ITINERARY

Ingin Rehat Sejenak dari Penatnya Kerjaan? Cobalah Jalan-Jalan ke Kupang di Akhir Pekan

Bagi orang-orang yang bekerja di antara keramaian Jakarta dan kota-kota penyangga di sekitarnya (Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), akhir pekan adalah waktu yang ditunggu-tunggu. Usai banting tulang dari pagi hingga petang, atau bahkan dari gelapnya subuh ketemu gelapnya malam selama Senin–Jumat, tidak ada salahnya menyisihkan tabungan untuk mengapresiasi diri dengan liburan singkat di akhir pekan.

Hanya dalam satu hari, kamu bisa keliling sejumlah destinasi wisata yang menarik di Kota Kupang dan sekitarnya, dalam jarak yang relatif terjangkau. Dari gua, air terjun, pantai, dan beragamnya kuliner lokal, suasana alam, keramahan warga lokal, dan budaya khas ibu kota Nusa Tenggara Timur ini bisa “mereset ulang” pikiran yang suntuk akibat hiruk pikuk megapolitan. Catat baik-baik, inilah rekomendasi kami untuk mengisi rencana jalan-jalanmu di Kota Kupang.

1. Gua Kristal

Ingin Rehat Sejenak dari Penatnya Kerjaan? Cobalah Jalan-Jalan ke Kupang di Akhir Pekan
Sejumlah pengunjung berenang di kolam Gua Kristal, Kupang/Muradi via Kontan.co.id

Sembari menunggu objek wisata Gua Kristal buka pukul 08.00 WITA, kamu bisa berburu sarapan terlebih dahulu. Usai sarapan, kamu punya cukup energi untuk jalan-jalan seharian di Kupang. Dimulai dari Gua Kristal yang terletak tak jauh dari Pelabuhan Penyeberangan Ferry Bolok, Kabupaten Kupang. Jaraknya sekitar 22 kilometer dari Bandara El Tari.

Sejak 2009, Gua Kristal semakin populer sebagai destinasi wisata domestik dan mancanegara. Ciri khas gua yang tersusun dari batuan karst ini memiliki kolam air bening sedalam lebih dari 8 meter, dengan gradasi warna biru muda dan tua. Stalaktit menghiasi langit-langit gua. Batu-batuan di dasarnya seakan mengkilat putih bak kristal jika disorot lampu atau terkena cahaya matahari. Sebelumnya sumber air di gua ini lebih sering dimanfaatkan penduduk setempat untuk mencuci.

Untuk menjangkaunya, kamu harus jalan kaki sekitar 150 meter dari tempat parkir menuju mulut gua. Setelah itu perlu kehati-hatian saat menuruni trek batuan yang licin menuju tepi kolam. Di Gua Kristal, kamu bisa berenang sepuasnya. Pastikan jaga kebersihan kolam dengan tidak membuang sampah apa pun di gua ini.

2. Air Terjun Oenesu

Ingin Rehat Sejenak dari Penatnya Kerjaan? Cobalah Jalan-Jalan ke Kupang di Akhir Pekan
Suasana rindang di sekitar Air Terjun Oenesu/Get Lost ID

Bergerak ke arah tenggara dari Gua Kristal, destinasi berikutnya yang perlu dikunjungi adalah Air Terjun Oenesu, Kecamatan Kupang Barat. Kamu hanya perlu menempuh perjalanan 13 kilometer melintasi Jalan Batakte–Bolok sampai menemui Kantor Kelurahan Oenesu. Dari sini, air terjun tinggal satu kilometer lagi.

Lanskap Air Terjun Oenesu mengingatkan kita pada Air Terjun Moyo di Pulau Moyo, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Sama-sama air terjun bertingkat, hanya saja dalam versi yang lebih kecil. Di Oenesu, kamu juga bisa berendam di kolam-kolam kecil yang terbentuk alami. 

Suasana teduh terasa dengan pepohonan rimbun di sekitar air terjun. Seperti halnya Gua Kristal, kesegaran Air Terjun Oenesu seolah ‘anomali’ di tengah bentang alam Kupang yang terkenal kering dan menjadi kecokelatan serupa tandus di musim kemarau.

3. Kuliner Seafood di Kelapa Lima

Ingin Rehat Sejenak dari Penatnya Kerjaan? Cobalah Jalan-Jalan ke Kupang di Akhir Pekan
Restoran seafood di tepi laut Kupang/Teguh via Tripadvisor

Setelah menikmati kesegaran air di Gua Kristal dan Air Terjun Oenesu, tiba saatnya istirahat sejenak untuk makan siang. Salah satu pilihan terbaik yang patut dicoba adalah kuliner seafood Taman Laut Handayani di Jalan Terusan Timor Raya, dekat kawasan wisata Pantai Kelapa Lima, Kota Kupang.

Di rumah makan yang menghadap langsung Laut Sawu, kamu bisa menjajal aneka makanan laut dengan beragam olahan. Beberapa di antaranya ikan kuah asam kakap dan kerapu, sup seafood asam pedas, ikan bakar rica-rica, cumi bakar madu, kepiting lada hitam, dan kerang saus padang. Sebagai alternatif selain makanan laut, juga tersedia olahan ayam, gurami, sei, hingga nasi goreng. Minuman es kelapa muda sepertinya jadi pelepas dahaga yang tepat untuk menutup jam makan siang di Kupang.

4. OCD Beach Cafe & Hostel dan Pantai Lasiana

Jika dirasa sudah cukup berkeliling dan ingin menghabiskan waktu dengan bersantai, kami merekomendasikan singgah di OCD Beach Cafe & Hostel sembari menunggu momen matahari terbenam (sunset) di Pantai Lasiana yang berombak tenang. Kafe sekaligus penginapan hemat dengan bahan bangunan serba bambu ini terletak satu kompleks dengan Lasiana, sekitar 7,5 kilometer dari kawasan wisata Pantai Kelapa Lima. OCD merupakan singkatan dari keluarga pemilik usaha, yaitu Odik Adrianus Mesakh alias Oddy, Connie (istri), dan Dio (anak). 

OCD Beach Cafe Hostel juga menyediakan menu-menu lokal, salah satunya rumpu-rampe, sejenis sayur tumis dari buah dan daun pepaya, daun kelor, daun singkong, serta jantung pisang. Untuk minuman, Oddy juga menjual kopi-kopi lokal khas Nusantara, terutama dari Nusa Tenggara Timur. Sebut saja kopi Timor, kopi Bajawa, kopi Manggarai, dan kopi Sumba. Etalase biji-biji kopi Nusantara (termasuk Aceh dan lainnya) terpajang di area panggung live music di dalam kedai. Menu-menu kudapan sebagai teman kopi juga layak dipesan, antara lain pisang goreng gula kacang dan jagung goreng pulut.

Alih-alih mencari hotel berbintang, tidak ada salahnya menginap ala backpacker di OCD Beach Cafe & Hostel. Cocok jadi pilihan tempat bermalam karena dekat pantai dan banyak pilihan makanan. Rentang harga kamarnya sangat terjangkau, mulai dari Rp150.000–200.000 per malam. Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari Bandara El Tari (7,5 kilometer), sehingga tidak perlu khawatir mengejar jadwal pulang ke Jakarta keesokan paginya.

Untuk berkeliling, kamu bisa menyewa sepeda motor jika ingin merasakan tantangan dan sensasi petualangan. Namun, jika tidak ingin repot, kamu juga bisa menggunakan jasa operator tur setempat. Pastikan vendor rental motor maupun travel agent yang hendak dipilih memiliki reputasi yang baik dan terpercaya. Mau pakai kendaraan apa pun, pastikan tetap menjaga kebersihan lingkungan di setiap tempat wisata, ya!


Citilink baru mendarat di Bandara El Tari, Kupang (Tripadvisor)

Transportasi dari Jakarta ke Kupang

Dari Jakarta, pesawat adalah moda transportasi yang harus dipilih untuk bisa pergi ke Kupang dalam waktu singkat. Saat ini tersedia pilihan jadwal penerbangan dari sejumlah maskapai domestik. Citilink menjadi satu-satunya maskapai penerbangan bertarif rendah (low-cost carrier) yang melayani penerbangan langsung ke Kupang tanpa transit.

Jadwal Citilink cocok buat kamu yang tidak perlu mengorbankan hari Jumat untuk cuti. Bahkan waktumu sangat longgar untuk pulang ke tempat tinggal, berkemas, dan istirahat barang sejenak sebelum meluncur ke bandara. Jika kamu berangkat hari Sabtu, pesawat Airbus A320 Citilink dijadwalkan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) pukul 02.05 WIB dan diperkirakan tiba di Bandara El Tari, Kupang (KOE) pukul 06.15 WITA. Durasi penerbangan sekitar 3 jam 10 menit bisa kamu manfaatkan juga untuk tidur selama di pesawat.

Untuk kembali ke Jakarta pada hari Minggu, kamu bisa naik pesawat yang sama. Dari Kupang dijadwalkan berangkat pukul 06.45 WITA dan diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 08.35 WIB. Setibanya di rumah, kamu masih punya cukup waktu untuk memulihkan tenaga sebelum kembali bekerja keesokan harinya. 

Reservasi tiket pesawat bisa dilakukan melalui portal web utama Citilink. Selain itu kamu juga bisa memesan tiket melalui sejumlah online travel agent (OTA), seperti Traveloka, Tiket, Agoda, dan Trip.com.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

TelusuRI

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Avatar photo

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Worth reading...
Penganut Jingitiu dan Silat yang Hilang