Itinerary

Menikmati Romantisnya Bukit Asmara di Pantai Ngudel

Menikmati Romantisnya Bukit Asmara di Pantai Ngudel

instagram.com/ngudelmalang

Malang merupakan kota di Ujung Timur Jawa, kota yang memiliki kontur dataran tinggi ini menjadi destinasi favorit banyak orang dan termasuk saya. Sudah lama sekali saya ingin berkunjung ke Kota Malang. 

Sejak lama saya ingin sekali merasakan kesejukan kota yang terkenal dengan makanan khasnya, Bakso Malang, Apel Malang, dan juga Keripik Tempe bulat. Tidak hanya makanan, malang memiliki pesona alam yang indah dengan destinasi-destinasi cantic yang menarik banyak perhatian wisatawan.

Tentu kalau saya ke sana pasti sudah terpikir banyak sekali tempat yang ingin saya kunjungi. Karena itu, ketika kesempatan itu sudah di depan mata, saya langsung menyusun daftar tempat wisata apa saja yang perlu saya kunjungi selama di Malang. Saya berlibur kesana bersama dua teman saya. Berlibur sendirian memang menyenangkan, tapi bepergian bersama kawan, akan jadi kenangan tak terlupakan.

Walau berada di ketinggian, ternyata Malang juga dikenal dengan destinasi Pantai, terdapat banyak wisata pantai yang wajib masuk daftar tempat yang harus kami bertiga kunjungi. Kami bertiga memang sangat suka dengan pantai. Rasanya bukan hanya ingin bermain air, tapi mendengar deburan ombak, melihat batasan langit yang seperti menyentuh garis panjang pantai, luasan pandangan yang begitu lapang, pastinya bisa membantu mengangkat sedikit penat di kepala.

Tentang Batu Besar Berbentuk Seperti Pusar di Tengah Pantai

merdeka.com

Pantai yang kami incar untuk dilihat pertama kali tiba di malang adalah Pantai Ngudel. Pertama tentu yang menarik perhatian kami adalah namanya yang unik. Karena itu setelah sampai di penginapan dan meletakan barang, kami pun langsung menyusun rencana untuk ke sana. Kendaraan yang kami pilih untuk mengantarkan kami ke Pantai Ngudel adalah Mobil, mengingat kami bertiga dan membawa beberapa perlengkapan lain seperti hammock dan baju pantai untuk keperluan update foto feed. 

Untuk menyewa mobil di Malang, harganya cukup terjangkau. Yaitu berkisar Rp300.000 per harinya, itu belum termasuk dengan biaya sopir. Mobil yang kami sewa tidak lama sampai di penginapan dan membawa kami bertiga serta berbagai perlengkapan yang kami bawa. Seperti aneka makanan ringan dan minuman. Katanya butuh waktu sekitar dua jam untuk sampai di Pantai Ngudel dari Kota Malang. Memang cukup lama, mengingat letaknya di desa Sidorejo Kecamatan Gedangan yang sudah masuk wilayah Kabupaten Malang. 

Nyatanya di sepanjang jalan kami betul-betul menikmati suasana pemandangan di sepanjang jalan menuju ke Pantai Ngudel. Mata rasanya segar karena banyak kebun warga di pinggir jalan menuju Pantai Ngudel. Ketika sampai di sana, kami membayar tiket masuk  seharga Rp 15.000 per orang. 

Ternyata nama unik pantai ini diambil dari batu besar yang ada di tengah pantai, yang jika dilihat dari kejauhan bentuknya seperti pusar. Karena itulah diberi nama Pantai Ngudel. Posisi batu berbentuk pusar yang menjadi asal nama pantai ini berdiri begitu kokoh di tengah laut. Memang unik dan ikonik. 

Romantisnya Barisan Cemara dan Bukit Asmara

instagram.com/pantai_ngudel

Pantai ini tidak hanya indah pantainya saja, tapi juga area lain di sekitarnya. Karena itu ketika sampai kami tidak langsung bermain air, supaya baju tidak langsung basah. Kami ingin terlebih dulu mencoba menelusuri sisi-sisi lain di sekitar pantai ini mengingat rasa penasaran yang tinggi selain karena nama, pasir pantai yang putih di sini sangat menarik minat kami untuk berjalan lebih jauh. Kami pun menemukan ada banyak tanaman cemara udang yang ditanam berbaris di sepanjang garis pantai, sungguh manis sekali. Setelah melewati jajaran pohon cemara itu, kami tertarik untuk menaiki bukit-bukit di sekitar pantai. 

Bukit ini konon dinamakan Bukit Asmara. Di bukit ini ada banyak ilalang, bikin tempat ini terasa romantis. Untuk sampai ke sini kami menelusuri jalan setapak. Pemandangan dari atas bukit juga sangat indah sekali. 

Rasanya syahdu banget melihat pantai dari atas bukit penuh ilalang. Kalau penulis yang datang kesini, saya yakin akan lahir sebuah cerita atau bahkan lirik lagu. Kalau yang kesini datang sama gebetan, cocok banget buat tempat mengutarakan perasaan hati. Kalau yang lagi patah hati, cocok menyepi dan meredakan sedih di sini.

Sayangnya memang keindahan itu harus dinikmati lebih banyak di pandangan saja. Karena Pantai Ngudel termasuk pantai yang memiliki ombak ganas, sehingga berbahaya untuk berenang di sini. Jelas sekali tertulis larangan untuk mandi atau berenang di laut.

Tapi tentunya kami tetap bisa main di bibir pantai. Sekadar merasakan airnya di telapak kaki saja rasanya sudah bahagia. Setelah puas berfoto-foto dan main air. Kami bertiga duduk di hamparan pasir yang putih nan halus. Kami pun makan cemilan-cemilan yang tadi kami bawa. Tapi kalau nggak bawa makanan, ada warung juga di sekitar pantai. 

Rasanya hati tenang sekali melihat pantai yang begitu luas di hadapan mata. Tak lama lagi matahari terbenam, kami pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan senja yang cantik di pantai ini.

Tidak perlu khawatir kalau baju basah dan bingung gantinya di mana. Karena tersedia toilet untuk membasuh. Intinya jangan sampai lupa bawa baju ganti kalau ke pantai. Kalau mau lebih terasa pikniknya, bisa bawa tikar sendiri juga beserta keranjang piknik yang menarik. 

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

Curug Leuwi Hejo, Destinasi Air Terjun Hijau Toska di Bogor

Itinerary

Awas Rem Blong di Gekbrong

Itinerary

Sambut 2022 dengan 7 Film Perjalanan Ini

ItineraryPilihan Editor

Indonesia Graveyard: Merawat serta Belajar dari Makam Kuno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *