Itinerary

7 Destinasi yang Wajib Dikunjungi di Bumi Laskar Pelangi

Sekarang siapa sih yang nggak tahu Pulau Belitung? Pulau itu jadi terkenal setelah buku laris Andrea Hirata, Laskar Pelangi, diangkat ke layar lebar. Sampai-sampai Belitung punya julukan baru, yaitu Bumi Laskar Pelangi. Pelancong pun berbondong-bondong ke sana. Apalagi, sekarang ini akses menuju Pulau Belitung sudah terbilang gampang. Dari Jakarta, naik pesawat hanya perlu waktu sekitar 45 menit. Ongkosnya pun lebih murah dibanding tiket pesawat ke destinasi-destinasi populer lain seperti Yogyakarta atau Bali. Makanya Kemenpar nggak ragu-ragu buat menjadikan Belitung salah satu dari 10 Bali Baru.

Setiba di sana, supaya bisa berkeliaran dengan bebas, kamu bisa menyewa sepeda motor atau mobil. (Kurangnya sarana transportasi publik di Belitung membuat rental kendaraan menjamur.) Di sana kamu nggak akan bertemu dengan yang namanya macet. Alih-alih, kamu akan berkendara di jalanan mulus yang diapit oleh perkebunan sawit yang luas. Tips dari saya: sebelum melakukan perjalanan jauh, selalu pastikan kalau tangki bensin kamu penuh. Soalnya, SPBU di Belitung nggak sebanyak di Pulau Jawa. Alamat celaka kalau kehabisan bensin di tengah jalan.

Tapi, apa saja sih yang ada di Belitung? Ayo kita telusuri sama-sama.

1. Replika SD Muhammadiyah Gantong, Belitung

SD Muhammadiyah Gantong/Oky Hertanto

Satu kata buat kamu yang nggak pernah dengar tentang SD Muhammadiyah Gantong: kebangetan. Untuk keperluan pembuatan film, Riri Riza dkk. membuat replika SD Muhammadiyah Gantong. Setelah syuting, replika SD itu tidak dihancurkan dan dibiarkan begitu saja. Eh, lama-lama jadi tempat wisata. Replika SD ini berada di Kecamatan Manggar, Belitung Timur. Perlu waktu 1,5-2 jam untuk mencapai destinasi wisata ini menggunakan kendaraan bermotor. Tenang saja, nggak pakai macet, kok.

2. Danau Kaolin

Bekas galian timah yang sekarang jadi danau/Oky Hertanto

Siapa bilang areal bekas pertambangan nggak bisa jadi objek wisata? Danau Kaolin, ceruk rakasasa bekas galian timah yang terisi air, sekarang jadi salah satu destinasi utama di Belitung. Keindahannya instagrammable banget; air danau warna birunya bakal menyihir mata kita semua. Akses menuju ke sana cukup mudah. Dengan motor atau mobil, kamu bisa ke sana dalam waktu 15 menit dari Bandara Hanadjoeddin Tanjung Pandan.

3. Meseum Kata Andrea Hirata

museum kata andrea hirata
Di dalam Museum Kata Andrea Hirata/Oky Hertanto

Museum literatur pertama di Indonesia ini didirikan oleh Andrea Hirata, sang penulis buku fenomenal Laskar Pelangi. Di dalam meseum itu, selain kopi Laskar Pelangi dalan 20 bahasa, kamu juga akan menjumpai kata-kata atau benda-benda yang berhubungan dengan film Laskar Pelangi. Beberapa cerpen yang ditulis Andrea Hirata juga dipamerkan di sana. Berhubung saya pencinta sastra, saya sangat betah berlama-lama di sana. Apalagi banyak juga kata-kata motivasi yang bisa saya ambil manfaatnya di sana. Dari Tanjung Pandan, museum itu dapat dicapai dalam 1,5-2 jam perjalanan.

4. Pulau Lengkuas

belitung
Mercusuar legendaris Pulau Lengkuas/Oky Hertanto

Di antara semua destinasi di Belitung, Pulau Lengkuas yang di tengahnya ada mercusar inilah barangkali yang paling terkenal di kalangan pelancong. Jaraknya tidak begitu jauh dari bibir pantai Pulau Lengkuas. Pulau ini juga memiliki garis pantai yang cantik, yang diperindah oleh batu-batu granit besar khas Bangka Belitung. Akses menuju pulau ini cukup mudah. Pertama, kamu mesti pergi ke Pantai Tanjung Kelayang, sekitar 45 menit perjalanan dari Tanjung Pandan. Kemudian, dari sana lanjut naik kapal sekitar 15 menit. Pulau Lengkuas juga punya lokasi snorkeling terbaik di Pulau Belitung.

5. Pantai Tanjung Kelayang, Batu Garuda, dan Batu Berlayar

belitung
Perairan jernih Pulau Batu Berlayar/Oky Hertanto

Pantai Tanjung Kelayang adalah pantai paling favorit di Belitung. Jaraknya yang nggak terlalu jauh dari pusat kota Tanjung Pandan membuatnya selalu ramai di akhir pekan. Pasca-GMT (gerhana matahari total) 9 Maret 2016 lalu, Pantai Tanjung Kelayang jadi makin populer sebab pantai itu jadi titik berkumpul untuk melihat GMT di daerah Belitung. Selain itu, dekat dengan Pantai Tanjung Kelayang terdapat dua pulau batu granit yang sangat unik, yakni Batu Garuda dan Batu Berlayar. Mengapa namanya Batu Garuda dan Batu Berlayar? Karena batu granit besar tersebut menyerupai kepala burung garuda dan layar sebuah kapal.

6. Pantai Tanjung Tinggi

belitung
Batu-batu raksasa di Pantai Tanjung Tinggi/Oky Hertanto

Tidak jauh dari Pantai Tanjung Kelayang terdapat Pantai Tanjung Tinggi yang merupakan lokasi syuting film Laskar Pelangi. Pantai ini dikelilingi oleh batu-batu granit berukuran raksasa yang umurnya mungkin sudah ribuan tahun. Setelah ngobrol dengan warga lokal, barulah saya tahu bahwa pantai ini cocok sekali jadi tempat untuk melihat matahari terbit (sunrise). Matahari bakal terbit dengan elok di antara batu-batu besar.

7. Bukit Berahu

Pose yoga di Bukit Berahu/Oky Hertanto

Kebalikan dari Pantai Tanjung Tinggi, Bukit Berahu merupakan destinasi terbaik untuk melihat matahari terbenam (sunset) di Belitung. Saat sunset tiba, pemandangan di sana akan terlihat indah sekali; menenangkan hati dan jiwa. Suara debur ombaknya bakal membuatmu betah nongkrong lama-lama di sana sambil merenung. Lokasinya nggak terlalu jauh dari Pantai Tanjung Tinggi, hanya berjarak sekitar 30 menit perjalanan. Pantai ini memang agak jauh dari jalan raya. Saat saya main ke sana, nggak terlihat papan penunjuk arah menuju areal pantai tersebut. (Tapi kamu harus bayar retribusi Rp 10.000/orang, dapat bonus minuman gratis.) Makanya kalau kamu menjelajah Belitung tanpa pemandu, saya sarankan buat memakai waze atau google maps biar nggak nyasar.

Bagaimana? Tertarik buat ke salah satu dari 10 Bali Baru ini?

Oky

Menyukai ecotourism, fotografi, menulis, membaca, dan bercerita.
Related posts
#dirumahajaItinerary

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Tips Bikin Bujet Traveling ala Dayu Hatmanti

#dirumahajaItinerary

Sahabat Perjalananmu X TelusuRI: Ngobrolin Fotografi Perjalanan bareng Ingga Suwandana

#dirumahajaItinerary

Tuliskan Perjalananmu, Mumpung Lagi di Rumah Aja

#dirumahajaItinerary

Bincang-bincang Dampak COVID-19 pada Industri Pariwisata bareng Womentourism.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *