Itinerary

Cerita tentang Purwakarta, Jembatan Paris Van Java

Kalian tentu sudah bersahabat dengan jalur Cipularang, jalan tol yang menghemat waktu tempuh Jakarta – Bandung menjadi hanya 2 jam saja. Awalnya, jalan tol ini dibangun dalam rangka menyambut KTT Asia–Afrika untuk memperingati 50 tahun KTT Asia–Afrika di Bandung. Proyek ini diprakarsai oleh Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai presiden kala itu, mulai tahun 2003 dan ditargetkan mampu beroperasi April 2005.

Proyek jalan tol ini dikerjakan oleh perusahaan Jasa Marga dengan cara dibangun dari 2 tahap, melewati Cikampek, Purwakarta, Padalarang hingga akhirnya selesai pada tahun 2005.

Petunjuk Jalan via mapio.net

Dari total 54 kilometer panjang ruas jalan tol ini, sebagian besar jalan tol ini melewati wilayah Purwakarta, ternyata menyimpan banyak destinasi wisata. Setidaknya jika kamu berhenti di rest area, kamu bisa menemukan banyak papan info yang mengajak kita untuk mengunjungi salah satunya. Sejak tahun 2018, pemerintah Purwakarta gencar mengembangkan potensi wilayah yang bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata, terutama yang berkaitan dengan wisata alam. Mengingat sebagian besar wilayah purwakarta memiliki perbukitan.

Bukit Panenjoan

Salah satunya adalah Bukit Panenjoan, sebuah bukit lahan hijau yang dikelilingi perkebunan teh yang luasnya mencapai 100 hektar. Area ini sebelumnya merupakan lahan tandus, pemerintah setempat kemudian mengolahnya menjadi lahan hijau dengan bantuan dinas perkebunan dan perhutanan jawa barat.

Bukit Panenjoan/Sumber

Nama Bukit Panenjoan diambil dari bahasa sunda yang berarti penglihatan, atau tempat untuk melihat. Jelas, dari sini kita bisa melihat indahnya pemandangan alam perbukitan khas plataran Sunda.

Bukit ini menjadi salah satu destinasi terbaik yang diunggulkan oleh pemerintah Purwakarta dan menjadi spot paling instagenik, banyak wisatawan menghabiskan waktunya mengumpulkan foto-foto yang kemudian diunggah ke media sosial mereka dengan berbagai konsep kreatif. Harga tiket masuk yang terjangkau menjadikan tempat ini juga cukup ramai di hari biasa maupun akhir pekan.

Di Kabupaten Purwakarta, destinasi wisata agro menjadi andalan dengan mengemas konsep yang menarik perhatian selain spot foto. Salah satu konsep tempat wisata agro yang menarik adalah Skypool Giri Tirta Kahuripan.

Resort Giri Tirta Kahuripan via Instagram/explorepurwakarta

Sebuah lokasi pemandian berbentuk waterpark yang berada di ketinggian. Tempat ini merupakan salah satu bagian dari agrowisata Resort Giri Tirta Kahuripan. Di mana dalam area ini terdapat hotel, restoran, serta beragam titik yang diolah untuk kegiatan outbound. Walau tempatnya berada dalam resort, namun masyarakat umum dan wisatawan bisa berkunjung untuk bermain aktivitas air dengan membayar tiket masuk sebesar Rp85 ribu.

Dengan tiket itu, pengunjung dapat menikmati wahana pemandian air dengan pemandangan ketinggian di atas bukit, serta menikmati paket agrowisata dengan berkeliling area resort. Kamu bisa menemukan berbagai spot foto menarik seperti skybridge yang cukup marak ditemukan menjadi latar belakang foto di media sosial.

Jika tidak terlalu menyukai waterpark buatan, Purwakarta juga memiliki satu tempat untuk menikmati aktivitas air sembari menyuguhkan pemandangan yang luar biasa. Taman Batu Cijanun, sebuah area bermain air dengan konsep alami ini terletak di kawasan pegunungan Burangrang.

Taman Batu Cijanun/Sumber

Area ini sesungguhnya merupakan daerah aliran sungai yang terbentuk alami, kemudian dikelola dengan sangat baik dengan perapihan akses disekitarnya. Terbukti dengan tingginya popularitas Taman Batu Cijanun sejak pertama kali dibuka untuk umum. Untuk mengunjungi tempat ini, kita hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 20.000 rupiah saja. Cukup terjangkau bukan?

Tempat lain yang tidak kalah dari perhatian untuk dikemas secara kreatif guna mendukung wisata di Purwakarta, adalah Waduk Jatiluhur. Waduk yang menjadi sumber penggerak energi yang menghasilkan listrik di Jawa Barat, PLTA Jatiluhur.

 

Bendungan Jatiluhur,Purwakarta/Sumber

Daerah ini tidak luput mendapatkan pengembangan sektor pariwisata, dimana di beberapa sisi waduk, kita bisa menemukan spot wisata seperti Istora Resort Jatiluhur. Pengelola resort sudah menyiapkan sejumlah tempat yang sangat cantik dan sayang dilewatkan bagi mereka penggemar swafoto. Ada beragam variasi lokasi foto seperti Rumah Pohon, Dock Kapal, hingga Balkon dengan latar belakang area waduk seluas 8.300Ha.

Di sekitar resort, terdapat beberapa nelayan lokal yang juga menyediakan perahu untuk disewa berkeliling waduk. Kita bisa menikmati suasana sejuk sembari menunggu senja terbenam di sana.

Jika menghendaki wisata berwawasan edukatif, Purwakarta juga memiliki sebuah tempat yang cukup terkenal. Tempat ini sering dijadikan perhentian untuk menikmati santapan kala waktu makan siang oleh para pengunjung. Citarasa khas sunda disajikan dalam Saung Manglid. Kita bisa menikmati sate Maranggi khas Purwakarta yang terkenal, sembari menikmati pemandangan sekitar, terutama area-area kreatif yang dibentuk dari wadah bambu. Anda bisa tetap menikmati pemandangan dari olahan bambu kreatif yang diterapkan oleh pengelola Saung Manglid.

Konsep wisata berwawasan edukasi juga bisa ditemukan di tempat lain di Purwakarta, selain Saung Manglid, ada juga Urban Farming di kecamatan Campaka, Kab. Purwakarta. Di sini terdapat hamparan kebun bunga dan tanaman, dimana pengunjung bisa ikut ambil bagian untuk belajar bagaimana cara bercocok tanam. Untuk menarik perhatian pengunjung, pengelola menambahkan ornamen rumah-rumah bergaya Eropa. Dengan kebun bunga di sekitarnya, menjadikan rumah-rumah tersebut mirip seperti rumah perkebunan yang ada di Amsterdam, atau wilayah eropa yang khas dengan pemandangan alamnya.

Berencana ke Purwakarta dalam waktu dekat ini? Kita bisa keluar di Sadang, Subang, atau di Gerbang Jatiluhur. Dan ikuti petunjuk yang ada untuk menuju tempat-tempat yang disebutkan dalam artikel ini.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
ItineraryNusantarasa

Sepiring Hidangan yang Tak Biasa

Itinerary

5 Tips Memilih Tempat Makan di Destinasi Wisata

Itinerary

Mengenal Desa Boti, Nusa Tenggara Timur

Itinerary

6 Destinasi Ekowisata di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *