Interval

5 Quotes tentang Perjalanan

Bicara tentang perjalanan, tentu setiap orang punya definisi yang berbeda-beda. Ada yang sedang menempuh perjalanan menuju kota atau negara tujuan, perjalanan karier, menemukan pasangan, mencari jati diri atau bahkan menemukan tujuan hidup yang sebenarnya?

Bagiku, semuanya sama saja. Sama-sama menguras tenaga dan pikiran karena “mencari” dan akhirnya “menemukan” juga membutuhkan proses yang nggak sebentar. Kadang, belum sampai ke tujuan banyak yang berujung maut, tapi ada juga yang bertahan karena kekokohan hati dan iman. Semua tergantung kita yang mengaturnya, memilih berhenti atau bertahan?

Tapi, percayalah setiap detik di hidup ini adalah perjalanan, setiap perjalanan adalah pelajaran. Jadi, jangan pernah merasa sendirian karena setiap insan pasti mengalami hal yang sama. Hanya yang memiliki pertahanan kuat yang mampu berdiri tegak dan tetap berlari menuju jalan yang sesungguhnya.

“Perjalanan hidup adalah proses perjuangan tiada henti, ditaburi mimpi, diisi dengan tekad.”

Berikut ini, beberapa hal yang harus ditempuh supaya Inilah hal-hal yang harus kamu tempuh agar tetap kuat menapaki setiap tangga kehidupan yang telah didesain oleh Semesta :

Sadari bahwa Semesta telah menuliskan catatan hidupmu jauh sebelum kamu dilahirkan di dunia

Ketika kamu sedang berada di negara yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya, kamu pasti akan mencari jalan agar berada di destinasi selanjutnya. Kamu akan berusaha sebisa mungkin untuk bertanya kesana-kemari, membuka aplikasi Google Maps atau berjalan tanpa tujuan yang benar. Nah, di sini kamu akan memahami makna bahwa “perjalanan” yang kamu rencanakan atau tidak akan membuat kamu sampai pada tujuan yang sesungguhnya.

Sebab, Semesta pasti telah mengarahkan langkah kaki sesuai dengan suratan yang telah ditulis oleh-Nya. Hanya saja, semua membutuhkan waktu dan akan ada rintangan yang pasti dihadapi. Tangis, tawa, duka, luka adalah seni kehidupan yang selalu ada dan menjadi bagian dari perjalanan hidup. So, tetap semangat menyusuri lorong-lorong dunia.

Tiada yang abadi, sedih pasti berlalu, senang pun akan pergi

Ketika kamu berada di tempat yang kamu inginkan dan pasti merasa senang. Percayalah, kita pun juga diuji dengan kebahagiaan tersebut. Misalnya, saat kamu Tiba di turki, lalu ada saja hal-hal yang bisa membangkitkan emosi negatif. Kehilangan koper, kopi starbuck tumpah ruah di busana lah dan masih banyak lagi.

Pahamilah, senang dan sedih adalah melodi kehidupan yang tak pernah sirna. Hidup memang tak mudah, kamu hanya butuh menjadi manusia kuat!

Tak perlu buru-buru menjalani roda kehidupan

Seringkali kita mengalami FOMO (Fear Of Missing Out) dan merasa harus terus menerus terhubung sama yang dilakukan oleh orang lain. Ada saja pikiran bahwa kita ini tertinggal dan selalu membuat otak tak berhenti bekerja, memikirkan strategi perang agar menjadi yang tak terkalahkan. Padahal, sukses sebelum umur 30 tahun, kaya di usia muda atau nikah muda, siapa yang bisa menjamin akan hidup bahagia selamanya?

Begitulah… dalam perjalanan, ada saja yang jalannya lambat atau harus jatuh ke lubang terdalam di bumi. Lagi.. lagi hidup bukan kompetisi yang harus dimenangkan secara bersama-sama. Nikmatilah dan kamu pasti tiba ke tujuan akhir!

Berikan ruang dan waktu untuk berdialog dengan diri sendiri (self-talk)

Kita gak selamanya harus meneruskan perjalanan, ada masanya kita butuh sejenak melepas ambisi dan memberikan kesempatan untuk diri agar rehat. Kamu gak harus membeli barang mewah, hedon di cafe atau resto. Bukan… bukan itu yang Aku maksud, karena gak perlu materi untuk meraih kebahagiaan. Hanya butuh ruang kecil yang diisi oleh jiwa dan pikiran. Lalu, ucapkan terima kasih yang paling tulus kepada diri yang selalu berjuang. Ungkapkan rasa syukur tiada henti kepada Semesta dan ikhlaslah dalam menerima ketetapan-Nya. Kataku, dirimu sendirilah teman perjalanan hidupmu hingga akhirnya kamu tertimbun oleh tanah.

Give More!

“We make a living by what we get. We make a life by what we give –Winston S. Churchill”

Terlalu singkat kalau hidup hanya untuk kebahagiaan diri. Terlalu naif, jikalau hanya untuk memenuhi segala ambisi. Tetaplah menjadi manusia yang pandai menyisihkan selembar atau dua lembar surat perjalananmu untuk kebahagiaan orang lain agar kamu semakin berarti bagi sesama. Mulailah dari lingkungan terkecil, ada ibumu, ayahmu, kakakmu atau adikmu yang juga punya hak untuk kamu beri asupan kebahagiaan. Percayalah, kamu akan memiliki kebahagiaan yang lebih mahal daripada seonggok berlian.

Benar kata orang-orang terdahulu, jalani saja setiap episode kehidupan agar kamu bisa menemukan siapa dirimu, apa tujuan kamu diciptakan dan memahami suratan takdir yang telah dirangkai oleh Semesta. Mari lanjutkan perjalanan dan kuatkan hatimu!

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.

Jika tidak dituliskan, bahkan cerita-cerita perjalanan paling dramatis sekali pun akhirnya akan hilang ditelan zaman.
Artikel Terkait
Interval

Energi Terbarukan untuk Listrik Daerah Wisata Terpencil

IntervalSampah Kita

Alam Bebas Sampah sebagai Esensi Kawasan Wisata

IntervalSampah Kita

Siapkah Hidup Berdampingan dengan Sampah?

IntervalSampah Kita

Melindungi Laut, Melindungi Kehidupan Semua Makhluk Hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *