Interval

“Dark Tourism”: Merayakan yang Kelam

“[K]ami tinggal di Pripyat, dekat reaktor. Sampai hari ini, aku masih mengingat cahayanya, pendar merah raspberry … [W]arna yang sangat indah. Bukan api biasa, tapi tampak menyala. Sangat cantik. Jika kamu melupakan segala hal lainnya, itu sangat indah … [B]eberapa orang menyetir atau bersepeda lusinan kilometer untuk melihatnya. Kami tak menyangka bahwa kematian bisa terlihat begitu…
Read more
Interval

Solilokui Jalan Tol

I Saya suka lari sore di jalan tol yang belum beroperasi. Itu terjadi beberapa bulan lalu. Sekarang, ruas jalan tol Cimanggis-Kukusan (atau sebaliknya) itu sudah diisi mobil-mobil yang melintas kencang dari/ke Jakarta atau Bogor. Saya jadi tak bisa berlari di sana, juga…
Interval

Hostel: Identitas dan Konsumsi Budaya (2)

Hostel lebih dari sekadar persoalan murah. Keputusan untuk memilih hostel terkadang bukan hanya keputusan ekonomi belaka, tapi juga terkait pilihan-pilihan kultural yang pelik. Seperti sudah saya jelaskan di bagian sebelumnya, hostel menawarkan pengalaman yang unik dan…
Interval

Hostel: Identitas dan Konsumsi Budaya (1)

Pengalaman pertama saya dengan hostel baru tiba pada akhir Agustus 2016. Adalah sebuah pagi musim panas yang cerah di Ljubljana ketika saya check in di Hostel H2O, yang terletak persis berhadapan dengan Sungai Ljubljanica. Saya masih ingat banyak detail tentang hostel itu.
Interval

De-eksotisasi Perjalanan

Di sebuah kamar mandi di kawasan Jakal, Sleman, saya mengingat minggu-minggu yang baru berlalu. Sambil mandi pagi, saya membayangkan jalan-jalan, orang-orang, dan kota-desa yang saya temui sepanjang tiga pekan ke belakang. “Tak ada yang eksotis di sana,” pikir saya…
Interval

Pariwisata yang Berlebihan

Yang berlebihan itu tidak baik. Seperti Indomie. Porsi satu setengah sudah cukup, jangan lebih. Jika lebih, kenikmatan justru akan buyar. Namun, memang tak pernah mudah mengelola keserakahan dan nafsu yang meluap-luap, terlebih dalam iklim di mana pertumbuhan (growth)…
Interval

Menyanyikan Travelog lewat Folk

Cerita perjalanan itu beragam bentuknya. Beberapa orang mencatat rapi di buku catatan kecil yang dibawanya ke mana-mana saat berkelana. Yang lain berbagi lewat fotografi, video, dan bentuk visual lain semisal gambar coretan tangan. Ada juga yang lebih suka bertutur secara…