Itinerary

Pilihan Kuliner di Purwokerto, dari Mendoan Sampai Mie Ayam

Ibukota dari kabupaten Banyumas, Purwokerto, menjadi pintu masuk menuju destinasi-destinasi menarik di Banyumas. Tapi, jangan anggap Purwokerto hanya pintu masuk, Kota Satria ini banyak menyimpan pesona wisata kuliner yang enak-enak.

Seorang Sobat TelusuRI, yang entah kenapa masih belum ada waktu juga untuk menuliskan pengalamannya sendiri, jadi inspirasi tulisan kali ini. Sebut saja namanya Kiki.

Berangkat dari Bandung, Kiki menggunakan kereta Serayu pagi. Buat Kiki, memang pilihannya terbatas kalau mau naik kereta api dari Bandung, hanya ada Serayu Pagi atau Serayu Malam.

Untuk pilihan lain, Kiki bisa saja mencoba kereta jurusan lain, tapi perhentiannya di stasiun Kroya dan harus melanjutkan dari Kroya ke Purwokerto. Kalau berangkat dari kota lain, tentu akan beda lagi ceritanya. Dari Jakarta, misalnya, ada lebih banyak pilihan kereta yang berhenti di Stasiun Purwokerto.

Jalur darat lainnya tentu saja adalah bis antar kota atau kendaraan pribadi. Tapi, untuk kendaraan roda empat, tol lintas jawa belum singgah di Purwokerto, exit terdekat ada di Brebes.

Sedangkan jalur udara, masih menunggu rampungnya Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga. Selain itu, bisa saja ke bandara Tunggul Wulung di Cilacap, yang relatif tak terlalu jauh dari Purwokerto. Tapi, karena bandara kecil, pilihan maskapainya pun sangat terbatas.

Ya, sepertinya untuk saat ini, kereta memang pilihan terbaik untuk kunjungan ke Purwokerto.

Mie ayam purwokerto

Mie ayam/stefanus.aryawan (Flickr)

Makan Mie Ayam di Purwokerto

Oke. Cukup soal transportasi. Mari kita penuhi janji tulisan ini: apa pilihan kuliner yang menarik di Purwokerto.

Begini pengakuan Kiki, sobat kita yang mager nulis artikelnya sendiri itu, kunjungannya ke Purwokerto ketika itu dimulai dengan menyantap mie ayam. Lho, kenapa mie ayam?

Rupanya, terdapat salah satu tempat makan yang sangat terkenal di Purwokerto, dan lokasinya tidak jauh dari stasiun kereta. Sudah berdiri sejak 30 tahun silam, rumah makan itu bernama Niki Eco. Konon, di resto itu, ada mie ayam paling enak di Purwokerto.

Lokasinya terletak di Depan PLN Jalan Jendral Sudirman menjadikan rumah makan ini mudah ditemukan, apalagi dekat sekali dengan alun-alun Purwokerto yang ramai kala malam. Semangkuk mie ayam sedap ketika itu dihargai mulai dari Rp15.000 saja. Selain mie ayam, ada juga es durian khas purwokerto yang nikmat.

Sebenarnya selain di Mie Ayam Nicky Eco 21 ini, terdapat sebuah tempat makan yang menyajikan masakan khas Banyumasan. Djago Jowo namanya, sebuah rumah makan yang fokus menghidangkan makanan khas Banyumasan, terutama ayam goreng.

Rumah makan yang beralamat di Jl. Gelora Indah I, Mangunjaya, Purwokerto Lor, Kec. Purwokerto Tim., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53113 buka dari jam 9 Pagi, hingga Jam 9 Malam.

Sayangnya, lokasinya lumayan jauh dari stasiun. Jadi Sobat kita “sebut saja Kiki” itu mengurungkan niatnya mengunjungi tempat tersebut. Ah, sudahlah, mungkin Sobat TelusuRI yang lain punya pengalaman? Boleh lho kirim-kirim ceritanya ke kami.

Satu pesan yang sempat tercetus, salah satu menu jagoan di Djago Jowo adalah ayam kampung. Dan, satu porsinya sangat mengenyangkan, jadi jangan pernah memesan sendirian.

mendoan

Mendoan/dzoro (Flickr)

Jangan Lupakan Tempe Mendoan

Ada satu lagi hidangan yang menarik yang tak boleh dilewatkan kalau mampir atau berkunjung ke Purwokerto: tempe Mendoan.

Sebuah rumah makan yang beralamat di Jl. Mayjend Sutoyo No.21, Sawangan, Kedungwuluh, Kabupaten Purwokerto adalah pilihan favorit. Rumah Makan Eco 21 namanya, dari luar tempat ini tampak seperti pusat oleh-oleh, hanya saja terdapat meja makan yang bisa digunakan bagi mereka yang ingin menyantap tempe mendoan yang melegenda di Purwokerto.

Di sini, tempe mendoan akan digoreng dadakan, dilengkapi saus kecap yang diolah secara rahasia oleh sang pemilik rumah makan. Bayangkan sajian tempe mendoan yang masih hangat dan segelas teh sebagai pelepas dahaganya.

Selain tempe mendoan yang sudah digoreng, ternyata ada juga tempe mendoan siap goreng yang bisa kita bawa sebagai oleh-oleh untuk teman dan keluarga di daerah asal kita. Cocok untuk dibeli sebelum pulang.

Tujuan kuliner berikutnya, yang sempat dinikmati Kiki setelah beberapa hari di sana, adalah rumah makan Om Jul.

Lokasi kedai ini berada di belakang Pasar Glempang, di sini tersedia menu Ayam Betutu yang pedas, berdampingan dengan ayam, tersaji nasi lemak yang membuat perpaduan rasa unik pedas gurih yang mantap. Kedai ini buka mulai pukul 11 siang hingga pukul 9 malam.

Petualangan Kiki di Purwokerto cukup seru. Tapi, sepertinya masih banyak spot-spot kuliner legendaris Purwokerto yang belum tercakup ya?

Sebut saja hidangan seperti Soto Jalan Bank yang sering disebut sebagai tujuan wajib bagi penggemar kuliner yang mampir di Purwokerto. Selain itu juga pasti ada banyak lagi.

Kalau Sobat TelusuRI punya pengalaman, kami tunggu ya ceritanya!

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Avatar

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
ItineraryNusantarasa

Puas Berwisata di Purworejo dengan merasakan makanan khasnya

ItineraryNusantarasa

Mengenal Makanan Wonogiri Selain Semangkuk Bakso

Itinerary

Menelisik Sejarah di Lembah Tumpang

Itinerary

Film Balada Si Roy: Bukan Sekadar Bahan Nostalgia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *