Itinerary

Ada Kisah yang Lebih Besar untuk Diceritakan Selain Menara Kudus

Jika boleh menceritakan tentang Kudus, maka ada kisah yang lebih besar dari sekedar menara yang terkenal, dan lebih harum dari sekedar kretek yang dibakar. Akan aku beritahu sebuah rahasia, walau terkenal dengan kota penghasil kretek terbesar di Jawa Tengah, jika kalian berkunjung ke kota Kudus, jangan harap kalian menemukan ladang tembakau. Karena pesona dari kota ini tidak terpusat padanya. 

Kudus dikenal sebagai kota santri karena disini sangat kental akan nuansa Islam. Pada abad pertengahan, kota ini menjadi salah satu pusat perkembangan agama Islam di pulau Jawa. Kalian bisa menemukan makam dan peninggalan dua Wali Songo yang mashur yakni Sunan Kudus dan Sunan Muria.

Dan kisah yang lebih besar itu adalah kisah tentang Gunung Muria, sebuah kawasan yang sangat terkenal oleh masyarakat Kudus. Menurut Djuyoto, 60.000 tahun sebelum masehi, bumi masih berupa satu daratan. Waktu itu, ada satu bangsa dengan peradaban besar, yakni Lemuria yang diyakini hidup di kawasan Gunung Muria. Setelah zaman es mencair, daratan besar terpisah, bangsa lemuria terpecah, dan membentuk peradaban-peradaban kecil, namun Gunung Muria tetap ada.

Kita bisa menikmati pemandangan Gunung Muria yang agung, melalui sebuah area yang kini sedang hits. Desa Wisata Rahtawu, sebuah desa di kecamatan Gebog, Kudus. Wisata alam di desa ini bisa menunjukan kalian keindahan Gunung Muria. Setidaknya terdapat lebih dari 10 lokasi wisata yang terdapat di desa ini, yang memperkaya khasanah kita terkait kota Kudus.

desa Rahtawu, Gebog/Sumber

Salah satunya adalah wisata alam Selam Semliro, di kalangan pengguna Instagram lokasi ini cukup terkenal. Berbagai macam konten foto yang indah bisa kita temukan berlatarkan Gunung Muria dari tempat ini. Mulai dari jembatan yang terbuat dari bambu yang selalu jadi incaran kebanyakan wisatawan yang datang ke sini, hiasan bunga raksasa berwarna-warni yang tidak luput dari para terkasih yang membuat foto pre-wedding, hingga sayap malaikat untuk para bidadari yang kehilangan sayapnya.

Di sekitar sini sudah dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas pendukung untuk kenyamanan pengunjung, mulai dari sarana toilet, parkiran, hingga saung-saung yang menjajakan makanan serta minuman.

Masih di sekitar kawasan Gunung Muria, terdapat sebuah lokasi wisata yang cukup diminati, yaitu objek wisata Air Tiga Rasa Rejenu. Objek wisata tersebut menarik perhatian wisatawan, walau bagi warga Kudus mungkin bukan hal baru. 

Terdapat mata air yang dikelilingi bebatuan seperti kolam, di mana setiap mata air memiliki rasa berbeda-beda. Sumber mata air pertama memiliki rasa asam mirip stroberi, sumber mata air kedua memiliki rasa mirip minuman ringan bersoda, dan sumber mata air ketiga memiliki rasa seperti tuak.

Wisata Air Tiga Rasa/Sumber

Untuk menuju mata air ini, kita bisa menggunakan sepeda motor, namun jalur yang berliku dan terdapat tanjakan ekstrim akan menjadi tantangan dan butuh kemampuan berkendara dan konsentrasi. Jika ragu, kita bisa memanfaatkan jasa Ojek yang disediakan oleh warga sekitar yang lebih paham medan menuju tempat tersebut. Biaya ojek berkisar 30 ribu hingga 50 ribu tergantung negosiasi.

Jika mengurungkan niat untuk mengunjungi tempat ini, kita bisa mengunjungi lokasi wisata lain yang tidak kalah ramai di kalangan para pelancong di Kudus, yaitu air terjun Monthel. Pada akhir pekan, warga lokal akan mengunjungi tempat ini untuk sekedar melepas penat atau menghibur keluarga dengan menggelar alas sembari menikmati bekal yang disiapkan dari rumah.

Air terjun Monthel, Colo, Dawe/Sumber

Air terjun ini cukup ramai dengan aktivitas mandi yang dilakukan oleh pengunjung. Kesegaran dari air terjun, medan berbatu membentuk kolam-kolam alami, serta keteduhan pohon menjadi pemandangan yang akan anda nikmati. Pengelolaan kawasan ini cukup baik, mengingat kesadaran para pedagang dan pengunjung yang tidak meninggalkan sampah secara sembarangan. Bisa jadi ini bentuk kesadaran masyarakat yang baik dalam menjaga kelestarian alam dan mendukung ekosistem wisata ramah turis dan ramah lingkungan yang perlu dicontoh oleh tempat-tempat lain.

Jika tidak menyukai air terjun dan berkendara menempuh jalur menanjak, di bawah lokasi ini masih ada sebuah perkebunan yang menjadi lokasi wisata lain yang wajib dikunjungi kala menikmati kawasan lereng Gunung Muria. Wana wisata Ternadi mirip seperti wisata alam Selam Semliro dengan spot-spot foto instagramable-nya.

Memandang jauh ke Timur, dari Wana Wisata Ternadi ini, Kita bisa melihat Pantai Wisata Sambilawang Trangkil yang berada di daerah Pati. Kudus dan Gunung Muria memang tidak bisa dilepaskan begitu saja, namun selain kawasan Gunung Muria yang memiliki banyak destinasi wisata berwarna hijau, Kudus sendiri memiliki satu destinasi baru yang tidak luput dari kunjungan para traveller, yaitu Grey Canyon. Sebuah lokasi penambangan batu dan pasir, yang kini beralih fungsi menjadi sebuah objek wisata. Terletak di Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, atau 200 meter dari TPA Tanjungrejo, lokasi ini mudah di akses menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. 

Gray Canyon/Sumber

Kawasan ini menghadirkan pesona lembah sisa penambangan, seperti Grand Canyon yang ada di Arizona, Amerika Serikat. Karena tergolong baru, destinasi ini masih perlu banyak pengembangan oleh masyarakat dan pemerintah Kudus.

Destinasi-destinasi tersebut bisa menjadi salah satu rujukan manakala kamu berkunjung ke Kudus, selain untuk melakukan ziarah ke makam para Wali. 

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
ItineraryNusantarasa

Sepiring Hidangan yang Tak Biasa

Itinerary

5 Tips Memilih Tempat Makan di Destinasi Wisata

Itinerary

Mengenal Desa Boti, Nusa Tenggara Timur

Itinerary

6 Destinasi Ekowisata di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *