Itinerary

Rekomendasi Kuliner Khas Madiun yang Murah Meriah dan Wajib Dicoba

Siapa yang tidak kenal dengan kota yang diberi julukan kota gadis? Yap! Kota Madiun yaitu salah satu kota yang terletak di Jawa Timur ini memiliki potensi wisata yang sudah tersohor sejak lama.

Madiun kerap dijadikan tempat persinggahan bagi mereka yang sedang menuju perjalanan menuju Surabaya, karena memiliki banyak destinasi wisata. Sebut saja Waduk Kedungbrubus, Taman rekreasi Umbul, dan yang tidak kalah terkenal adalah situs peninggalan masa kerajaan Majapahit, Ngambangan.

Madiun sendiri kaya akan sajian masakan nusantara yang terkenal, makanan khas yang memiliki cita rasa khusus dan relatif terjangkau bagi siapapun yang mencicipi selama berkunjung, bisa banget dimasukin dalam bucket list. Kira-kira ada makanan khas apa saja yang menjadi rekomendasi kami, berikut daftarnya.

1. Pecel Pincuk Madiun

Pecel Madiun

Pecel Madiun/Mauren Fitri

Udah pernah ngerasain sensasi nasi bertabur kemangi, di atas daun pisang dengan sayur dan lauk yang dilumuri sambel kacang belum? Kalau belum, cobain deh, rasanya ah mantap.

Yap, pecel dari Madiun ini memang memiliki ciri khas yang berbeda dari pecel lainnya yaitu saat penyajian pecel di atas daun pisang yang ditumpuk dengan sayuran dan lauk ditambah dengan kembang turi yaitu sebuah lalapan berwarna putih yang disukai oleh masyarakat Jawa.

Pecel di Madiun biasa disebut pincuk sesuai dengan artinya yaitu daun pisang sebagai wadah atau piring yang dibentuk sehingga muat untuk menyajikan nasi, tumpukan sayur yang masih fresh, bermacam-macam lauk ditambah dengan siraman sambal kacang yang pedas menciptakan perpaduan rasa lezat tiada tanding. Sambel kacangnya memang bikin ketagihan karena terbuat dari kacang tanah, cabai, kunyit, jahe, gula aren dan bumbu rahasia yang didapat dari resep turun temurun.

Menu yang cukup simpel tapi dari penampilannya meyakinkan banget dan rasanya nggak kalah enak dengan pecel lainnya. Harganya cukup bersahabat dengan kantongmu, biasanya dibandrol dari harga Rp 10.000 per porsi. Harus coba ini, karena belum sah rasanya berkunjung ke madiun kalau belum makan nasi pecel pincuk ini.

2. Brem

Proses Pembuatan Brem di Madiun

Proses Pembuatan Brem di Madiun/Nofika Dian Nugroho (TEMPO)

Makanan yang diolah melalui proses fermentasi ini mudah sekali ditemukan di beberapa tempat oleh-oleh bahkan ditemukan di jalanan atau di dalam bis-bis di Madiun. Harga yang dijual terjangkau, ditambah rasanya yang manis membuat Brem banyak diminati wisatawan. Tidak heran jika banyak orang yang membawa brem sebagai oleh-oleh lebih dari dua kotak sepulang mereka dari trip wisata ke kota asal dan menghadiahkannya sebagai oleh-oleh untuk kerabat.

Biasanya, bahan utama brem terbuat dari sari ketan yang diproses secara fermentasi oleh ragi.  Selain menggunakan sari ketan, pembuatan brem menggunakan gula sebagai bahan pemanis, pati yang sudah terlarut dan asam laktat. Brem punya rasa sendiri loh yaitu rasa manis khas tape. Bahan utama untuk rasa manis khas tape menggunakan ragi tape, jadi jangan sampai tertinggal.

Tekstur brem kalau dipegang memang terlihat padat dan berisi, namun ketika mendarat ke lidah akan melunak dan mencair dengan sendirinya.

Bagi yang sudah pernah merasakan brem pasti rindu ingin menyantap kembali karena rasa yang melekat di mulut. Makanya banyak orang yang menyukai brem untuk cemilan sehari-hari atau untuk oleh-oleh kalau kamu mampir di Madiun. Kalau sering dijadikan oleh-oleh, berarti harganya beneran terjangkau deh.

3. Bluder Cokro

hariesdesign

Antara Bluder Cokro, gedang goreng, dan jadah bakar stasiun/Hariesdesign (Flickr)

Oleh-oleh alternatif yang bisa jadi pilihan saat berkunjung ke Madiun adalah roti bluder. Roti bluder adalah roti populer berwarna kuning yang biasa dijadikan oleh-oleh wisatawan.

Roti bertekstur lembut dan berukuran jumbo ini menjadi favorit banyak orang. Dengan bentuk piramida bulat dan rasa yang manis dibuat dengan perpaduan adonan roti yang memakai banyak telur, mentega dan susu sehingga bisa memiliki tekstur yang lembut dan berserat saat disobek.

Dulu, roti bluder dibuat polosan atau tanpa isian. Toko roti yang paling terkenal legendaris di Madiun adalah roti Bluder Cokro yang sudah ada sejak 1989. Jangan kaget kalau misalnya kamu liat banyak wisatawan yang borong roti bluder cokro.

Roti bluder cokro semakin berinovasi sehingga saat ini memiliki beberapa varian rasa. Namun, varian rasa yang sering diburu wisatawan adalah varian rasa original, keju, coklat, dan kismis.

Roti bluder tidak hanya tersedia dengan bentuk piramida bulat, namun juga tersedia dalam berbagai macam bentuk seperti roti bluder single bluder, bluder kasur, bluder krumpul hingga bluder crispy. Roti ini hanya bertahan selama sekitar enam hari karena tidak menggunakan bahan pengawet. Kemudian, roti ini dikemas menggunakan cup kertas sehingga dapat disantap dengan praktis.

Ngebayangin rasa dan teksturnya yang menyatu di lidah jadi bikin penasaran, gimana sih rasanya roti bluder cokro yang terkenal itu? Langsung beli aja, harganya nggak terlalu mahal kok kalau kamu beli langsung dari pabriknya sekitaran Rp9.000 per buah untuk varian orisinal dan Rp11.000 ke atas untuk varian rasa lainnya. Kalau mau makan roti bluder, bisa banget ditemenin dengan secangkir teh saat cuaca dingin.

4. Lempeng Puli

Lempeng Puli atau yang juga dikenal dengan nama kerupuk beras ini adalah salah satu makanan yang kerap menjadi teman santap bersama nasi pecel. Bentuknya gepeng dengan tekstur yang bergeronjal.  Rasanya sangat gurih dan renyah!

Nasi yang dilempengkan lalu dijemur sampai kering ini ada isiannya, yakni udang yang telah digiling halus. Selain itu, untuk warna luar, biasanya para penjual menggunakan pengawet alami yang berwarna kuning. Jadi, terbilang aman untuk kesehatan.

Kamu bisa menemukan penjual Lempeng Puli setiap sudut Kota Madiun. Berbagai pabrik penjual kerupuk beras ini mudah ditemukan di sana, uniknya pabrik-pabrik ini biasanya bergerak di industri rumahan, sehingga tidak terlalu merusak lingkungan. Kalau mau beli, harganya relatif terjangkau lho, hanya sekitar Rp10.000 per bungkus. 

5. Pentol Corah

Pentol Corah Madiun

Pentol Corah Madiun/Kresnanto Herlambang (Flickr)

Pentol Corah sejenis camilan yang khas juga dari Madiun. Tidak lengkap rasanya jika kamu belum mencicipi jajanan pinggir jalan yang satu ini. Banyaknya penjual, tentu tidak akan membuatmu kesusahan jika ingin membelinya.

Pentol corah terbuat dari campuran tepung terigu, tepung kanji, bumbu rempah, dan air. Untuk bumbu rempahnya pun juga beragam, ada merica, garam, dan bawang putih. Nah setelah dicampur rata semua bahannya baru deh kita masukkan ke dalam tahu lalu dikukus hingga matang.

Biasanya, Pentol Corah akan disajikan  dengan saus yang terbuat dari bawang putih, merica, garam, dan cabai. Atau bisa juga disajikan bersama dengan ceker, aneka kerupuk, dan ayam goreng.

6. Wedang Cemoe

Makanan berat sudah, lauknya sudah, bahkan cemilan ringan juga sudah. Sekarang kita bahas minuman khas dari Madiun ya! Di Madiun sendiri, ada beberapa minuman yang ikonik dan sudah sangat dikenal nih. Salah satunya adalah Wedang Cemoe yang berisi santan kelapa, roti tawar, dan kacang tanah yang telah digoreng.  Selain isian itu, Wedang Cemoe juga nggak lengkap tanpa wangi khas daun pandan.

Uniknya, minuman ini banyak dijual saat malam hari layaknya wedang ronde dan juga minuman penghangat badan lain. Untuk harga semangkuknya, kamu bisa cukup merogoh kocek Sekitar Rp3.000,00 saja.

Itulah enam rekomendasi makanan murah dan wajib banget dicoba kalau kamu berwisata ke Madiun. Jadi, makanan mana yang akan kamu cicipi dulu? Jangan sampai kelewatan semua yah. Simpan ini di bucket list kamu dulu yuk saat berencana berlibur ke Madiun!


Kenali Indonesiamu lebih dekat melalui Instagram dan Facebook Fanpage TelusuRI.

Tertarik buat berbagi cerita? Ayo kirim tulisanmu.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Avatar

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

Menelisik Sejarah di Lembah Tumpang

Itinerary

Film Balada Si Roy: Bukan Sekadar Bahan Nostalgia

Itinerary

Belajar Fotografi Bersama Arbain Rambey

ItineraryNusantarasa

Sehari Memanjakan Perut dengan Beragam Kuliner Khas Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *