Itinerary

8 Tanaman Gunung yang Bisa Dimakan

Ada banyak jenis tanaman yang akan kamu jumpai selama mendaki gunung. Berbagai tanaman ini ada yang bisa dimakan dan ada juga yang beracun. Maka dari itu sebelum mulai pendakian, memang sebaiknya harus mengetahui mana saja tanaman yang bisa dimakan agar tidak sembarangan mengambil disaat kondisi darurat.

Di bawah ini, ada beberapa jenis tanaman yang kerap kita jumpai kala mendaki gunung dan bisa dimakan dalam kondisi darurat. Simak, ya!

Buah Murbei

Murbei/Nelindah (Flickr)

Buah murbei atau arbei memang menjadi tanaman yang sering dijumpai selama perjalanan mendaki gunung. Bentuknya mirip seperti buah strawberry namun dalam bentuk yang berbeda. Buah yang sudah matang akan berwarna kehitaman dengan rasa yang manis dan sedikit asam. 

Untuk menemukannya buah ini sangat mudah karena hampir di setiap jalur pendakian terdapat pohon murbei. Namun tidak setiap waktu pohon ini selalu berbuah. Jika waktunya tepat, kamu bisa mengambil banyak buah murbei untuk persediaan bahan makanan. 

Tanaman Cantigi Gunung

8 Tanaman Gunung yang Sering Dijumpai dan Bisa Dimakan
Cantigi gunung/Anang Maruf (Flickr)

Tanaman ini bisa ditemukan di ketinggian di atas 1.000 mdpl dengan ciri-ciri daun mudanya berwarna merah. Tanaman ini masih satu keluarga dengan cranberry, blueberry, dan bilberry. Saat kamu mendaki gunung terutama ketika sudah keluar dari hutan pasti akan menemukannya dengan mudah. 

Bagian yang bisa dimakan dari tanaman ini adalah buahnya yang berwarna ungu kehitaman. Rasanya manis dan segar. Biasanya batang pohon cantigi ini biasa dimanfaatkan oleh penduduk lokalnya sebagai arang. 

Namun karena cantigi biasa hidup di daerah yang tinggi maka penduduk memilih mencari alternatif pohon lain yang bisa dijadikan sebagai arang. Jika kamu menemukan tanaman ini bisa langsung mencobanya sendiri, ya!

Honje atau kecombrang

8 Tanaman Gunung yang Sering Dijumpai dan Bisa Dimakan
Honje atau kecombrang/Nelindah (Flickr)

Jika kamu sudah memasuki area hutan yang lebat dan lembab tentu akan mudah menemukan tanaman satu ini. Namanya adalah honje atau kecombrang, memiliki bunga berwarna merah kehitaman. Bunga honje bisa langsung dimakan untuk mengurangi dehidrasi berlebih saat kondisi darurat dalam pendakian.

Kamu bisa mengambil bunga kecombrang dan memakan kelopaknya langsung. Biasanya bagian ini juga dijadikan campuran untuk trancam atau lalapan di daerah Jawa. Di bagian dalamnya lagi terdapat biji kecombrang yang bentuknya mirip buah delima. Bagian itu juga langsung bisa dimakan, rasanya asam manis, dan berair.

Buah honje yang sudah tua bisa dimakan pada bagian dalam buahnya. Jadi perlu dikupas dahulu dan baru bisa memakan bagian dalamnya. Honje mudah ditemukan di daerah yang teduh atau banyak pepohonan di dalam hutan. Jadi jika kamu tersesat dan dalam kondisi darurat bisa segera mencari tanaman ini, ya!

Akar Alang–Alang

8 Tanaman Gunung yang Sering Dijumpai dan Bisa Dimakan
Akar alang-alang/Syah Ronny (Flickr)

Alang-alang adalah tumbuhan yang hampir bisa ditemukan di mana saja. Dari dataran rendah sampai dataran tinggi, tumbuhan ini dapat hidup dengan mudahnya. Bagian yang bisa dimakan dari alang-alang adalah akarnya.

Bentuk akarnya yang mirip tebu tapi ukurannya kecil ini memiliki rasa manis dengan sedikit kandungan air di dalamnya. Dalam kondisi darurat, akar alang-alang ini bisa dijadikan sebagai sumber makanan yang mudah ditemukan dan bisa langsung dikonsumsi. 

Cara memakannya hanya dengan dihisap dan diambil airnya saja tanpa perlu memakan semua bagian akarnya. Dalam pengobatan herbal, akar alang-alang juga memiliki banyak manfaat seperti mengobati panas dalam, obat darah tinggi, mengobati asma, melancarkan buang air besar, dan masih banyak lagi.  

Paku sayur

Paku sayur atau pakis sayur juga termasuk salah satu tanaman yang mudah dijumpai di dalam hutan. Biasanya masyarakat yang tinggal di desa akan lebih familiar dengan tanaman ini karena biasa dijadikan sebagai bahan makanan untuk tumis atau gulai.

Nama latinnya adalah Diplazium esculentum, tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Bagian dari tanaman ini yang bisa dimakan adalah tunas daunnya yang masih muda. Tidak disarankan untuk dimakan langsung karena mengandung asam sikimat yang dapat mengganggu pencernaan tubuh. 

Sebelum mengonsumsinya, kita harus merebusnya dulu untuk mengurangi kandungan yang kurang baik di dalamnya. Beberapa pendaki memang sering mengambil paku sayur ini untuk ditambahkan ke menu makanan mereka saat di gunung. 

8 Tanaman Gunung yang Sering Dijumpai dan Bisa Dimakan
Paku sayur/Ahmad Fuad Morad (Flickr)

Begonia

Begonia atau yang dikenal dengan nama hariang bagi masyarakat Sunda ini memang menjadi salah satu tanaman yang wajib diketahui dalam ilmu survival. Tumbuhan ini memiliki ciri-ciri daun asimetris dengan ujung daunnya meruncing. Sedangkan pada batangnya terlihat berwarna kemerahan dan berbulu. 

Tanaman termasuk tumbuhan semak dan lebih menyukai area yang lembab di dalam hutan. Jadi untuk menemukannya tidak terlalu susah. Bagian yang bisa dimakan dari tanaman ini adalah batangnya, jangan lupa mengupasnya terlebih dulu sebelum menyantap. Batang begonia memiliki rasa yang asam dengan banyak kandungan air.

Krokot

8 Tanaman Gunung yang Sering Dijumpai dan Bisa Dimakan
Krokot/Nelindah (Flickr)

Tidak banyak yang tahu jika tanaman ini sebetulnya juga bisa dimakan dan mengandung banyak manfaat untuk tubuh. Nama latinnya adalah Portulaca oleracea, tergolong sebagai sayuran yang bisa dikonsumsi. 

Kalau kamu masyarakat Jawa Tengah, pasti familiar dengan tanaman ini karena biasanya digunakan sebagai campuran pecel. Krokot mengandung asam lemak omega-3, berbagai vitamin, magnesium, kalium, mangan, zat besi, dan masih banyak lagi. Menyehatkan, bukan?

Walau begitu kandungan asam oksalatnya bisa dibilang sangat tinggi. Jadi untuk mengonsumsinya perlu dilakukan perebusan terlebih dahulu untuk mengurangi kadar asam oksalat. Krokot mudah ditemukan di berbagai area di dalam hutan seperti dekat air, tanah yang agak lapang, di bawah pohon besar, atau di antara semak-semak yang lebat. 

Ciplukan

8 Tanaman Gunung yang Sering Dijumpai dan Bisa Dimakan
Ciplukan/Diza Abdulloh (Flickr)

Tanaman bernama latin Physalis angulata atau Physalis minima punya banyak nama di Indonesia. Orang Sunda menyebutnya sebagai cecendet, sedangkan orang Madura menyebutnya sebagai yor-yoran. Namun tanaman ini lebih dikenal dengan nama ciplukan. 

Ciri-cirinya yaitu buah yang terlindung oleh tudung dengan tinggi tanaman di bawah satu meter. Bagian yang bisa dimakan dari tanaman ini adalah buahnya sedangkan untuk bagian lain bisa sebagai obat tradisional. 

Buah yang masih muda berwarna hijau sedangkan buah yang sudah matang berwarna kekuningan. Buah yang sudah matang bercita rasa lebih manis dan sedikit asam sangat cocok untuk dikonsumsi pada saat darurat atau sebagai camilan saat mendaki.  Ciplukan mudah ditemui di sepanjang jalur pendakian terutama di dekat perbatasan antara perkebunan warga dengan hutan. 

Selama mendaki pun kamu juga diperbolehkan untuk mengambil dan memakan tanaman-tanaman tersebut. Asal tidak boleh berlebihan atau sekedar ambil tapi tidak dimakan.

Alam memang menyediakan sumber daya yang tidak terbatas khususnya bahan makanan. Apabila sebelumnya kamu sudah belajar dan mendapatkan banyak informasi tentang tanaman-tanaman ini, tentunya tak perlu khawatir lagi jika dihadapkan pada kondisi darurat. 

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Avatar

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Itinerary

Menelisik Sejarah di Lembah Tumpang

Itinerary

Film Balada Si Roy: Bukan Sekadar Bahan Nostalgia

Itinerary

Belajar Fotografi Bersama Arbain Rambey

ItineraryNusantarasa

Sehari Memanjakan Perut dengan Beragam Kuliner Khas Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *