Minggir ke Omah Minggir
Travelog

Minggir ke Omah Minggir

Sebagai seseorang yang tinggal di pusat kota, kadangkala perlu sejenak menepi untuk mencari udara yang lebih luas. Terlebih setahun ini, kita dipaksa untuk sebanyak mungkin berada di rumah dan berkutat di dalam dinding-dinding yang dingin. Keluar hanya untuk mencari makan. Benar-benar dibuat bak tikus, seperti tahun Tikus Logam…
Kopi dan Dongeng Bukit Turgo
Pilihan EditorTravelog

Kopi dan Dongeng Bukit Turgo

Bukit Turgo memiliki tempat istimewa di hati saya. Bagaimana tidak? Tempat ini menjadi sumber inspirasi untuk saya menuliskan novel pertama. Di tempat yang sunyi dan udara sejuk pegunungan dengan halimun yang keluar lebih kerap dari lainnya ini pula yang menjadi pintu bagi saya mengenal Gunung Merapi. Segelas kopi turgo telah…
Geliat Bertahan Hidup di Alor
Interval

Geliat Bertahan Hidup di Alor

Di dasar lautan dangkal nan hangat Alor, gerombolan lamun membentuk padang yang didiami dugong mencari makan. Di permukaan, di atas perahu yang mesinnya telah dimatikan, seorang lelaki tua, Onesimus Laa, merapal mantra hingga dugong mendengar panggilannya dan muncul menari di antara riak halus laut Alor.Alexandra Maheswari…
Benteng Pertahanan Pulau Kabung
Semasa Corona

Benteng Pertahanan Pulau Kabung

Empat puluh lima menit berlayar dari daratan Singkawang menuju Laut Natuna, bagan-bagan berjajar di atas laut tak jauh dari garis pantai. Di daratan, tampak desa dengan rumah-rumah panggung suku Bugis berdiri di atas umpak. Konon, mereka yang di sana adalah imigran yang menyelamatkan diri dari pemberontakan Kahar Muzakkar yang…
Mundur Sejenak Itu Boleh
Pilihan EditorSemasa Corona

Mundur Sejenak Itu Boleh

Untuk memulai tulisan ini, saya akan bercerita tentang satu pengalaman ketika kecil dulu. Satu dari beberapa kenangan yang teringat. Barangkali usia saya saat itu empat tahun.Saya kecil suka sekali dengan serial televisi Airwolf. Saya berusaha untuk tidak melepaskan satu episode sekali pun. Namun, suatu siang, ibu saya marah…
Menepi di Gunung Andong
Pilihan EditorTravelog

Menepi di Gunung Andong

Matahari tepat di atas kepala. Suhu 34°C Yogyakarta menimbulkan biasan pada jalan aspal Yogyakarta–Magelang. Saya hendak mendaki Gunung Andong bersama dua orang teman, Adi dan Yongki. Menurut rencana, saya akan menghampiri Peto—begitu saya biasa menyapa Adi—dan Yongki di Magelang dan selanjutnya kami akan meneruskan…