Itinerary

Berburu Buku Bekas di Jakarta

Tinggal di ibukota membuat Sica, seorang human resource di salah satu media nasional, dapat dengan mudah menemukan buku-buku terbaru yang ia inginkan. Bahkan, ia hanya butuh berjalan beberapa langkah untuk mencapai toko buku terdekat.

Walaupun begitu, sebagai seorang nerd, Sica tidak puas jika hanya bisa belanja buku di toko-toko buku besar yang dipenuhi ratusan bahkan ribuan buku terbaru. Terkadang, ia ingin “berpetualang” di toko buku bekas Jakarta yang sering menyimpan hidden gem.

Sica sering menceritakan pengalaman hunting-nya kepada saya. Salah satu buku terkeren yang pernah ia temukan adalah sebuah kamus Bahasa Inggris terbitan tahun 40-an dengan cover dari semacam jahitan kain. Ia mendapatkannya dengan harga 10 ribu saja.

Karena sama-sama kutu buku, saya pun bertanya kepadanya di mana toko buku bekas terbaik di Jakarta yang wajib saya kunjungi. Maklum, saya seorang perantau yang belum hafal sudut-sudut Jakarta.

Dengan bersemangat, Sica pun memberikan beberapa rekomendasi yang menurutnya terbaik dan wajib saya kunjungi.

  1. Toko Buku Bekas Delawas

Jika ditanya mana yang menjadi favorit Sica, jawabannya adalah Toko Buku Bekas Delawas yang terletak di Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Meskipun terbilang kecil dan harganya tidak bisa ditawar, Sica menyukai tempat ini karena ia merasa begitu “intim” dengan tumpukan buku yang ada di rak. Selain itu, ada banyak komik yang bisa ia temukan di sini. Sebagai penggemar anime dan manga, Sica suka khilaf dengan memborong komik-komik lawas seperti Ninja Hattori dan Kobo-Chan.

  1. Pasar Buku Kenari

Dulu ada banyak sekali penjual buku bekas di sepanjang Jalan Kwitang Raya di Jakarta Pusat. Bisa dibilang, di sini adalah salah satu pusat buku bekas yang ada di Jakarta sebelum penggusuran. Beberapa lapak sudah direlokasi ke Pasar Buku Kenari. Di sini, kita bisa menemukan banyak lapak-lapak yang menjual buku bekas. Mau cari apapun ada, mulai novel, komik, hingga buku akademik. Salah satu tempat yang paling besar di sini adalah Jakbook. Berbeda dengan lapak lain, tempat ini terlihat seperti toko buku pada umumnya dan dibagi berdasarkan kategori bukunya. Tidak hanya toko buku, tempat ini pun memiliki minimarket dan cafe sehingga kita bisa bersantai di sini sambil membaca buku yang baru kita beli.

  1. Pusat Buku Bekas Senen

Tempat lain yang menjadi lokasi baru untuk pedagang yang mengalami penggusuran adalah Pusat Buku Bekas Senen. Lokasinya berada di samping Terminal Senen. Menurut Sica, tempat ini sudah sangat terkenal untuk kalangan mahasiswa maupun pelajar yang sedang mencari literatur dengan harga murah meriah. Walaupun begitu, kita juga bisa menemukan buku baru di sini. Kalau ingin berkunjung ke sini, kamu bisa naik KRL dan turun di Stasiun Senen. Dari sana, kamu cukup berjalan kaki ke arah barat untuk mencapai lokasi.

  1. Sentra Buku Jakarta Thamrin City

Beberapa pedagang buku di Kwitang yang mengalami penggusuran pindah ke Thamrin City, tepatnya di lantai 3A. Di sini, kita bisa menemukan puluhan kios buku bekas yang bisa dipilih sesuai selera. Koleksi bukunya cukup lengkap dan tempatnya sendiri terbilang nyaman kalau ingin berlama-lama. Harganya juga cukup terjangkau bagi kantong. Sica sendiri terbilang jarang berkunjung ke tempat ini karena kurang cocok saja dengan lokasinya yang menjadi satu dengan tempat perbelanjaan. Feel-nya kurang dapat, begitu katanya.

  1. Blok M Square
Toko buku di Blok M Square, Jakarta[TEMPO/STR/Dasril Roszandi]

Yang satu ini sudah cukup terkenal dan menjadi favorit penduduk ibukota. Pusat buku bekas Jakarta di kawasan Blok M Square bisa ditemukan di lantai dasarnya. Buku yang dijual pun termasuk beragam, baik dalam kondisi bekas maupun buruk. Kita bisa menemukan buku pelajaran sekolah, novel, majalah, komik, bahkan jika beruntung dapat menemukan buku langka.

Tempatnya juga tergolong nyaman karena berada di area indoor yang dilengkapi dengan AC. Jadi kalau kita ingin kabur dari panasnya Jakarta, tempat ini bisa menjadi alternatif yang menarik. Kalau di tempat ini, Sica akan mengeluarkan mode emak-emak dan dengan lihai menawar buku-buku di sana hingga ia mendapatkan harga yang ia inginkan.

  1. Pasar Jatinegara
Seorang anak memilih buku pelajaran bekas di Pasar Jatinegara [TEMPO/STR/Wisnu Agung Prasetyo]

Sica juga jarang mengunjungi lapak buku bekas yang berlokasi di Pasar Jatinegara. Alasannya sama dengan Thamrin City, lokasi tersebut tidak spesifik menjadi toko buku bekas karena ada pelapak lain yang menjual berbagai macam dagangan. Kita bisa menemukan buku baru maupun buku bekas di sini. Kalau beruntung, kita akan menemukan majalah atau buku langka yang sudah jarang beredar di pasaran. Toko buku bekas, apalagi di tengah-tengah kota metropolis seperti Jakarta, menyimpan banyak daya magis bagi pecinta buku. Aroma buku tua yang membaur di udara membawa sensasi tersendiri yang tak akan kita temukan di toko buku modern.

Belum lagi sensasi ketika melakukan penawaran dengan penjualnya. Kita seolah dituntut untuk menjadi raja tega agar bisa mendapatkan harga semurah mungkin. Jika kita berhasil mendapatkan harga yang diinginkan, rasanya senang bukan main. Sica, meskipun memiliki penghasilan tetap yang lumayan, tetap saja melakukan penawaran karena menikmati sensasi tersebut. Seringnya, ia akhirnya menjadi pihak yang mengalah dan memberikan harga yang diminta oleh penjual.

Kehadiran toko buku bekas di Jakarta menjadi semacam oase dari hiruk pikuk keramaian kota yang seolah tak pernah tidur ini.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
ItineraryNusantarasa

Sepiring Hidangan yang Tak Biasa

Itinerary

5 Tips Memilih Tempat Makan di Destinasi Wisata

Itinerary

Mengenal Desa Boti, Nusa Tenggara Timur

Itinerary

6 Destinasi Ekowisata di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *