Itinerary

Simbol Keberuntungan dan Kemakmuran pada Kuliner Khas Imlek

Bulan lalu aku baru saja mendapat kabar bahwa tiba-tiba aku diberhentikan dari perusahaan tempatku mengabdi selama lima tahun belakangan. Sejumlah pesangon pun diberikan. Tapi aku tidak tahu akan cukup untuk bertahan hidup berapa lama. Aku pun terus mencari pekerjaan baru. Entah berapa puluh lamaran sudah kukirimkan. Namun, masih belum ada tanggapan.

Saat ini aku masih menyewa kamar kost di Jakarta. Aku masih berharap bisa bertahan dulu di Jakarta dan tidak kembali ke rumah orangtua di Bogor.  Rasanya-rasanya ingin sekali pulang ke rumah mengingat sebentar lagi adalah perayaan Tahun Baru Imlek.

Aku tiba-tiba teringat pada Imlek tahun lalu. Aku, ayah, ibu, kakak, dan adikku berkumpul bersama di ruang tengah, menyambut Imlek dengan sajian khas pergantian tahun. Ada mie panjang umur hingga ikan rebus.

Akan kuceritakan saja makna dari makanan khas Imlek ini kepadamu. Setidaknya, ini jadi pengingat kalau tahun lalu ada keberuntungan dan kemakmuran yang berlimpah datang padaku.

Mie Panjang Umur

Mie via tempo.co

Mie panjang umur biasanya juga disebut Chang Shou Mian. Mie ini menjadi harapan untuk kebahagiaan dan umur panjang. Bentuknya lebih panjang dari mie pada umumnya. Disajikannya bisa digoreng atau direbus. Semakin panjang mie berarti semakin panjang usia yang memakannya.

Mie Panjang Umur juga bisa ditambahkan dengan bahan lain seperti daging atau sayuran sesuai selera. Pilihan tambahan bahannya bisa dilihat dari filosofinya juga. Misalnya udang untuk keberuntungan, telur untuk kesehatan, bebek yang berarti kesetiaan, babi panggang untuk kedamaian, dan lain-lain.

Telur Teh

Bentuk telur yang bulat dianggap menandakan kebersamaan dalam keluarga dan warna dari telur teh melambangkan bongkahan emas yang berarti kekayaan, kemakmuran dan kesuburan.

Untuk membuat telur teh tidak sulit. Pertama, rebus telur seperti biasa sampai matang. Setelah itu tepuk lembut cangkangnya dengan sendok untuk membuat retakan di seluruh kulit telur. Rebus air yang berisi seduhan teh hitam, garam, kecap dan batang kayu manis. Masukkan telur dan diamkan. Nantinya akan tertera pola yang unik di telur rebusnya. Telur jadi tampak artistik sekaligus lezat.

Ikan Rebus

Ikan rebus atau ikan kukus (steamed fish) merupakan salah satu kuliner khas imlek yang paling terkenal. Di beberapa wilayah di China, ikan biasanya menjadi hidangan terakhir yang dimakan dengan dibiarkan ada sedikit sisa, karena ini menjadi simbol keuntungan, atau surplus setiap tahun.

Bahkan ada juga tradisi yang memakan separuh ikan untuk makan malam, dan separuhnya lagi untuk di hari berikutnya. Ini dilakukan untuk memperpanjang keuntungan dan harapan akan masa depan yang sejahtera.

Ada juga tradisi yang memakan ikan hanya bagian tengahnya saja, jadi bagian kepala dan ekor dibiarkan utuh. Ini sebagai pengingat bahwa  hal yang dimulai harus diselesaikan dan diharapkan dapat memberi hasil yang positif.

Di Hunan, salah satu provinsi di China, hidangan ikan ini ditambahkan paprika merah. Merah merupakan warna yang meriah dan melambangkan keberuntungan juga. Rasa pedasnya merepresentasikan hasrat yang membara untuk berkembang di tahun baru.

Di rumahku, kali ini ibu menyajikan menu pindang bandeng. Rasanya sangat lezat, karena resepnya kaya akan rempah. Sebelum diolah, ikan bandeng dicuci bersih, lalu dilumuri sedikit garam dan air jeruk nipis, lalu bilas dan lumuri dengan kecap manis. Bumbunya adalah bawang merah, cabai rawit, cabai merah, jahe, kunyit, tomat, yang dibakar sebentar. Potong tomat dan memarkan bumbu lainnya. Rebus semua bumbu bersama air asam jawa sampai mendidih dan masukkan ikan bandeng. Tambahkan garam dan gula, lalu masak hingga matang.

Yee Sang

Yee sang via tempo.co

Yang tidak kalah penting dalam barisan kuliner khas Imlek adalah Yee Sang. Yee Sang atau kadang juga disebut Yusheng merupakan salad ikan mentah. Yee Sang biasanya terdiri dari irisan ikan mentah (pada umumnya salmon) yang dicampur dengan irisan tipis jahe putih, jahe merah, timun, wortel, lobak, kacang tanah tumbuk, biji wijen, juga ada kerupuk yang biasanya ditaburkan di atasnya bersama bumbu dan saus sebelum diaduk. Untuk sausnya saus yang paling populer adalah saus plum. Jadi memang rasa Yee Sang ini cukup kuat sekaligus sangat beragam.

Menurut arti dari namanya Yee Sang atau Yusheng ini berarti sebuah peningkatan dalam keberlimpahan. Yee Sang merupakan simbol dari keberuntungan, kemakmuran, kesehatan, dan semua hal yang menguntungkan. Biasanya Yee Sang dinikmati di hari ketujuh pada Tahun Baru Imlek yang disebut Ren Ri.

Sebelum dimakan, Yee Sang ditaburi bumbu dan saus yang ketika menaburnya sambil mengucapkan doa. Setelah itu, Yee Sang diaduk dan diangkat ke atas hingga tampilannya berantakan. Semakin tinggi diaduk, semakin tinggi rezekinya. Ketika mengangkatnya tinggi ke udara, kita sembari meneriakkan “Loh Hey” yang artinya “bergerak ke atas”. Ini sebagai simbol dari keinginan agar kekayaan kita meningkat di tahun yang akan datang.

Arti penting dari mengaduk dan melempar tinggi ini adalah mengharapkan keberuntungan dan kebahagiaan yang berlimpah untuk semua. Karena cukup repot untuk membuatnya, biasanya kami sekeluarga mencari restoran yang menyediakan menu ini.

Sungguh sebuah pengalaman yang menyenangkan bagiku untuk meresapi makna, simbol dan filosofi dari kuliner khas Imlek kami santap setiap tahun. Aku pun berharap banyak di tahun ini semoga keberuntungan benar-benar berpihak padaku dan ada kabar baik yang datang secepatnya.

Salam, Aria.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

TelusuRI

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

Kekayaan Nusantara itu Bernama Halili dan Topi Nunu

Itinerary

Camping di Waduk Sermo

Itinerary

Mencicipi Ragam Soto Nusantara

Itinerary

Ada Apa Saja di Museum Santet Surabaya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *