ITINERARY

Keteduhan di Antara Aroma Rimpang Kafe Jamu Rosmarin Tawangmangu

Jalanan menanjak menuju Tawangmangu selalu punya cara untuk menguji ketangkasan kendaraan sekaligus memanjakan mata. Perjalanan kali ini membawa saya melampaui hiruk pikuk pasar wisata, deretan warung sate kelinci, dan coffee shop yang parkirannya selalu penuh. Ada satu kafe yang menarik perhatian saya. Saya terus menanjak, menembus kabut tipis yang mulai turun menyelimuti aspal, hingga angka di altimeter menunjukkan angka 1.800 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Di titik ini, tepatnya di Desa Gondosuli, Tawangmangu, udara bukan lagi sekadar dingin. Ia menusuk hingga ke tulang ketika kabut mulai beriringan menutup jalanan. Di tengah kesunyian lereng Gunung Lawu yang megah, sebuah bangunan berdiri dengan anggun di kawasan Kebun Aromatik Tlogodringo. Namanya Kafe Jamu Rosmarin, dikelola oleh Unit Pelaksana Fungsional Pelayanan Kesehatan Tradisional (UPF Yankestrad) RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dan memiliki fasilitas hortus medicus, kebun tanaman obat yang dijadikan tujuan wisata dan edukasi medis.

Di tengah kesibukan rekan sejawat menangani pasien di rumah sakit, kita tetap diberi celah menikmati ketenangan dan menepi sejenak dari keramaian. Tempat ini bukan sekadar pemberhentian untuk menyesap kopi, melainkan sebuah oase yang menawarkan cara baru untuk mencintai tradisi dalam tiap tegukan rempah dan cita rasa tradisional yang membawa ke masa lalu.

Keteduhan di Antara Aroma Rimpang Kafe Jamu Rosmarin Tawangmangu
Bagian dalam Kafe Jamu Rosmarin dengan atap dan jendela kaca/Afrilia Rizki Bening

Melawan Stigma dalam Balutan Estetika

Bagi sebagian besar generasi urban, jamu acap kali terperangkap dalam ingatan yang sempit seperti rasa pahit yang membekas, aroma menyengat, atau botol-botol dalam bakul bambu yang digendong keliling kampung. Kafe Jamu Rosmarin hadir untuk meruntuhkan tembok stigma tersebut tanpa sedikit pun mengkhianati khasiatnya.

Begitu melangkah masuk, aroma kayu manis dan jahe yang samar menyapa indra penciuman, menggantikan wangi sangrai kopi yang biasanya mendominasi kafe-kafe di kota maupun sepanjang jalan baru Tawangmangu–Magetan. Interiornya adalah perpaduan antara kesahajaan industrial dan kehangatan rustik. Jendela-jendela besar sengaja dipasang agar pengunjung bisa melihat langsung hamparan tanaman herbal yang tumbuh subur di halaman, seolah menegaskan dari mana “keajaiban” di dalam gelas mereka berasal.

Di sini, jamu naik kelas. Ia tidak lagi tampil “kuno”, tetapi bersolek dalam rupa yang sangat magis. Bahkan pengunjung didominasi oleh anak-anak Generasi Z. Gelas-gelas keramik buatan tangan, garnis bunga telang yang biru cerah, hingga irisan rempah segar yang ditata presisi, membuat setiap pesanan terasa seperti sebuah karya seni yang sayang untuk segera diteguk.

Keteduhan di Antara Aroma Rimpang Kafe Jamu Rosmarin Tawangmangu
Ornamen rempah bersanding dengan dagangan stroberi lokal di Kafe Jamu Rosmarin/Aprilia Rizki Bening

Racikan Saintifik di Atas Awan

Apa yang membuat Kafe Rosmarin berbeda dari kedai jamu kekinian lainnya adalah akarnya. Berada di bawah naungan UPF Yankestrad RSUP Dr Sardjito, setiap menu di sini bukan sekadar eksperimen rasa, melainkan hasil dari riset dan standar kesehatan yang terukur. Ada kepercayaan diri yang muncul saat kita tahu bahwa apa yang kita minum telah melalui kurasi para ahli tanaman obat.

Saya mencoba Wedang Subur, sebuah nama yang puitis untuk sebuah ramuan yang tak kalah romantis di kondisi tubuh saya waktu itu. Ia adalah perpaduan unik antara kunyit, sereh, dan jeruk nipis hangat dengan sajian gula batu yang bebas kita takar. Di suhu pegunungan yang dingin, minuman ini terasa seperti pelukan hangat pulang ke rumah, menciptakan keseimbangan yang sempurna.

Tak jauh dari situ, ada Wedang Bagas Waras. Sesuai namanya yang berarti sehat walafiat, minuman ini adalah perpaduan jahe, kencur, dan jeruk nipis. Rasanya jujur, bersih, dan seketika memberikan tenaga baru bagi paru-paru yang sedari tadi berjuang melawan dinginnya oksigen tipis di ketinggian.

Keteduhan di Antara Aroma Rimpang Kafe Jamu Rosmarin Tawangmangu
Menikmati pentol Rosmarin, sup matahari, dan Wedang Subur/Afrilia Rizki Bening

Menyelisik Harmoni di Gondosuli

Pengalaman di Rosmarin bukan hanya soal apa yang ada di atas meja. Di luar kafe, sejauh mata memandang adalah laboratorium alam. Kebun Aromatik Tlogodringo adalah rumah bagi berbagai jenis tanaman obat, mulai dari rimpang-rimpangan hingga bunga-bunga aromatik yang langka.

Menyesap jamu di sini seperti bentuk meditasi. Kita bisa duduk di area outdoor, membiarkan kabut lewat di depan mata, sembari memandang puncak-puncak perbukitan di sekitar Gunung Lawu. Tidak ada bising knalpot atau riuh musik yang memekakkan telinga. Hanya ada suara angin gunung yang berbisik di sela-sela daun hortensia dan azalea. Bahkan di sini tersedia free wifi, cocok untuk mahasiswa akhir yang menyelesaikan skripsi sambil refreshing tipis–tipis, atau kamu yang ingin work from coffee dengan suasana yang unik.

Di sinilah kita diajak untuk “menelusuri” kembali hubungan manusia dengan alam. Pada dasarnya kesehatan tidak selalu harus ditemukan di balik kemasan obat kimia, tapi juga ada di sekitar kita. Tumbuh dari tanah yang kita pijak, dan dirawat oleh tangan-tangan yang peduli.

Pulang dengan Raga yang Berbeda

Kafe Jamu Rosmarin adalah bukti bahwa tradisi bisa tetap relevan jika kita mau memberinya ruang untuk berevolusi. Ia mengajak anak muda untuk kembali menengok kekayaan hayati Nusantara tanpa harus merasa terbebani oleh rasa pahit.

Saat matahari mulai turun dan suhu semakin anjlok, saya mengakhiri kunjungan dengan sepiring pisang goreng hangat dan semangkuk pentol Rosmarin berisi racikan yang menghangatkan. Pulang dari Kafe Jamu Rosmarin, saya tidak hanya membawa foto-foto indah untuk media sosial, tapi juga membawa perasaan hangat di dada dan raga yang terasa sedikit lebih ringan.

Di antara kabut Gondosuli, Rosmarin telah mengajarkan saya satu hal, bahwa untuk melangkah jauh ke masa depan, terkadang kita hanya perlu kembali menyesap kearifan masa lalu. Jika kamu tertarik untuk liburan sambil belajar lebih dalam tentang Kafe Jamu Rosmarin atau Kebun Aromatik Tlogodringo, UPF Yankestrad RSUP Dr Sardjito sangat terbuka untuk menjawab pertanyaan kamu di akun media sosial mereka.


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage kami.
Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Seringkali hidup sebagai deras rasa, yang gemar menulis untuk mengutarakan segala rasa dan menceritakan pengalaman yang pernah ada.

Afrilia Rizki Bening Ayuning Tiyas

Seringkali hidup sebagai deras rasa, yang gemar menulis untuk mengutarakan segala rasa dan menceritakan pengalaman yang pernah ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Worth reading...
Jalan-jalan di Solo dan Tawangmangu dalam Tiga Hari