ItineraryNusantarasa

Berwisata Rasa Kala Di Purwokerto

Keretaku yang sudah tiba di Stasiun Purwokerto, Aku dan Kiki yang berangkat dari Bandung menggunakan kereta Serayu jam 12 siang. Tujuan kami berdua adalah mengunjungi seorang teman kami di Purwokerto dan sekaligus menghadiri sebuah acara komunitas yang diselenggarakan di kaki gunung Slamet. 

Sudah lebih dari 10 tahun sejak pertama kali ku ke gunung Slamet semenjak orientasi dasar alam yang aku ikuti kala SMP, dan kali ini aku kembali. Banyumas tentu sudah dikenal oleh banyak pelancong sebagai destinasi wisata di Jawa Tengah yang tidak boleh dilewatkan. Disini terdapat wana wisata pemandian air panas yang terletak di bawah kaki gunung Slamet, tempat favoritku untuk mandi karena saat itu air di bumi perkemahan Banyumas selalu dingin.

Merupakan ibukota dari kabupaten Banyumas, Purwokerto yang juga menjadi pintu masuk menuju destinasi-destinasi menarik di Banyumas, menyimpan banyak wisata kuliner yang tidak kalah enak dari destinasi wisatanya. Karena kami tiba cukup sore, kami berdua memutuskan untuk sekedar mengisi perut sembari menunggu dijemput oleh panitia penyelenggara.

Untung terdapat salah satu tempat makan yang sangat terkenal di Purwokerto, dan lokasinya tidak jauh dari stasiun kereta. Salah satu tempat makan yang sudah berdiri sejak 30 tahun silam. Rumah makan Niki Eco yang terkenal dengan mie ayam yang terenak di Purwokerto.

Lokasinya yang terletak di Depan PLN Jalan Jendral Sudirman menjadikan rumah makan ini mudah ditemukan, apalagi dekat sekali dengan alun-alun Purwokerto yang ramai kala malam. Aku dan Kiki meletakan tas ransel kami, memposisikan diri sebaik mungkin untuk memesan semangkuk mie ayam sedap. Satu porsi mie ayam di sini cukup terjangkau, mulai dari Rp 15.000 saja. Selain mie ayam, Di rumah makan ini terdapat juga es durian khas Purwokerto yang nikmat. 

Karena kami tiba setelah matahari terbenam, sepertinya tidak cocok memesan es durian, jadi kami habiskan mie ayam dengan segelas teh hangat sebagai penutupnya. Menjaga kami tetap hangat sembari menunggu penjemputan oleh panitia di titik pertemuan yang telah dijanjikan, alun-alun Purwokerto.

Sebenarnya selain di Mie Ayam Niki Eco 21 ini, terdapat sebuah tempat makan yang menyajikan masakan khas Banyumasan. Djago Jowo namanya, sebuah rumah makan yang fokus menghidangkan makanan khas Banyumasan, terutama ayam goreng. 

Rumah makan yang beralamat di Jl. Gelora Indah I, Mangunjaya, Purwokerto Lor, Kec. Purwokerto Tim., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53113 buka dari jam 9 Pagi, hingga Jam 9 Malam.

Karena lokasinya yang jauh, membuat kami mengurungkan niat mengunjungi tempat ini. Mungkin saat setelah selesai acara tiga hari kemudian, kami akan bersama-sama mengunjungi rumah makan Djago Jowo dan memesan seporsi ayam kampungnya yang menjadi favorit para pelancong, dan percayalah, seporsi makanan ini akan sangat mengenyangkan, jadi jangan pernah memesan sendirian.

Setelah menunggu kurang lebih 10 menit di Alun-Alun kota, beberapa mobil seragam mulai menghampiri kami di tempat pertemuan yang dijanjikan, panitia mulai mengabsen beberapa orang yang melakukan konfirmasi penjemputan. Aku dan Kiki, termasuk 11 orang lainnya masuk bergiliran kedalam angkutan yang disediakan, dan mengikuti arahan panitia untuk menuju tempat peristirahatan. Tapi sebelum itu, mereka mengajak kami untuk menyantap sebuah makanan khas Purwokerto, tempe Mendoan.

Rombongan kami dibawa ke sebuah rumah makan yang beralamat di Jl. Mayjend Sutoyo No.21, Sawangan, Kedungwuluh, Kabupaten Purwokerto. Rumah Makan Eco 21 namanya, dari luar tempat ini tampak seperti pusat oleh-oleh, hanya saja terdapat meja makan yang bisa digunakan bagi mereka yang ingin menyantap tempe mendoan yang melegenda di Purwokerto.

Disini, tempe mendoan akan digoreng dadakan, dilengkapi saus kecap yang diolah secara rahasia oleh sang pemilik rumah makan. Kami semua menikmati sajian tempe mendoan yang masih hangat dan segelas teh sebagai pelepas dahaganya. Selain tempe mendoan yang sudah digoreng, ternyata ada juga tempe mendoan siap goreng yang bisa kita bawa sebagai oleh-oleh untuk teman dan keluarga di daerah asal kita.

Aku sempat berpikir untuk mengunjungi kembali tempat ini dan membeli beberapa bungkus tempe mendoan untuk dibawa pulang nanti. Tapi itu nanti saja, perjalanan kami di Purwokerto ini masih sangat panjang.

Selesai mengikuti kegiatan di bumi perkemahan kaki gunung Slamet, dua hari kemudian kami di bawa turun secara rombongan kembali oleh panitia. Lelah memang, tapi kami tak sabar mengingat mereka menjanjikan kami untuk bersantap sebelum pulang ke daerah kami masing-masing. Untuk itu, panitia membawa kami ke sebuah rumah makan Om Jul. 

Lokasi kedai ini berada di belakang Pasar Glempang, disini tersedia menu Ayam Betutu yang pedas, berdampingan dengan ayam, tersaji nasi lemak yang membuat perpaduan rasa unik pedas gurih yang mantap. 

Kedai ini buka mulai pukul 11 siang hingga pukul 9 malam. Jadi kami yang tiba disana sekitar jam 12 siang merasa tepat, mengingat ini juga jam makan siang. Kami mendapat pesanan yang sama, dengan minuman es kelapa yang menyegarkan dahaga. 

Sungguh aku tidak kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh panitia regional ini, mengingat kami disajikan berbagai sajian khas Purwokerto yang mengenyangkan sekaligus memanjakan lidah.

Selesai menyantap, kami diantarkan secara terpisah, beberapa rombongan ada yang hendak menggunakan transportasi bis untuk kembali ke kota asal mereka, sementara aku, kiki dan 11 orang lain yang sempat hari pertama bertemu, sama-sama kembali ke kota asal kami menggunakan kereta. Jadilah kami diantarkan sampai ke stasiun, dengan perut kenyang dan memori petualangan rasa yang tidak akan pernah kami lupa.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
ItineraryNusantarasa

Sepiring Hidangan yang Tak Biasa

NusantarasaPesona Hutan

Ragam “Hasil Hutan Bukan Kayu” dari Kapuas Hulu

Itinerary

5 Tips Memilih Tempat Makan di Destinasi Wisata

Itinerary

Mengenal Desa Boti, Nusa Tenggara Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *