ketimbang duduk dua jam dalam pesawat. Kemungkinan buat mati gaya jadi lebih besar. Makanya kamu perlu amunisi yang banyak buat menghilangkan rasa bosan.

Kalau suka baca, kamu bisa bawa satu jilid buku atau majalah. Tapi kalau kamu lebih senang berenang-renang dalam arus informasi digital, pastikan kamu bawa ponsel dan cadangan daya yang lumayan—dua belas jam, euy! Jangan lupa paket internetnya diisi. Soalnya nggak bakal banyak informasi yang bisa kamu konsumsi lewat SMS.

Jadi, kapan nih mau coba traveling naik bis?


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage TelusuRI.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

Tempat-Tempat yang 'Hilang' di Indonesia

Itinerary

5 Kedai Kopi Legendaris di Indonesia

Itinerary

Grobak Hysteria: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Seni dan Kekompakkan

Itinerary

5 Jurus Jitu Menghindari Keramaian di Destinasi “Mainstream”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.