Itinerary

Mencicipi 8 Jenis Kudapan Berbahan Dasar Serangga

Kalau lagi traveling, sajian kuliner khas lokal menjadi salah satu hal yang nggak boleh dilewatkan. Nah, di Indonesia, masih banyak masyarakat yang mengolah serangga menjadi sajian kuliner aneka rasa. Mengkonsumsi serangga menjadi hal yang sudah lazim karena selain rasanya enak dan bernutrisi, juga dapat membantu mengurangi hama serangga tanpa insektisida.

Lalu, serangga apa saja sih yang bisa dimakan bahkan cocok buat dijadikan oleh-oleh saat liburan? Simak di bawah ini ya!

Belalang goreng

serangga yang bisa dimakan
Belalang goreng via Flickr/Mazlan Samsudin

Di sepanjang jalan sekitar Gunung Kidul, kita dengan mudah menjumpai penjual belalang goreng. Belalang goreng ini biasanya dijual dalam kemasan toples atau mika, dengan beragam rasa yang ditawarkan.

Belalang yang dijadikan kudapan tidak sembarangan, hanya jenis belalang kayu saja. Belalang ini memiliki ukuran yang besar, berwarna kuning, dan mudah ditemukan di hutan jati. 

Belalang yang sudah dibersihkan (isi perut dan sayapnya) kemudian langsung digoreng dua kali dengan bumbu hingga teksturnya kering dan renyah. Namun ada juga penjual yang menyajikan belalang dengan cara pengolahan lain seperti belalang balado, belalang goreng tepung atau belalang bakar. 

Harga satu toples kecil belalang goreng memiliki harga Rp25 ribu sedangkan untuk kemasan mika berkisar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu. Bagaimana, tertarik untuk mencicipi belalang Gunung Kidul?

Puthul goreng

serangga yang bisa dimakan
Punthu goreng/Istimewa

Masih di daerah Gunung Kidul, ada kuliner serangga lain yang bisa dicicipi yaitu puthul goreng. Puthul merupakan sebutan untuk sejenis kumbang yang hanya bisa didapatkan saat musim penghujan tiba. Kebanyakan masyarakat mengolah puthul menjadi lauk pauk, namun banyak juga yang menjualnya melalui toko online atau sosial media.

Ada cara unik dalam mendapatkan puthul ini, yaitu harus berburu saat waktu Magrib hingga Isya (18.00 – 19.30 WIB) karena sebelum atau sesudah jam tersebut puthul sulit ditemui, ia terbang entah ke mana. Jika sedang musimnya, satu orang bisa mendapatkan puthul sebanyak dua botol air mineral ukuran 1.500 ml. 

Puthul yang sudah didapatkan kemudian dimasukkan ke dalam air panas untuk kemudian dibersihkan dari sayapnya. Selanjutnya puthul goreng dengan bumbu bacem khas masyarakat Gunung Kidul, lalu digoreng kembali tanpa bumbu hingga teksturnya lebih kering dan renyah.

Satu toples puthul goreng dihargai Rp90 ribu sampai Rp120 ribu tergantung dari kelangkaannya. Semakin langka puthul maka harga jualnya semakin tinggi. 

Ulat sagu

serangga yang bisa dimakan
Ulat sagu via TEMPO/ Imam Sukamto

Jika kamu sering menonton acara televisi Jejak Petualang pasti sudah terbiasa dengan cuplikan makan ulat sagu. Ulat ini diambil dari pohon sagu yang sudah tumbang dan membusuk di tanah. Kuliner ini memang lebih familiar bagi masyarakat daerah timurIndonesia seperti di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara.

Ulat sagu sebenarnya bisa diolah menjadi berbagai macam cara seperti dibakar, digoreng atau disate. Bahkan banyak juga yang menyantapnya langsung tanpa perlu dimasak. Ulat sagu mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh mulai dari vitamin, mineral, protein, dan sampai asam amino. 

Tak heran jika ulat sagu banyak dicari dan harganya pun cukup mahal. Jika kamu berencana melancong ke daerah Timur Indonesia jangan lupa sediakan waktu dan keberanian untuk mencicipi kuliner serangga ini, ya! 

Jangkrik goreng

serangga yang bisa dimakan
Indukan jangkrik di peternakan jangkrik Desa Buahbatu via TEMPO/Prima Mulia

Di daerah Ciamis, Jawa Barat, masih ada sebagian masyarakat yang mengolah makanan dengan bahan dasar jangkrik karena dipercaya mengandung banyak protein untuk tubuh. 

Sama seperti mengolah belalang atau puthul, jangkrik yang sudah disiapkan langsung dibersihkan dari sayapnya. Kemudian baru digoreng bersama bumbu-bumbu hingga mengering. Tekstur jangkrik yang renyah ditambah bumbu yang meresap membuat sajian ini tidak boleh dilewatkan. 

Sekarang ini, jangkrik goreng banyak dijual di toko online dan sosial media. Jadi untuk mendapatkan satu porsi jangkrik goreng sekarang ini menjadi lebih cepat dan praktis tanpa harus datang ke daerah asalnya. 

Peyek laron

serangga yang bisa dimakan
Laron via TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

Kudapan yang terbuat dari serangga selanjutnya adalah peyek laron. Kuliner ini masih bisa ditemukan di beberapa daerah di Jawa Timur. Namun tidak setiap waktu tersedia kudapan ini karena laron hanya keluar saat musim hujan.

Menurut masyarakat setempat, laron diyakini lebih bergizi dan rasanya pun lebih enak dibandingkan dengan peyek lainnya. Ditambah lagi, untuk mendapatkan laron ini juga tidak susah. Ketika musim hujan tiba, masyarakat setempat tinggal mencari lubang tempat keluarnya laron dan menjebaknya menggunakan perangkap.

Laron yang sudah didapatkan langsung dipisahkan dari sayapnya dan kemudian dicampur dengan adonan peyek. Untuk 100 gram peyek laron di toko online dijual seharga Rp100 ribu. Lumayan, ya!

Botok tawon

Lalu, ada juga botok tawon yang berasal dari daerah Banyuwangi. Botok tawon merupakan kuliner yang berbahan utama sarang lebah madu. Sarang ini kemudian dicampur dengan kelapa parut, cabai, tomat, dan bumbu lain. Setelah itu dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang. 

Botok tawon memang paling pas disajikan bersama dengan nasi panas. Kandungan dalam botok ini bisa dibilang kaya akan protein dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Larva lebah yang masih berada di dalam sarang juga menjadi pelengkap nutrisi tersebut. Jika kamu ke Banyuwangi jangan lupa mampir untuk mencicipi kuliner serangga ini, ya!

Enthung atau Ungker goreng

serangga yang bisa dimakan
Botok tawon/Istimewa

Enthung atau ungker adalah pupa dari ulat jati yang bisa diolah menjadi camilan yang enak. Namun enthung hanya ada saat memasuki musim hujan karena jumlah daun jati yang menjadi makanan ulat jati melimpah. Ulat-ulat ini akan memakan daun dan kemudian turun ke bawah daun jati yang sudah mengering untuk menjadi pupa atau kepompong. 

Masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta (khususnya yang memiliki Kawasan hutan jati) kerap mencari enthung ini untuk dijual lagi atau  menjadi lauk pendamping nasi di rumah. Rasanya lebih gurih dan enak, seperti udang. 

Enthung biasanya lebih sering diolah dengan cara digoreng dengan bumbu. Harga jualnya termasuk tinggi, melebihi harga daging ayam di pasaran. Satu kilo enthung matang (siap makan) dijual dengan harga Rp70 ribu sampai Rp120 ribu tergantung mudah tidaknya mendapatkannya. 

Jubel manis

Jubel manis berasal dari dari Bali, belakangan cukup susah untuk didapatkan. Jubel adalah sebutan untuk larva capung yang biasanya hidup di sawah atau danau. Jubel diolah dengan bumbu seperti jeruk limau, kelapa bakar parut, minyak kelapa, cabai dan bumbu lainnya. 

Keseluruhan bahan dan bumbu dibungkus dengan daun pisang, kemudian dibakar di atas bara api hingga matang. Rasanya gurih dan manis, masyarakat Bali biasa menyajikan jubel manis ini dengan nasi panas. 

Seiring perkembangan pola pertanian modern, banyak masyarakat yang mengandalkan insektisida untuk mengurangi hama serangga. Hal ini membuat populasi jubel semakin sedikit, hingga sulit didapatkan. Untuk bisa mencicipi jubel manis, biasanya kita harus memesannya terlebih dulu di warung makan atau restoran mengharuskan untuk pemesanan terlebih dahulu.

Walaupun terlihat menjijikkan karena berbahan dasar serangga, namun sesekali kamu harus mencicipinya. Rasanya bikin nagih lho! Kandungan protein pada serangga mungkin bisa membuatmu alergi, maka perlu berhati-hati ketika mencicipinya, ya!

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

Desa Muncar dan Kopi Temanggung

Itinerary

Memahami Lebih Dalam tentang Permakultur

Itinerary

5 Destinasi Budaya 'Memorable' ala Jovita Ayu

ItineraryPilihan Editor

Rumapala dan Cerita Memberdayakan Pala Banda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *